IHSG Menguat Selama Sepekan ini

Sabtu, 29 Juni 2019 11:21 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sepekan didorong berlanjutnya sentimen positif dalam dua pekan ini.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, Sabtu (29/6/2019), IHSG menguat 0,68 persen ke level 6.358 pada 28 Juni 2019 dari pekan lalu di posisi 6.315,43. Sektor pertambangan dan infrastruktur menjadi kontributor besar untuk kenaikan IHSG selama pekan ini.

Aksi beli investor asing juga menjadi tenaga IHSG. Tercatat investor asing beli saham sebesar USD 86 juta atau sekitar Rp 1,21 triliun (asumsi kurs Rp 14.129 per dolar Amerika Serikat).

Sementara itu, indeks saham LQ45 mampu mencatatkan kenaikan sebesar 0,88 persen dan mengungguli kinerja IHSG.

Di pasar obligasi, indeks obligasi naik 0,54 persen setelah dua minggu membukukan kinerja baik. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun menguat menjadi 7,37 persen.

Posisi nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi 14.126. Investor asing beli obligasi mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,12 triliun hingga perdagangan Kamis pekan ini.

Ada sejumlah sentimen yang bayangi pasar keuangan termasuk IHSG pada pekan ini. Pertama, perkembangan terbaru perang dagang. Amerika Serikat (AS) dan China tentatif menyetujui gencatan senjata lain dalam perang dagang untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan menyelesaikan perselisihan perdagangan.

Salah satunya tertuang dalam rincian perjanjian. Perjanjian itu akan mencegah putaran tarif berikutnya untuk tambahan USD 300 miliar barang impor China, yang jika diterapkan akan memperpanjang sanksi untuk hampir semua pengiriman barang ke Amerika Serikat (AS).

Kedua, Brexit. Boris Johnson salah satu calon perdana menteri Inggris berikutnya telah menola tuntutan mengesampingkan penangguhan parlemen untuk mendorong Brexit tanpa kesepakatan dan persetujuan anggota parlemen. Johnson menuturkan, peluang Brexit tanpa kesepakatan adalah “satu melawan satu”. Namun, ia berjanji menggantikan perjanjian yang dinegosiasikan oleh Theresa May.Uni Eropa telah berulang kali mengatakan kalau kesepakatan itu tidak untuk negosiasi ulang.

Ketiga, data ekonomi AS. Data ekonomi AS terus menunjukkan pelemahan. Pesanan baru untuk barang tahan lama buatan AS turun 1,3 persen dari bulan sebelumnya pada Mei 2019 setelah merosot 2,8 persen yang direvisi pada April dan lebih buruk dari harapan pasar yang turun 0,1 persen.

Selain itu, penjualan rumah keluarga tunggal baru di AS turun 7,8 persen dari bulan sebelumnya ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 626 ribu pada Mei 2019. Sementara itu, pasar memperkirakan kenaikan 1,9 persen menjadi 680 ribu. Angka itu merupakan level terendah sejak Desember.

Dari internal, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan. Secara mengejutkan, Indonesia membukukan surplus perdagangan USD 0,21 miliar pada Mei 2019.

Hal itu didorong dari ekspor turun 8,99 persen secara year on year (YoY) dan impor melemah 17,71 persen. Selama lima bulan pertama tahun berjalan 2019, Indonesia alami defisit USD 2,14 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu USD 2,87 miliar.

(Sumber: liputan6.com)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4870-ihsg-menguat-selama-sepekan-ini.html