Solok Selatan Siap Menuju Sentra Bawang Putih Sumbar

Rabu, 10 April 2019 14:28 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menjadi daerah potensial dan prospektif untuk dikembangkan menjadi sentra bawang putih nasional, kata pejabat setempat.

"Berdasarkan pemetaan wilayah sekitar 500 hektare lahan di Solok Selatan berpotensi untuk penanaman bawang putih dan tahun ini Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan 40 hektare luasan tanam di Kabupaten itu setelah target 20 hektare 2018 terealisasi," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Risa Herfina, di Padang Aro, Selasa.

Pada 2018, katanya, sudah ditanam 20 hektare bawang putih dan hasil panennya akan diproses untuk dijadikan benih pada musim tanam 2019 seluas 40 hektare.

Dia mengatakan bawang putih sudah menjadi salah satu komoditas strategis nasional.

Produksinya, katanya, terus digenjot pemerintah untuk mencapai target swasembada pada 2021 supaya bisa menekan dan mengurangi impor.

Untuk pengembangan bawang putih di Solok Selatan berada di dua kecamatan, yaitu Pauh Duo dan Sangir karena memiliki ketinggian di atas 700 mdpl.

"Bawang putih memang dianjurkan dan bagus ditanam dilokasi yang iklimnya sejuk," ujarnya.

Target swasembada bawang putih berdasarkan Permentan No. 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri paling sedikit lima persen dari total impor yang diajukan.

Lokasi tanam diutamakan di wilayah baru dan salah satunya tersebar di Solok Selatan supaya produksi dalam negeri terus meningkat.

"Kementan sudah menyediakan anggaran besar untuk upaya ini dan tahun ini kami mendapat kucuran dana sebesar Rp1,6 miliar dan akan disalurkan kepada petani berupa bantuan bibit, mulsa serta pupuk," ujarnya.

Dia menambahkan, proyeksi 40 hektare luasan tanam tahun ini pihaknya bakal menyediakan 18 ton benih bantuan dengan kalkulasi perhektar lahan akan dibantu 450 kilogram bibit dengan konversi bantuan Rp 34 juta berupa bibit, mulsa dan pupuk.

Sesuai arahan Kementan katanya, pengembangan bawang itu mesti dilakukan secara masif dengan menggerakkan petani untuk menanam.

"Seluruh yang ditanam itu hasil panennya nanti diproses untuk dijadikan benih lalu ditanam lagi dengan harapan panen berikutnya dapat meningkat tiga sampai empat kali lipat," ujarnya.

Pemerintah katanya, juga telah mengantisipasi dampak program swasembada terhadap harga jual dengan menjalin kerjasama dengan PT Petani di Kota Padang, untuk membeli hasil panen bawang putih.

"Direncanakan bawang dibeli dalam bentuk basah seharga Rp 13 ribu per kilogram," katanya.


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4561-solok-selatan-siap-menuju-sentra-bawang-putih-sumbar.html