Para Pengelola Homestay Harus Tersertifikasi

Rabu, 03 April 2019 15:39 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Homestay adalah salah satu bentuk penginapan yang populer. Para pengunjung atau tamu menginap di kediaman penduduk setempat di kota tempat mereka bepergian. Lama tinggal dapat bervariasi dari satu malam hingga lebih dari setahun.

Penginapan dapat diberikan secara gratis, dan sebagai ganti untuk kompensasi uangnya dapat saling menginap (bertukar) pada rumah asal si penginap, atau sebagai gantinya dapat pula berupa membantu membersihkan rumah atau bekerja di properti tuan rumah.

Inap keluarga adalah contoh dari konsumsi dan pembagian kolaboratif. Dalam kasus di mana uang tidak ditukarkan sebagai imbalan untuk penginapan, mereka adalah contoh ekonomi barter atau ekonomi hadiah.

“Sistem pelayanan prima dibutuhkan setiap usaha pariwisata terutama pengelola seperti homestay,” kata Taufik Ramadhan, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar , saat Bimbingan Teknis Dinas Pariwisata Sumbar di Hotel Grand Malindo Bukittinggi, 27 – 28 Maret 2019.

Lebih lanjut, kata Taufik Ramadhan, dengan adanya homestay bisa menjaga kearifan lokal wisatawan dan menambah kesejahteraan masyarakat pengelola dan masyarakat sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan Sumbar, salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

Dalam Bimtek ini Dinas Pariwisata Sumbar mendatangkan narasumber dari Kementerian Pariwisata dan Komisi V DPRD Sumbar.

Taufik menuturkan pengelola homestay dan aparatur adalah agen perubahan dalam pengembangan pariwisata. ”Dengan ada bimtek ini diharapkan dapat menghasilkan SDM kepariwisataan yang berkualitas. Terutama dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pengunjung atau wisatawan yang menginap di daerah kita ini,” harapnya.

Sementara itu, Rahayu Purwanti, salah satu narasumber dari komisi V DPRD Sumbar menyebutkan banyak mendapatkan masukan dari acara ini. Di antaranya pengelola homestay masih banyak yang belum standar dan masih banyak yang belum memiliki sertifikasi.

Ia berharap pengelola homestay bisa melakukan penilaian mandiri kepada usahanya, berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 9 Tahun 2014.


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4523-para-pengelola-homestay-harus-tersertifikasi.html