Instrumen Terbaru BI, Rupiah Kembali Menguat

Kamis, 15 November 2018 14:28 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) -
Nilai tukar rupiah terhadap dollar dipantau kembali meningkat. Terhitung hari ini, Kamis (15/11) nilai tukar rupiah dipantau menguat 40 point ke 14.690,- Rupiah per dollar AS.
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah kembali mampu melanjutkan kenaikan terhadap dolar AS setelah sempat tertahan pada hari sebelumnya.

"Apresiasi rupiah itu seiring penilaian pasar yang positif terkait transaksi domestic non deliverable forward (DNDF)," katanya seperti dikutip dari Antara. DNDF merupakan instrumen moneter baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Menurut dia, instrumen DNDF itu dinilai cukup efektif dalam menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah di pasar valas domestik. Di sisi lain, lanjut dia, upaya pemerintah untuk terus menggiatkan investasi ke dalam negeri, setelah adanya penurunan nilai investasi juga turut direspons positif pelaku pasar keuangan.

"Sejumlah industri akan mengalami relaksasi dan masuk dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk mendorong investasi masuk," katanya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan revisi DNI diharapkan dapat lebih membuat daya tarik investasi ke Indonesia. Ia menambahkan upaya menarik investasi juga dilakukan dengan membangun infrastruktur yang cukup agresif terutama infrastruktur energi (listrik) dan system Online Single Submission (OSS).
Dan berikut adalah kurs rupiah terbaru hari ini.


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4301-instrumen-terbaru-bi-rupiah-kembali-menguat.html