Indonesia Masuk Grand Final Startup World Cup

Sabtu, 18 Maret 2017 11:20 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Sebentar lagi, grand final kompetisi dunia start-up alias Startup World Cup (SWC) segera digelar. Indonesia menjadi salah satu pesertanya, yaitu Ahlijasa. SWC akan diselenggarakan di Silicon Valley, Amerika Serikat pada Jumat, 24 Maret 2017.

SWC adalah kompetisi sekaligus konferensi internasional yang mempertemukan startup dengan lebih dari 200 investor global, lebih dari 300 eksekutif perusahaan besar dan lebih dari 500 startup global.

“Startup Indonesia bukan hanya punya kesempatan bertemu dengan venture capital, pengusaha sekaligus CEO teknologi global di ajang SWC, tapi juga berpeluang terjaring pada komunitas startup internasional,” ucap Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo, kemarin.

Ahlijasa telah memenangkan SWC Indonesia (23/8/2016) sehingga dikirim oleh Bekraf untuk mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini. Ahlijasa sudah pernah mengikuti program inkubasi atau teknologi, produk sudah pernah up and running lebih dua bulan, serta terdapat early attraction berupa traffic, membership, dan revenue.

Ahlijasa akan berkompetisi dengan 15 startup lain pada Grand Final SWC 2017 untuk memenangkan investasi senilai satu juta dolar. Ahlijasa akan bersaing dengan startup dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Chili, Tiongkok, India, Inggris Raya, Jepang, Korea Selatan, Luksemburg, Republik Ceko dan Taiwan di ajang akbar tersebut.

Selain Ahlijasa, Bekraf juga akan mengirimkan lima startup finalis SWC dan pemenang roadshow Bekraf dalam rangkaian penyelenggaraan SWC tahun 2016 yaitu Talenta, Qlue, Paprika, Azzam Trade dan Ojesy untuk menghadiri konferensi. Mereka dijadwalkan untuk mengunjungi Plug and Play Tech Center, Microsoft, Google, Apple, Facebook dan Amazon.

Ahlijasa

Ahlijasa yang dibentuk oleh Jayawijayaningtyas dan Dimas ini termotivasi dari permasalahan yang pernah mereka rasakan sendiri di Jakarta yaitu jasa laundry. Salain itu, mereka juga ingin bermanfaat bagi banyak orang setelah delapan tahun mengenyam pendidikan di Singapore.

“Laundry di Jakarta kan susah, belum lagi jika ada cucian yang hilang. Makanya kami ingin menggunakan teknologi untuk solve the problem,” ucap Jay.

Awalnya startup Indonesia yang satu ini mengikuti program akselerasi oleh Fenox. “Fenox memotivasi kami untuk partisipasi di ajang SWC Indonesia tahun lalu. Kami memberanikan diri untuk berkompetisi dan menang,” kenang Jay.

Perubahan yang dialami Ahlijasa hingga saat ini yaitu peningkatan kualitas aplikasi dan produk.

Jay mengungkapkan jika percaya diri adalah modal utama untuk menuju Grand Final SWC 2017. Ahlijasa menggunakan peluang market Indonesia yang luas dalam memaksimalkan pelayanan konsumen. Ia berharap, investor berminat untuk berinvestasi pada Ahlijasa untuk scaling up terkait teknologi dan luas jangkauan pelanggan serta laundry partner.

“Hingga saat ini kami menggandeng 20 laundry partner. Dalam lima tahun kedepan, kami berharap bisa memperluas jangkauan dan technology operation. Kami ingin jika masyarakat memikirkan laundry, mereka langsung ingat Ahlijasa,” tambah Jay. Saran dan motivasi Jay untuk startup Indonesia adalah tidak takut bereksperimen dan mendapatkan feedback dari produknya. (kkc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4138-indonesia-masuk-grand-final-startup-world-cup.html