Startup Ahlijasa Ikut Grand Final Startup World 2017

Kamis, 02 Maret 2017 18:08 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong munculnya perusahaan rintisan atau startup berkualitas di tanah air. Untuk mencapai itu, sebanyak enam startup Indonesia akan ikut serta dalam gelaran Startup World Cup (SWC) 2017.

Satu startup, yakni Ahlijasa yang bergerak di bidang layanan laundry menjadi delegasi Indonesia di Grand Final SWC 2017 melawan delegasi dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Cile, Cina, India, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Ceko, dan Taiwan untuk memperebutkan investasi senilai 1 juta dolar AS. Sementara sisanya (Talenta, Qlue, Paprika, Azzam Trade, dan Ojesy) akan mengikuti konferensi SWC 2017.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, di SWC, para pelaku startup tersebut akan mampu belajar banyak hal karena telah terciptanya ekosistem industri startup yang baik di sana.

SWC adalah kompetIsi sekaligus konferensi internasional yang mempertemukan startup, venture capital, pengusaha sekaligus CEO teknologi global di Silicon Valley, Amerika Serikat pada 24 Maret 2017.

"Kalau kita sih jualan, duta investasi," ujarnya kepada wartawan usai pelepasan delegasi di Hotel Le Meridien, Kamis (2/3/2017) saat ditanya peran SWC untuk Indonesia.

Ia menjelaskan, startup berawal dari ide yang kemudian dituangkan dalam bisnis untuk kemudian dievaluasi oleh investor dan ditanamkan dana oleh investor.

Para investor startup tidak melihat berapa jumlah karyawan atau jumlah produksi yang dihasilkan, tidak seperti bisnis konvensional. Di industri startup, kata dia, yang dilihat adalah seberapa besar potensi user base-nya.

Ia mencontohkan salah satu startup sukses tanah air, GoJek. Perusahaan dengan identik warna hijau tersebut menerima suntikan dana berkali-kali lipat dari investor. Padahal, ia mengatakan, perusahaan yang bergerak dalam layanan transortasi itu hanya mengatur aplikasi dan tidak membutuhkan banyak pegawai. Namun, nilai investasi yang dimiliki setara dengan perusahaan dengan 10 ribu buruh.

"Startup bisa jadi pembawa investasi yang besar ke Indonesia, bukan cuma nyuruh orang buka pabrik," katanya.

Masih Berbelit

Sementara itu, founder Ahlijasa Jayawijayaningtyas menilai sulitnya membuka perusahaan di tanah air. Sehingga, selain mendorong startup berprestasi secara global, ia meminta birokrasi memudahkan proses pendirian perusahaan.

"Di Singapura cuma beberapa hari, di Indonesia beberapa minggu," kata Jayawijayaningtyas.

Kendati demikian, ia mengaku sangat terbantu dengan kepedulian pemerintah. Ia terpilih menjadi delegasi Indonesia setelah sebelumnya menjadi juara kompetisi SWC Indonesia 23 Agustus 2016 lalu.

"Sangat terbantu sekali," kata dia. Sebab, pemerintah juga menjembatani para startup dengan para investor.

Menjawab itu, Joseph Pesik mengatakan, kemudahan birokrasi untuk pendirian perusahaan baru adalah sebuah keniscayaan. Meski banyaknya kementerian yang berkecimpung dalam hal tersebut.

Untuk itu, kata dia, akan dilakukan perbaikan regulasi yang menghasilkan kebijakan-kebijakan baru yang lebih adaptif. "Tapi memang banyak sekali aspek yang perlu dikerjakan," katanya. Ia menambahkan, mulai dari perizinan, pajak dan lain sebagainya. (kkc)



Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4082-startup-ahlijasa-ikut-grand-final-startup-world-2017.html