Menteri BUMN Apresiasi Pola Pengembangan Kota Sawahlunto

Senin, 27 Februari 2017 12:48 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Menteri BUMN Rini Soemarno memproyeksikan Kota Sawahlunto untuk menjadi salah satu daerah percontohan pemanfaatan lahan pascatambang di Indonesia karena mampu merancang program pengembangan dalam bentuk lain, meskipun kegiatan pertambangan sudah tidak aktif.

Hal ini diungkapkan Rini saat meninjau kawasan lahan pasca tambang milik salah satu BUMN di Kota Sawahlunto, yaitu PT Bukit Asam - Unit Pertambangan Ombilin (BA-UPO) yang telah diubah oleh pemko menjadi kawasan objek wisata Taman Buah dan Taman Satwa Kandi pada, Sabtu ( 25/2/2017).

Diungkapkannya di se-sela kunjungan bersama Direktur Utama PT BA Ir Arviyan Arifin, bahwa upaya Pemko Sawahlunto ini patut diapresiasi karena di beberapa negara dunia banyak daerah pertambangan yang bila berhenti beraktivitas maka pertumbuhannya juga ikut mati, salah satunya dipicu kebiasaan masyarakat di daerah tersebut yang lebih memilih pindah ke tempat yang lebih baik.

"Kota Sawahlunto telah membuktikan bahwa bila daerah pascatambang dijaga dan dikelola dengan baik akan tetap mampu menjadi tempat tinggal yang nyaman serta memberikan manfaat secara ekonomis kepada masyarakat sekitar," ujar Mentri.

Sementara saat mengunjungi kawasan exprosesing Batubara di Silo didampingi Ali Yusuf Wako Sawahlunto, ia mengungkapkan komitmennya untuk membantu pengembangan dan pembangunan salah satu kasawan pascatambang di Sawahlunto yakni Kawasan Silo, menjadi salah satu destinasi wisata baru di kota ini.

Menurutnya inovasi dan kreatifitas Pemko Sawahlunto bersama pihak terkait lainnya dalam pemanfataan lahan pascatambang telah mampu menyangga daerah itu tetap berkembang dan memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.

"Karena itu menurut saya, sangat penting untuk mendukung Kota Sawahlunto menjadi salah satu titik objek wisata di Sumatera Barat," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf, mengatakan aktifitas pertambangan di daerah ini, tidak sekedar bernilai ekonomi, tetapi lebih dari itu pertambangan memiliki makna sejarah yang sangat dalam sejak mulai berakifitas sejak zaman penjajahan kolonial Belanda.

"Nilai sejarah tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi anak cucu kita dikemudian hari, sehingga mereka dapat mengetahui sejarah nenek monyangnya. Dengan pembelajaran itu diharapkan akan timbul rasa ingin melindungi dan menjaga bangsa agar masa penjajahan yang begitu lama menimpa bangsa Indonesia tidak akan kembali terulang," tegasnya. (kkc)



Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4064-menteri-bumn-apresiasi-pola-pengembangan-kota-sawahlunto.html