Startup, Usaha Menghimpun Ide-ide Kreatif

Senin, 25 Juli 2016 13:03 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Beberapa tahun belakangan ini kerap kita dengar istilah perusahaan start up. Jika diterjemahkan secara bebas, startup bisa diartikan sebagai perusahaan rintisan yang belum lama didirikan atau beroperasi.

Perusahaan-perusahaan ini biasanya masih dalam tahap pengembangan dan penemuan pasar yang paling tepat dalam menjual produk atau servisnya.

Dalam perkembangannya startup lebih identik dengan perusahaan-perusahaan teknologi karena istilah startup menjadi sangat populer secara global pada masa yang disebut Bubble Dot Com atau Gelembung Dot Com, yaitu sekitar 1998-2000, di mana pada periode tersebut, banyak sekali perusahaan mendirikan website untuk mendukung aktivitas perusahaannya.

Istilah startup semakin identik dengan teknologi seiring dengan perkembangan pengguna internet yang sangat cepat. Situasi yang sebenarnya salah kaprah dalam mengartikan istilah startup ini sebenarnya cukup ”mengganggu” pikiran pelaku perusahaan rintisan seperti saya.

Jika mengacu pada arti harfiahnya, seharusnya startup adalah sebutan bagi semua usaha yang baru dirintis, apa pun bidang usahanya. Pun menurut beberapa sumber yang saya coba telusuri, biasanya startup memiliki ciri-ciri antara lain; usia operasinya masih di bawah tiga tahun, pendapatan per tahun di bawah USD100.000, dan jumlah pegawai masih kurang dari 20 orang.

Lagi, saya menekankan seharusnya itu berlaku bagi semua tipe usaha. Di Indonesia, perkembangan startup bisa dikatakan cukup pesat. Tercatat oleh Dailysocial.net, saat ini setidaknya ada tidak kurang dari 1.500 startup lokal yang masih beroperasi secara aktif di Indonesia.

Data ini saya yakin masih hanya mengacu pada perusahaan teknologi saja. Demi menjawab rasa penasaran saya, secara pribadi saya melakukan riset terbatas terhadap para pelaku di industri yang tergolong startup ini. Seperti biasa, selalu ada kesan positif dan yang saya anggap masih perlu perbaikan lebih lanjut.

Saya mulai dari kesan positif. Energi dan semangat yang berlebih bisa kita langsung rasakan jika berinteraksi dengan para pelaku startup. Kumpulan orang-orang muda cerdas dan pintar yang mau bekerja keras.

Usia para petinggi di perusahaan rata-rata tiga puluhan tahun. Optimisme tinggi akan cerahnya jelas tergambar dari setiap diskusi yang saya hadiri dengan mereka.

Latar belakang pendidikan formal juga sangat mumpuni. Sebagian besar dari mereka merupakan alumni universitas- universitas ternama di dunia, sebut saja Harvard, Standford, MIT, ITB, UGM, dan UI. Bekerja bersama mereka sudah pasti akan banyak ide-ide kreatif yang muncul setiap harinya.

Sudah pasti saya pun akan tertular menjadi orang yang kreatif nanti. Tetapi, saya juga mendapati beberapa hal yang menurut saya sangat perlu menjadi perhatian lebih dari para pelaku industri ini, yang pertama; banyaknya ide kreatif yang tercipta dari kumpulan orang-orang muda pintar dan cerdas ini jangan sampai menjadi bumerang yang menjadikan tidak fokusnya rencana perusahaan.

Kedua, hubungannya dengan people management. Lagi, saya tidak pernah meragukan kemampuan mereka dalam me-manage pekerjaan yang berhubungan dengan sistem dan alat.

Dengan segala atribut yang mereka punya, pasti mereka akan dengan mudah mempelajari dan menyelesaikan masalah pekerjaan yang di hadapi. Tetapi, jika berhubungan dengan orang, maka ceritanya akan menjadi lebih menantang.

Dealing with people merupakan situasi yang selalu kita hadapi di mana pun. Dan, dalam dunia kerja, ini masalah yang tidak pernah bisa selesai dengan sempurna.

Banyak dari kita yang hanya mampu meminimalisasi dan membatasi supaya permasalahan yang terjadi dengan orang-orang di tempat kita bekerja tidak mengganggu produktivitas. Dan, bagi para pelaku startup, mungkin ini yang akan menjadi PR terbesar mereka. Itu menurut saya.

Sumber: okezone.com


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/3144-startup-usaha-menghimpun-ideide-kreatif.html