Harga Jeruk Nipis Menggairahkan, Petani Agam Semangat Budidayakan Komoditas Ini

Jumat, 18 Maret 2016 19:43 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Jeruk nipis kembali naik daun. Harganya pun menggiurkan. Karena itu pula Pemerintah Kabupaten Agam mulai memprogramkan agar petani membudidayakan jeruk nipis.

Di Kabupaten Agam, Nagari Bawan, Ampek Nagari, selain pisang, nagari ini dikenal sebagai penghasil jeruk nipis atau limau kapeh (Citrus aurantifolia). Tapi beberapa tahun terakhir, petani tertarik berkebun sawit sehingga jeruk nipis dan pisang terpinggirkan.

Kini harga jeruk nipis di pekan dan pasar tradisional mencapai Rp12.000 per kg. Malah, ada yang berani membeli dengan harga Rp14.000 per kg.

“Dengan membaiknya harga jual jeruk nipis, warga kembali menanam komoditas jeruk nipis,” kata Camat Ampek Nagari, Drs. M. Idrus Dt. Rajo Angek Nan Kuniang, Jumat (18/3/2016) di Bawan.

Dijelaskannya, tanaman jeruk nipis banyak dikembangbiakan baik secara generatif (melalui biji), atau secara vegetatif melalui usaha pencangkokan pada bagian batang, teknik menempel, okulasi, stek, atau menyambung.

Namun petani di Ampek Nagari lebih menyukai dengan cara stek, yang mereka sebut kasin. Bibit jeruk nipis dengan cara distek lebih disukai, karena lebih praktis, dan teknologinya sudah dikuasai petani pada umumnya.

“Dengan bibit hasil stek, tanaman akan sama dengan induknya, cepat berbuah,” ujar beberapa petani.

Juga ada yang mengembangkannya melalui biji. Alasan mereka, pengembangbiakan melalui biji lebih tahan terhadap terjangan angin, sehingga tidak gampang tumbang. Hal itu memungkinkan, karena pengembangbiakan melalui biji, pohon jeruk nipis memiliki akar tunggang yang kuat.

Menurut salah seorang pemuka masyarakat, Djalius Djalin St.Marajo, diperkirakan 3 tahun lagi Bawan kembali menjadi  penghasil jeruk nipis utama di Agam.

“Karena saat ini mayoritas petani sudah menanam jeruk nipis di kebun mereka,” kata Djalius Djalin St.Marajo.

Jeruk nipis akan panen perdana setelah berumur sekitar 1 tahun, atau lebih. Itu tergantung perawatan, dan pemilihan bibit yang baik. (MIA)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/2479-harga-jeruk-nipis-menggairahkan-petani-agam-semangat-budidayakan-komoditas-.html