Ekonomi Indonesia Melesu, Ancaman PHK di Depan Mata

Selasa, 26 Januari 2016 21:32 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Kelesuan ekonomi sepanjang tahun 2015 ditambah lagi dengan harga minyak bumi yang terus terkikis hingga di bawah US$ 30 per barel telah berdampak terhadap perusahaan. Beberapa perusahaan akan melakukan efisiensi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mengutip data Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) sepanjang tahun 2015 lalu jumlah pekerja yang terkena PHK akibat perlambatan ekonomi tercatat mencapai 48.843 orang. PHK terjadi di beberapa sektor seperti alas kaki, dan tambang batu bara.

Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Kenaker Sahat Sinurat menambahkan, akibat harga minyak bumi yang terus anjlok perusahaan di sektor migas juga sudah ada yang mengeluhkannya.

Sahat bilang, salah satu perusahaan Migas yang telah berkonsultasi dengan Kemnaker adalah Cevron..Meski belum melakukan PHK, namun langkah-langkah evisiensi perusahaan seperti penghentian proyek, dan penghentian rekrutmen karyawan tidak dilakukan. Melihat hal tersebut, Kemnaker meminta jika terjadi PHK maka harus dilakukan secara baik sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita meminta agar PHK diminimalisir, selain itu langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada," ujar Sahat, Selasa (26/1/2016) seperti dilansir kontan.co.id.

Sementara itu, terkait dengan Ford Motor Indonesia (FMI) tiba-tiba mengumumkan penutupan kegiatan di Indonesia dari proses penjualan dan aktivitas diler, Sahat bilang bila perusahaan diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi sengketa yang merugikan kedua belah pihak bila ada PHK. Kemnaker juga akan terus memantau pergerakan dari masing-masing perusahaan sesuai dengan kondisi yang berkembang. "Kami mengharap agar ada koordinasi dengan Disnaker di daerah, dan pekerja," ujar Sahat.

Tubagus Sutisna, Ketua Departemen Umum Hiswana Migas mengatakan, melandainya harga minyak bumi tentu akan berpengaruh d isektor turunannya. Efisiensi perusahaan juga akan dilakukan mulai dari pengurangan bonus hingga PHK. "Ada dampaknya, pasti akan merembet," ujar Tubagus.

Meski demikian, untuk sektor migas di tingkat hilir tidak separah perusahaan di hulu. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya akan segera melakukan pembahasan. Asosiasi juga belum dapat menghitung potensi dari pekerja yang akan terkena PHK.

Jongkie Sugiharto Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima laporan dari anggota terkait adanya PHK. "Yang ada hanya pengurangan jam kerja, penghapusan lembur dan pengurangan shift saja," kata Jongkie. (kkc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/2182-ekonomi-indonesia-melesu-ancaman-phk-di-depan-mata.html