Siapa Bilang Bisnis Kue Cuma Laku Saat Lebaran

Senin, 27 Juli 2015 07:07 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Apakah Anda termasuk pengusaha kue? Masih percaya jika cuma saat lebaran saja bisnis kue Anda itu bisa booming? Stop, berpikir mainstream. Ternyata, bisnis kue juga bisa saja bertahan pasca lebaran. Anda hanya membutuhkan sedikit keuletan berpromosi selain skill membuat atau merancang kue yang menarik dan enak di mata konsumen.

  1. Tukar cara berpikir dari hanya sekadar memanfaatkan momen menjadi memanfaatkan hobi. Sudah banyak aneka bisnis termasuk bisnis kue dimana si pengusahanya sukses karena berlandaskan hobi. Bisa memanfaatkan momen lebaran kemarin dengan menjual kue berarti Anda sudah punya keahlian atau skill. Tinggal benar-benar meyakinkan diri Anda sendiri bahwa hobi Anda itu dapat membawa keuntungan yang sepadan.
  2. Buat desain kemasan yang fleksibel dan menarik. Jika pada lebaran kemarin kemasan kue yang Anda produksi menggunakan toples, sekarang ganti dengan desain kemasan yang lebih mudah dibawa serta menarik di mata konsumen. Ada banyak jenis desain kemasan praktis yang dapat Anda pakai. Jika Anda tidak punya ide menarik bagaimana membuat desain kemasan tersebut, Anda bisa minta bantuan kepada teman-teman Anda yang jago desain. Atau, bisa pula dengan mengonsultasikannya kepada jasa desain khususnya yang membackup persoalan branding maupun kemasan usaha.
  3. Jangan ragu untuk bereksperimen. Hal ini termasuk ke dalam langkah inovatif yang bisa Anda lakukan. Selain itu, eksperimen dari kue-kue Anda itu bisa saja menjadi penguatan branding sehingga berbeda dan unik dari usaha-usaha kue lainnya.
  4. Jika Anda melakukan inovasi, jangan lupakan jasa seorang tester. Tester dapat dikatakan sebagai ring awal yang akan merasakan pertama kali kue hasil olahan Anda. Baik buruk, enak atau tidak, tergantung seorang tester. Wow, tetapi jangan anggap seorang tester adalah kendala yang harus Anda hadapi. Tidak. Seorang tester inilah yang akan memberikan masukan seperti bahan apa yang mesti jadi tambahan agar kue Anda unik dan enak. Seorang tester bisa saja anak Anda sendiri, atau tetangga, atau kerabat. Namun, jika Anda menginginkan komentar seorang profesional, ada pula yang menyediakan jasa tester tersebut. Atau, jika Anda menginginkan tester yang masif, Anda bisa mengupload foto-foto kue Anda tersebut ke medsos, lalu mendaftarkan beberapa nama yang akan jadi tester. Selanjutnya mengirimkan kue-kue Anda itu kepada tester tanpa harga alias gratis. Ajang ini bisa sekaligus menjadi media promosi yang efektif.
  5. Lakukan survey pasar tentang keinginan para konsumen yang sedang jadi trendsetter. Oleh karena itu, wajib bagi Anda pengusaha kue mempunyai medsos khususnya instagram. Mengapa instagram? Sebab, di instagram, konsumen kuliner terutama di Indonesia banyak berkumpul di sini. Anda bisa cek, jenis kue, atau bentuk unik dari kue-kue yang sedang jadi tren tersebut.
Selain strategi di atas, sedikitnya ada 50 cara promosi efektif yang juga dapat Anda lakukan. Promosi ini sebenarnya tidak saja bisa diterapkan pada usaha kue Anda tetapi pada usaha-usaha lainnya. Apa saja ke 50 cara promosi yang juga dilansir oleh beresweb.com itu:

  1. Memasang iklan baris di koran.
  2. Memasang iklan di buku telepon (yellow pages).
  3. Menyebarkan katalog promosi dan iklan.
  4. Mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif.
  5. Mendatangi langsung konsumen yang potensial.
  6. Berpromosi lewat surat (direct mail).
  7. Menjadi pembicara di seminar, dan bicarakan hal-hal yang hanya dikuasai.
  8. Menjadi pembicara tamu acara dialog di radio.
  9. Membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya. Jaga terus agar tetap up to date.
  10. Membangun citra perusahaan dengan kop surat yang menarik.
  11. Merancang brosur yang menjelaskan keuntungan produk.
  12. Mengembangkan cara pemesanan lewat jarak jauh (delivery) seperti lewat surat, email, SMS, Telpon, BBM atau media lainnya.
  13. Membuat tempat khusus untuk memamerkan usaha Anda.
  14. Merancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
  15. Membuat logo usaha sesuai dengan citra yang dibangun.
  16. Menerbitkan buletin yang berkaitan dengan usaha yang dimiliki, paling tidak 3 bulan sekali.
  17. Mencetak kalender dan membagikannya sebagai souvenir.
  18. Membuat kampanye sosial yang berkaitan dengan bisnis Anda.
  19. Membuat stiker dengan logo dan slogan usaha Anda.
  20. Membuat kaos dengan logo dan nama perusahaan Anda.
  21. Menjajaki promosi dengan usaha lain yang tidak termasuk pesaing.
  22. Memasang iklan di media cetak mingguan atau bulanan seperti majalah, buletin, atau tabloid.
  23. Memanfaatkan promosi patungan untuk menghemat biaya promosi.
  24. Berterimakasih pada konsumen dengan mengirimi surat, SMS, atau BBM.
  25. Menjaga hubungan dengan konsumen dengan mengirimkan kartu ucapan.
  26. Memasang profil usaha di koran dan majalah yang biasa dibaca calon konsumen sasaran.
  27. Menyewa agen periklanan atau humas (Public Relation).
  28. Menyelenggarakan kontes atau sayembara yang bersifat promosi.
  29. Menyelenggarakan seminar yang khusus membahas produk atau jasa yang ada di perusahaan.
  30. Menyelipkan brosur, katalog promosi atau bahan promosi lain ke dalam tagihan yang dikirim.
  31. Mencari calon konsumen di pameran-pameran.
  32. Mencari calon konsumen di perkumpulan atau komunitas yang berhubungan dengan bisnis Anda.
  33. Menari calon konsumen di seminar-seminar.
  34. Mencari konsumen potensial di majalah atau koran.
  35. Mengemas brosur, daftar harga, dan surat menyurat dalam tempat khusus untuk konsumen.
  36. Memasang papan penunjuk yang mengarah ke toko usaha Anda.
  37. Menyebarkan brosur yang diselipkan di wiper kaca mobil.
  38. Mencetak kalimat bersifat promosi pada kertas promosi atau amplop.
  39. Memasang logo dan nama usaha di kendaraan Anda.
  40. Membuat daftar produk, lengkap dengan gambar.
  41. Menyiapkan video tentang profil usaha.
  42. Menyiapkan proposal yang ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen.
  43. Menyiapkan contoh produk gratisan.
  44. Menyediakan kesempatan pada calon konsumen untuk melihat-lihat proses produksi.
  45. Mensponsori acara amal.
  46. Menyebarkan kartu nama ke kenalan, saudara, teman, atau siapa saja.
  47. Membuat mug dan membagikannya sebagai cinderamata.
  48. Membuat topi sebagai hadiah.
  49. Menerbangkan balon berisi logo usaha pada acara-acara tertentu.
  50. Beriklan di media elektronik seperti radio dan televisi.
  51. Pasang papan iklan di reklame, halte bus, dan tempat-tempat strategis.
(kc/red)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/2045-siapa-bilang-bisnis-kue-cuma-laku-saat-lebaran.html