Batu Akiak Ikon Luak Limopuluah, Pancar Lumut Suliki Juara

Senin, 15 Desember 2014 13:13 WIB

Payakumbuh, Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Kontes batu akik Luak Limopuluah yang digelar Komunitas Batu Akiak Bagewang Payakumbuh di pelataran parkir Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (14/12/2014), memunculkan lima kelas batu akiak sebagai pemuncaknya.

Menurut Ijot Goblin, Sekretaris Panitia, lebih kurang 400 batu akiak dari Luak Limopuluah ikut dalam kontes ini.

“Jumlah ini sudah melampaui target kami. Yang justru menggembirakan, peserta berasal bukan saja dari Payakumbuh saja, tapi hampir semua daerah dan kabupaten di Sumatera Barat ikut dalam iven ini. Malah lebih kurang 50 batu akiak yang ikut, pemiliknya berdomisili di Duri Riau,” kata Ijot Goblin, kepada kinciakincia.com, Minggu (14/12/2014) di Payakumbuh.

Melihat antusiasme “penggila” batu akiak ini di Sumatera Barat, dan daerah tetangga, Komunitas Bagewang berencana memprogramkan kegiatan serupa tahun depan dengan cakupan lebih luas lagi.

Kontes batu akiak ini, kata mantan koreografer ini, digelar selain memeriahkan Hari Jadi ke-44 Kota Payakumbuh, juga mengangkat potensi sumber daya alam Luak Limopuluah yang kaya kandungan batu mulia yang bernilai ekonomis.

“Kontes ini diharapkan mengstimulan dan mendorong agar batu akiak asal perut bumi Luak Limopuluah terangkat secara ekonomis, dan jadi ikon penting daerah ini. Artinya, jika wisatawan melancong ke Luak Limopuluah, tak lengkap jika tak membawa batu akiaknya,” katanya.

Kontes batu akiak Luak Limopuluah ini dibuka secara resmi Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kontes batu akiak yang baru pertama kali digelar di Kota Payakumbuh merupakan momentum yang sangat tepat di saat batu akiak sedang booming di Indonesia, termasuk di Luak Limopuluah yang merupakan daerah penghasil batu akik berkelas di Indonesia,” kata Suwandel Muchtar.

Dijelaskannya, setiap pejabat Payakumbuh dan Limapuluh Kota keluar daerah, pejabat yang dikunjungi selalu meminta batu akiak dari Payakumbuh.

“Ini artinya, batu akiak asal bumi kita ini sudah branding, dan kini bagaimana memanejnya, mengelola, dan mengemasnya. Iven kontes batu akiak ini, tentu salah satu dari sekian banyak cara yang harus kita lakukan bersama,” terangnya.

Setelah melalui penjurian yang ketat oleh lima dewan juri yang diketuai Masri Dt Bijo dengan angotanya Prof Dr Syafwandi, Dt Majo Basa Bayuang Ameh, Dodi Yulisandi, dan Indra memilih untuk Kelas Lumut Campuran Jumbo juara 1 diraih Teddy dengan batu akiak pancar lumut suliki.

Untuk Kelas Lumut Campuran Medium juara 1 Melky Brata dengan jenis batu akiak pancar lumut suliki. Sedangkan untuk Kelas Lumut Hijau Jumbo juara 1 diraih atas nama Kembar PS jenis batu lumut hijau sauik.

Sementara untuk Kelas Lumut Hijau Medium juara 1 atas nama Yomi dengan batu lumut hijau suliki, sedangkan untuk Kelas Chalcedony juara 1 atas nama Boy jenis batu campago biru suliki.

Selain mendapatkan tropi, dan uang tunai dengan total Rp15 juta, para pemuncak panitia juga memberi sertifikat bagi batu yang keluar sebagai pemenang.

“Kita foto batu pemenang dan sebagai bukti kita pasang fotonya di piagam. Ada lima kelas batu yang dikonteskan,” kata Ijot.


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/1444-batu-akiak-ikon-luak-limopuluah-pancar-lumut-suliki-juara.html