Pesepeda Kota Padang Lepas Ratusan Anak Penyu di Pantai Air Manis

Senin, 03 November 2014 02:44 WIB

Padang, Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Puluhan komunitas pesepeda dari Mountain Bike dan RCC Bukit Lampu dan beberapa pecinta sepeda lainya, Minggu pagi (2/11/2014) berangkat dari rumah masing menuju rumah penangkaran penyu Dinas Kelautan dan Perikanan Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat.

Jalur yang sangat menantang dengan tanjakan dan penurunan tajam menjadi tantangan tersendiri bagi pecinta sepeda untuk ikut berpartisipasi melepaskan ratusan anak penyu yang berhasil ditangkarkan Dinas Kelautan Kota Padang.

Hikmah, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya UBH salah seorang peserta menyebutkan, pesepeda harus melewati jalan menanjak di bukit Koto Kaciak, walau panjangnya hanya sekitar 2 kilometer, banyak peserta yang menyerah setelah sampai di puncak dan memutuskan untuk tidak meneruskan.

“Padahal dari puncak untuk menuju pantai Air Manis jalannya menurun, tetapi mungkin yang membuat mereka tidak meneruskan adalah membayangkan tanjakan untuk kembali pulang,” sebut Hikmah.

Rasa penat dan lelah pesepeda tersebut terobati sudah ketika para pesepeda disambut keindahan alam pantai air manis dengan objek wisata malin kundang dan baharinya. Pihak Dinas Kelautan Kota Padang pun mengajak rombongan tersebut kerumah penangkaran penyu sekaligus mengajak untuk berpartisipasi melepaskan ratusan anak penyu hasil penangkaran.

Tidak ketinggalan, Zalbadri, Kepala Dinas Kelautan Kota Padang yang ikut hadir, juga mengajak serta puluhan karyawan Adira Finance Padang 1 yang menggelar acara family gathering disana untuk ikut serta.

Disebutkan Zalbadri, rumah itu selain untuk penangkaran penyu juga dioperasikan sebagai objek wisata penyu bertelur sekaligus sebagai upaya pelestarian hewan tersebut, sekaligus menjadi bagian atraksi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Selain akan membuat Padang menjadi destinasi wisata dengan keunikan tersendiri, ekowisata berbasis penyu juga akan berperan penting dalam melestarikan kekayaan hayati," jelasnya.

Azwir, salah seorang partisipan pesepeda sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Menyenangkan sekali, walau semula menanjak yang cukup melelahkan dari Koto Kaciak terobati dengan tukik-tukik penyu yang lucu-lucu,” sebut Azwir.

Lain halnya dengan yang diungkapkan Khairul Idrus dari kmunitas RCC Bukit Lampu.

"Ini pengalaman saya yang pertama dalam hal seperti ini, sebelumnya belum pernah sama sekali, biasanya kan pelepasan tukik-tukik penyu itu digelar secara seremonial dan oleh pejabat-pejabat saja. Kali ini kami berkesempatan melepasnya, benar-benar seru,” imbuh Khairul.

Sementara itu, Alek dari Adira Finance Padang 1, mengaku sangat surprise dengan acara tersebut, ia dan teman-temannya tidak menyangka akan diajak serta, menurutnya lagi, selama ini ia belum tahu keberadaan rumah rumah penyu tersebut telah berhasil menangkarkan penyu, dan hasil penangkarannya pun bisa dijadikan sebagai atraksi wisata.

Khairul dan Alek sependapat, bahwa dari kegiatan tersebut menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama makhluk Tuhan yg lebih dalam lagi.

“Kita harus melestarikan kelangsungan hidup penyu-penyu ini, siapa lagi kalau bukan kita?" imbuh Idrus dengan mengajak semua yang hadir makin mencintai alam sekitar. (wk/kc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/1239-pesepeda-kota-padang-lepas-ratusan-anak-penyu-di-pantai-air-manis.html