Batu Bacan Populer karena Dipakai Presiden SBY dan Barack Obama

Jumat, 10 Oktober 2014 04:17 WIB

Jakarta, Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Ada yang berbeda di Atrium Mal Senayan City, Jakarta Selatan pada Kamis (9/10/14) kemarin hingga hari ini, diperkirakan sampai akhir pekan. Pengunjung yang datang khususnya para pecinta batu cincin tampak mendatangi stan Kabupetan Halmahera Selatan yang menawarkan Batu Bacan milik Atika Jewellery.

Seperti dikutip dari www.bisniswisata.co di stan tersebut terlihat beberapa pengunjung tampak ada yang terperanjat dengan harga yang ditawarkan, bahkan ada yang baru pertama kali tahu tentang batu tersebut.

Namun bagi para pecinta batu tentu tidak asing dengan Batu Bacan. Kini, batu permata itu tengah tren. Di Indonesia, batu jenis ini hanya ditemukan di daerah Maluku Utara, tepatnya Kabupaten Halmahera Selatan. Batu itu banyak ditemukan di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Bacan. Nama Bacan diambil sesuai dengan nama daerah tempat batu itu ditemukan.

Dahulu Batu Bacan nilainya tidak semahal seperti sekarang, karena pada saat itu tidak ada pembeli lokal dan pembeli luar daerah. Pada 1990-an batu ini berbentuk bongkahan (palamea) dengan berat sekitar 10 Kg dari jenis super dihargai seorang turis asal Singapura seharga Rp7 juta. Sejak itu Batu Bacan mulai dikenal di kalangan penggemar batu mancanegara, terutama warga keturunan Tionghoa yang sangat berminat pada batu jenis super warna hijau ini.

“Kini Batu Bacan banyak diburu pecinta batu. Harganya juga kalah jauh dibanding batu permata jenis lainnya. Popularitas Batu Bacan menjulang karena sejumlah keunikan yang ditemukan di batu ini,” ujar Atika saat ditemui pada acara Festival Kie Raha di Mal Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2014).

Kepada pengunjung sambil menyorotkan senter ke arah batu cincin, Atika mengatakan, “Lihat Batu Bacan di cincin ini pak, dagingnya bagus merata, seratnya halus, warnanya jelas, dan seperti membentuk manusia. Jenis batu ini bagus.”

Perempuan yang mulai serius menekuni bisnis batunya dua tahun belakangan ini mengatakan, Batu Bacan tidak hanya untuk hiasan, batu yang dikategorikan sebagai batu mulia ini juga bisa untuk kesehatan, semakin lama batu ini digosok atau dipakai akan berubah warna makin terang karena proses kristalisasi (silisifikasi) yang terjadi secara alami.

Bahkan ada kepercayaan sejumlah pencinta batu bahwa seiring makin beningnya warna bacan, sang pemilik akan semakin hoki atau banyak rejeki, membuat batu ini diburu.

Atika mengatakan, Batu Bacan terdiri dari beberapa jenis. Ada Bacan Doko, Bacan Palamea, dan juga Bacan Bisori. Ciri yang membedakan adalah warna yang dimiliki oleh batu bacan tersebut.

Bila kehijauan, berarti Bacan Doko, sedangkan warna kebiruan adalah Bacan Palamea.

“Bacan mengalami pemrosesan warna, dari buram ke warna bening. Semakin bening dan semakin banyak orang mengejar maka semakin mahal pula harganya. Jika Anda beli satu batu ini sekarang seharga Rp1 juta maka dalam waktu tidak berapa lama harga batu yang Anda beli bisa berharga Rp3 juta,” jelas Atika.

Capai Rp65 Juta

Soal harga, jangan terkejut karena batu yang juga tengah diburu kolektor itu memiliki harga yang luar biasa. Harga Batu Bacan ditentukan oleh kualitas dan motif serta ukuran besar kecilnya batu.

“Untuk ukuran cincin mulai dari Rp500.000 hingga Rp60 juta bahkan ada yang ratusan juta, seharga sebuah mobil mewah. Sedangkan bongkahan baru doko Rp65 juta. Bongkahan batu ini dikupas lalu kita cari dagingnya. Batu ini tidak hanya untuk cincin saja, bisa dijadikan liontin, plakat, bros, dan patung,” ungkapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Selatan, Fatma Usmansyah menambahkan, Batu Bacan sebagai ikonnya Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Batu Bacan ini punya nyawa, warnanya akan semakin bagus jika terus dipakai, karena batu ini bersentuhan dengan kulit/tubuh.

Menurut Fatma, Batu Bacan ini bukan hanya digemari masyarakat Halmahera Selatan saja, tapi Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun suka dengan Batu Bacan ini.

"Mungkin karena batu ini disukai presiden Amerika, jadi batu ini semakin mahal harganya. Bahkan Pemda pun sedang proses Perdanya agar masyarakat tidak menambang sembarangan. Jadi kalau perdanya sudah selesai dibuat, masyarakat tetap boleh menambang asal harus ada izin pemda,” jelas Fatma.

Ia mengatakan, selain Batu Bacan, kami juga memiliki Batu Obi. Jika Batu Bacan warnanya lebih mendominasi hijau, maka Batu Obi berwana merah.

Diakuinya, Batu Bacan belum diekspor, tapi kebanyakan orang luar seperti Taiwan, Korea, India, dan turis asing lainnya yang datang ke Halmahera hanya memburu Batu Bacan dan pariwisatanya, yakni [i]spot diving. “Ada 20 spot diving disana, dan kami sedang dalam proses pembangunan resort,”tutup Fatma. (wk/kc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/1114-batu-bacan-populer-karena-dipakai-presiden-sby-dan-barack-obama.html