Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Kamis, 16 Mei 2019 13:50 WIB
Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%
Kinciakincia.com - Industri sawit dalam negeri menghadapi berbagai tantangan sepanjang kuartal I 2019. Meski begitu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan ekspor minyak sawit, berupa minyak sawit mentah (CPO), biodiesel, oleochemical, dan produk turunannya, mampu mencapai 9,1 juta ton pada kuartal I 2019, tumbuh 16% secara tahunan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan industri kelapa sawit menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar negeri. Pada awal tahun, industri sawit diadang diskriminasi sawit Uni Eropa melalui rencana penerapan Renewable Energy Directive II (RED II). Kebijakan ini akan menghapus penggunaan biodiesel berbasis sawit karena minyak sawit digolongkan sebagai beresiko tinggi terhadap deforestasi (ILUC – Indirect Land Used Change) sedangkan minyak nabati lain digolongkan beresiko rendah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Dia menyebut, sentimen RED II Uni Eropa sedikit banyak turut menggerus kinerja ekspor Indonesia. Belum lagi dengan lesunya perekonomian di negara tujuan utama ekspor khususnya India, yang berdampak signifikan terhadap permintaan minyak sawit negara tersebut. "Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok ikut mempengaruhi perdagangan kedelai kedua negara yang berujung pada menumpuknya stok kedelai di AS," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/5).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Sedangkan di dalam negeri, Mukti mengatakan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terus menekan industri untuk keterbukaan informasi tentang hak guna usaha (HGU). Ditambah, industri masih dibayangi kekhawatiran tren harga CPO global yang terus menurun. Sepanjang Maret, harga CPO global tercatat masih melemah, yakni di kisaran US$ 510 – US$ 550 per metrik ton dengan harga rata-rata US$ 528,4 per metrik ton.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Harga rata-rata ini tergerus 5% dibandingkan harga rata-rata Februari US$ 556,5 per metrik ton. Pada Maret 2019, Gapki mencatat ekspor CPO dan turunannya dari Indonesia ke India anjlok 62% menjadi 194,41 ribu ton, dibandingkan 516,53 ribu ton per Februari.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Perlambatan pertumbuhan ekonomi India yang hampir memasuki ambang krisis disinyalir menyebabkan permintaan minyak sawit India baik dari Indonesia maupun Malaysia menurun. Penurunan permintaan juga diikuti negara Afrika 38%, Amerika Serikat 10%, Tiongkok 4% dan Uni Eropa 2%. Di tengah berbagai tantangan tersebut, di luar dugaan, ekspor minyak sawit ke negara lain naik 60% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Peningkatan permintaan CPO dan produk turunannya dari Indonesia yang cukup signifikan datang dari Asia khususnya Korea Selatan, Jepang dan Malaysia. "Dengan beragam tantangan tersebut, ekspor minyak sawit Indonesia masih tetap tumbuh meskipun masih di bawah harapan," ujar Mukti.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
Di sisi lain, penyerapan biodiesel di dalam negeri tercatat turun. Sepanjang Maret lalu penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai lebih dari 527 ribu ton atau turun 19% dibandingkan Februari lalu sebesar 648 ribu ton. "Turunnya penyerapan biodiesel disinyalir karena keterlambatan permintaan dari Pertamina. Sehingga pengiriman ke titik penyaluran ikut terlambat," ujarnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Minyak Sawit Triwulan I Naik 16%: https://kinciakincia.com/berita/4721-ekspor-minyak-sawit-triwulan-i-naik-16.html
(Sumber: katadata.com)



Kirim ke Teman jumlah akses: 25 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 16 Mei 2019

Pertumbuhan Desain Komunikasi Visual Pesat, tapi Kontribusinya Masih Minim

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan desain komunikasi visual merupakan salah satu subsektor yang paling pesat pertumbuhannya. Angkanya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 8,14% pada 2017. Posisinya berada di nomor empat pertumbuhan tercepat di sektor ekonomi kreatif, mengekor fotografi 8,26%; film, animasi, dan video 10,30%; serta televisi dan radio 10,35%. Namun, kontribusi d.....
Rabu, 15 Mei 2019

Bekraf Dorong Brand Streetwear yang Mengikuti Pameran Para-Site Go Internasional

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan fasilitas 20 merek streetwear untuk pameran Para-Site di The Space Senayan City pada 23-26 Mei 2019. Hal ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong dan mengembangkan produk busana gaya hidup potensial kepada pasar global. Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak menyatakan Para-Site merupakan acara streetwear pertama dan terbesar di.....
Rabu, 15 Mei 2019

Rupiag Melemah Lagi, karna Perang Dagang AS-China

Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pekan ini.Ketegangan perang dagang antara AS dan China serta rilis data neraca perdagangan April 2019 membayangi laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Rabu (15/5/2019), rupiah melemah tipis empat poin dari posisi 14.444 per dolar AS p.....
Senin, 13 Mei 2019

Sepanjang Triwulan I 2019 Industri Tekstil dan Pakaian Melonjak

Sepanjang kuartal I 2019, industri tekstil dan pakaian mengalami lonjakan yang signifikan, tumbuh 18,98%. Pencapaian pada kuartal I 2019 ini jauh lebih baik ketimbang pencapaian kuartal I 2018 yang sebesar 7,46%, bahkan melebihi pencapaian sepanjang 2018 yang sebesar 8,73%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pun menunjukkan, produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada triwulan I 201.....
Senin, 13 Mei 2019

Akhirnya Harga Bawang Putih di Pasar Raya Turun

Harga bawang putih di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami penurunan dari harga sebelumnya yang sempat menembus angka Rp90 ribu per kilogram."Harga bawang putih yang sebelumnya Rp90 per kilogram, kini turun menjadi Rp38 ribu-Rp40 ribu per kilogram," kata pedagang Tinton Burhan, di Padang, Senin.Untuk bawang putih tanpa kulit saat ini dijual pedagang berkisar Rp44 ribu per .....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35