Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 02 April 2019 15:01 WIB
Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Kinciakincia.com - Nama songket Pandai Sikek dari Sumatera Barat (Sumbar) sudah tersohor ke mana-mana. Namun, seperti kebanyakan kondisi usaha kain wastra lainnya, songket Pandai Sikek mulai kehilangan penerus.Meski begitu, masih ada pengusaha yang bertahan melestarikan songket ini, salah satunya Dila. Perempuan yang sudah jadi pengrajin sejak 2008 di tanah kelahirannya, Tanah Datar, Sumbar. inimengawali usaha dengan hanya memproduksi sarung dan selendang saja.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
"Karena jumlah pengrajinnya terbatas,"tutur Dila. Ia lalu mendengar informasi tentang Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang membuka pelatihan bagi pengusaha muda.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Dila pun memutuskan ikut serta dalam pelatihan yang diadakan selama enam bulan bersama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lain. Selama pelatihan di RKB, tokonya di Pandai Sikek tetap beroperasi. Kala itu, sekitar 30-40 sarung dan selendang terjual per bulan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Ketika pelatihan selesai, Dila yang bergabung di RKB pada 2010 itu memberanikan diri membuka toko di sebuah mal di Jakarta pada 2011. "Di situlah saya memberanikan diri tak hanya jual selendang dan sarung. Tapi juga kebaya, tas, dan sepatu. Yang paling laku tetap sarung dan selendang," paparnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Dila mengaku senang bergabung di RKB karena amat membantu pengembangan usahanya, terutama perihal penjualan yang terus meningkat. Ia menuturkan, untuk selendang dan sarung songket Pandai Sikek rata-rata terjual 60-70 potong per bulan, sedangkan kebaya bisa mencapai 60 potong.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
"Kalau sepatu dan tas belum sebanyak itu. Kadang saya tak bisa menghitung secara pasti berapa produk yang terjual sebulan karena ada saatnya pembeli memborong sangat banyak. Tapi, di bulan berikutnya penjualan normal," tuturnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Seiring meningkatnya omzet, Dila kini mempekerjakan 60 pengrajin songket untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Apalagi, ia juga menjual produk secara online melalui laman Blanja.com.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Ia mengungkap, peningkatan penjualan produk dipengaruhi jumlah konsumen yang terus menanjak. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
"Konsumen dari negara tetangga kebanyakan datang langsung ke toko saya. Mereka sering memborong songket untuk dijual lagi di negaranya," ujar Dila bersemangat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Tak hanya itu, ia juga mengungkap rasa bangga bisa berkesempatan memperlihatkan hasil kerajinan tangan dari Sumatera Barat di Indonesia Pavilion yang dibuka selama Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
"Saya senang seluruh delegasi dari beberapa negara sangat tertarik melihat tenun songket Pandai Sikek, ini semakin membuat usaha saya mendunia,"kata Dila semringah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html
Berbagai manfaat yang dirasakan sejak bergabung di RKB itulah yang membuat Dila optimis UMKM-nya bisa terus berkembang. Ia juga berharap kemajuanusaha songket Pandai Sikekbisa jadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mengikuti jejaknya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Kisah Pengrajin Songket Pandai Sikek Bertahan di Tengah Perubahan Zaman: https://kinciakincia.com/berita/4522-kisah-pengrajin-songket-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-perubahan-zaman.html




Kirim ke Teman jumlah akses: 99 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 02 April 2019

Usaha Kerajinan Dominasi UMKM di Sumbar

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Zirma Yusri, mengatakan usaha kerajinan mendominasi sekitar ratusan ribu UMKM yang ada di Sumbar. Ia menyebutkan, meski tidak mempunyai data yang pasti, namun melihat dari binaan UMKM yang dilakukan setiap tahunnya, sebagian besarnya bergerak di bidang usaha kerajinan. “Hingga 2017, kalau tidak .....
Selasa, 02 April 2019

Usaha Kerajinan Dominasi UMKM di Sumbar

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Zirma Yusri, mengatakan usaha kerajinan mendominasi sekitar ratusan ribu UMKM yang ada di Sumbar. Ia menyebutkan, meski tidak mempunyai data yang pasti, namun melihat dari binaan UMKM yang dilakukan setiap tahunnya, sebagian besarnya bergerak di bidang usaha kerajinan. “Hingga 2017, kalau tidak .....
Senin, 01 April 2019

Petani Ikan Korban Banjir Dharmasraya Terima Asuransi

Sebanyak lima pembudidaya ikan darat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menerima klaim asuransi sebagai ganti rugi akibat bencana banjir yang melanda kolam usaha budidaya berapa waktu lalu."Saya harap klaim asuransi ini dapat meringankan beban pembudidaya yang gagal panen akibat terdampak banjir," kata Wakil Bupati Dharmasraya, Amrizal di Pulau Punjung, Senin.Program Asurans.....
Kamis, 28 Maret 2019

Go-Food Bantu Dorong UMKM Jadi Melek Digital

Dengan adanya layanan Go-Food dari Go-Jek, sebanyak 75% responden UMKM menerapkan pembayaran non-tunai setelah menjadi mitra Go-Food. Sebanyak 90% mitra memiliki alasan bergabung dengan Go-Food untuk meningkatkan pemasaran.Data tersebut dipaparkan oleh Lem.....
Senin, 18 Maret 2019

Pasar Sate Kembali Diadakan Di Khatib Sulaiman

Persatuan Pedagang SatePadang adakan Pasar Sate di Halaman Kantor DinasPerdagangan di JalanKhatibSulaiman Kota Padang, Sumatera B.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35