Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 13 Maret 2019 14:09 WIB
Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?
Kinciakincia.com - Penjajahan Kolonial Belanda masa lalu, masih menyisakan kisah menarik pada Bangsa ini. Berbagai peninggalan sejarah menjadi bukti, kehadirannya berdampak pada kehidupan masyarakat hingga saat ini.Hal tersebut juga dialami Kabun Sibarasok, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Di sini terdapat salah satu gudang pengolahan disertai 400 hektar perkebunan kopi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Menurut Hamidi (62), warga setempat, perkebunan tersebut dimulai sejak 1936 oleh Kolonial Belanda. Setelah Penjajahan berakhir, mereka mengembalikan lahan masyarakat. Sehingga ninik mamak membagi tanah pusaka itu kepada masing-masing kaumnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Sejak saat itu, masyarakat kembali menggarap sendiri lahan tersebut secara tradisional. Perkebunan kopi terus dilanjutkan, sesuai kemampuan dengan sangat sederhana.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
“Sejak lahan ini dikembalikan ke masyarakat oleh Belanda, sejak itulah kami menggarap dan melanjutkan perkebunan tersebut,” ungkapnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Hamidi menambahkan, jenis bibit kopi di tanam Belanda berupa Robusta. Dan sempat ditukar bibit Arabika, namun tidak cocok dan pemasaran sangat susah. Sehingga masyarakat kembali menanam bibit jenis Robusta.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
“Sayangnya kami tidak mendapatkan ilmu cara pengolahan modren yang dilakukan Kolonial Belanda. Sehingga kami hanya bisa mengolah secara tradisional saja,” terangnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Ada beberapa orang yang telah mengolah menggunakan mesin, namun masih dalam skala kecil. Setidaknya sudah mulai menembus ke luar Provinsi Sumatra Barat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Sementara itu, peninggalan Belanda berupa bangunan hanya menyisakan puluhan tongga dan beberapa pondasi saja. Tidak terawat sebagai situs sejarah peninggalan masa lalu. Begitu pula sisa-sisa logam besi, sebagian besar sudah banyak yang hilang. Sebagian kecil masih ada disimpan warga setempat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Amri Syam Sutan Pamenan (69), pemilik kebun kopi di Kabun Sibarasok juga menjelaskan, awalnya perkebunan Kolonial Belanda sekitar 400 hektar. Perkebunan sempat bertambah 600 hektar hingga saat ini berkembang menjadi 850 hektar.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
“Setau saya, setelah Belanda itu hendak pergi meninggalkan negara ini, mereka mengembalikan tanah perkebunan tersebut ke Ninik Mamak dan diserahkan ke masing-masing kaum,” tutur Amri.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Ia melanjutkan, perkebunan tersebut memang sangat cocok pada tanaman kopi. Hanya saja perhatian pemerintah sangat lemah. “Padahal kami sangat membutuhkan pembinaan,” harapnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
Selain kopi, saat ini masyarakat perkebunan ini juga mengembangkan tanaman Manggis, Durian dan Kulit Manis. Selain perkebunan, daerah tersebut sangat potensial dikembangkan agrowisata serta wisata sejarah Situs Gudang Kopi Peninggalan Kolonial Belanda.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Situs Gudang Kopi Peninggalan Belanda Di Agam Ditemukan?: https://kinciakincia.com/berita/4484-situs-gudang-kopi-peninggalan-belanda-di-agam-ditemukan.html
“Panaroma Puncak Bukit Kabun Sibarasok serta Puncak Pemancar di sini sangat indah. Bahkan panaroma Danau Maninjau dan Pantai Tiku sangat jelas dari atas sana. Sangat disayangkan potensi ini tidak kita kembangkan,” pungkasnya.



Kirim ke Teman jumlah akses: 136 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 12 Maret 2019

Lengkapi Perizinan Secara Online, Aplikasi Kopi Mantap Diluncurkan

Melengkapi perizinan online terpadu atau Online Single Submission yang lebih dulu diluncurkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal meluncurkan aplikasi terbaru bernama Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi atau Kopi Mantap.Nantinya Kopi Mantap ini akan mengintegrasikan koordinasi dengan para pihak terkait. Seperti misalnya kementerian dan lembaga dan Pemerintah D.....
Jumat, 08 Maret 2019

Bunga Bangkai Amorphophallus Titanus Muncul Di Palupuah Agam

Setangkai Bunga Bangkai atau Amorphophallus Titanum tumbuh subur di Pandan, perbatasan Jorong Batang Palupuah – Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.Menurut warga setempat, Heru (23) mengatakan bunga bangkai raksasa tersebut memiliki tinggi 2 meter dan sudah 15 hari terlihat di sana. “Saat ini kelopak bunga sudah mulai terbuka dan d.....
Jumat, 08 Maret 2019

Ada Perjanjian Ekonomi RI-Australia, Impor Sapi bakal Bejibun?

Kesepakatan kerja sama ekonomi Indonesia yang diteken pekan lalu memberi kemudahan perdagangan bagi kedua negara. Salah satunya bebas tarif bea masuk, termasuk untuk komoditas pangan.Contohnya bebas tarif bea masuk berlaku untuk impor sapi bakalan dari Australia.Di sisi lain Bebas bea masuk ini dikhawatirkan akan mengancam produktivitas peternak sapi lokal.Menanggapi itu, Direktur Eks.....
Rabu, 06 Maret 2019

Sudah Ada Layanan Perizinan Keliling Di Solok

Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, menghadirkan layanan perizinan keliling guna memudahkan setiap warga setempat dan investor dalam pengurusan berbagai hal perizinan."Layanan terbaru hasil inovasi DPMPTSP saat ini, izin yang telah dikeluarkan langsung diantarkan petugas kepada penerima menggunakan mobil operasional yang telah disiapkan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelay.....
Rabu, 06 Maret 2019

Sumbar Alami Deflasi Pertama di 2019, Ini Analisis Pemicunya

Sumatera Barat mengalami deflasi pertama pada tahun ini, periode Februari 2019. Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2019 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,45% (mtm) atau turun dibandingkan realisasi Januari 2019 yang mencatat inflasi sebesar 0,17 % (mtm). "Laju inflasi bulanan pada Februari 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan historis rata-rata periode Februari 3 tahun terak.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35