Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 13 Februari 2019 15:32 WIB
Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia
Kinciakincia.com - Malaysia tidak lagi mengenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) atas impor produk baja Hot Rolled Coil (HRC) asal Indonesia terhitung sejak 9 Februari 2019.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menjelaskan, penghentian BMAD ini merupakan hasil dari tinjauan administrasi Ministry of International Trade and Industry Malaysia (MITI) yang dimulai pada 14 Agustus 2018.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“BMAD ini berlaku selama lima tahun yaitu dari Februari 2015—Februari 2020. Namun, pada
perkembangannya industri dalam negeri Malaysia selaku pemohon BMAD mengalami masalah internal, sehingga menghentikan secara keseluruhan produksi HRC. Praktis sejak 2016 Malaysia tidak lagi mampu memasok HRC ke pasar domestik,” kata dia di Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Langkah ini, kata Oke, merupakan inisiatif PT Krakatau Steel, Tbk yang telah mengajukan peninjauan atas pengenaan BMAD HRC asal Indonesia.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“Berhentinya operasional industri dalam negeri Malaysia yang memproduksi subyek BMAD menjadi dasar kuat mengajukan peninjauan kembali pengenaan BMAD,” kata dia.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“Malaysia telah mematuhi peraturan perundang-undangan mereka sendiri. Penghentian operasional perusahaan baja Malaysia Megasteel telah merubah kondisi pasar domestik dan BMAD menjadi tidak relevan lagi karena tidak ada industri dalam negeri
Malaysia yang memerlukan perlindungan,” ujar dia.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Sementara, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati mengatakan, komitmen pemerintah Indonesia yang telah memberikan pendampingan Krakatau Steel dalam proses peninjauan, berbuah hubungan dagang yang semakin harmonis.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“Kami bersyukur dapat menuntaskan tugas pendampingan dan upaya pembelaan bersama hingga membuahkan hasil yang diinginkan. Diharapkan hal ini dapat memperbaiki kinerja ekspor Indonesia dan kondisi industri baja Indonesia itu sendiri,” kata dia.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Pengenaan BMAD oleh Malaysia atas produk HRC Indonesia telah mengganggu kinerja ekspor HRC Indonesia ke Malaysia. Sebelum pengenaan, pada tahun 2014 ekspor HRC ke Malaysia sempat membukukan nilai sebesar 30 juta dolar AS.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Namun, ekspor tersebut turun menjadi 8,6 juta dolar AS pada tahun pertama pengenaan. Bahkan, selama tiga kuartal pertama 2018 ekspor tersebut turun hingga sebesar 92 ribu dolar AS.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Sementara itu, Pemerintah Australia juga tidak melanjutkan proses peninjauan kembali pengenaan BMAD sebesar 8,6—19 persen atas impor produk baja Hot Rolled Plate (HRP) asal Indonesia yang berlaku sejak 19 Desember 2013.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Sesuai dengan ketentuan Anti Dumping Agreement, pengenaan tindakan anti dumping hanya boleh berlaku paling lama lima tahun kecuali diperpanjang. Untuk itu, pengenaan BMAD tersebut telah berakhir pada 19 Desember 2018.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“Kami telah menelusuri situs resmi Otoritas Australia dan tidak menemukan langkah lebih jauh dari otoritas untuk memperpanjang BMAD setelah 19 Desember 2017 atau tepat setahun sebelum BMAD berakhir, sehingga sesuai ketentuan Anti Dumping Agreement, pengenaan BMAD tersebut berakhir pada 19 Desember 2018,” terang Pradnyawati.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
Ekspor HRP ke Australia pada 2012 sebelum pengenaan BMAD tercatat sebesar 32 juta dolar AS. Nilai ekspor tersebut terus turun hingga mencapai 1,2 juta dolar AS pada periode Januari—September 2018.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Baja Indonesia Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke Australia & Malaysia: https://kinciakincia.com/berita/4414-baja-indonesia-bebas-bea-masuk-anti-dumping-ke-australia-amp-malaysia.html
“Diharapkan kedua penghentian BMAD oleh Malaysia dan Australia dapat dimanfaatkan para eksportir baja nasional untuk memulihkan kinerja ekspor yang terdampak akibat adanya BMAD selama beberapa tahun terakhir,” jelas Pradnyawati(tirto).



Kirim ke Teman jumlah akses: 175 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 12 Februari 2019

Baru Di Dunia Bisnis Online? Jangan Kudet Dan Kenali Istilah Ini

Pernah mendengar istilah online shop? Ya, belakangan ini online shop sudah menjadi favorit banyak orang dalam masalah jual beli barang, karena selain mudah dan simple, online shop juga dinilai lebih efisien dalam membantu banyak orang dalam mencari barang yang diinginkan.Anda hanya perlu membuka internet di rumah, bisa melalui HP ataupun komputer, kemudian mencari barang yang ingin dibeli, kem.....
Kamis, 31 Januari 2019

Pembiayaan Sesuai Syariah, Berkah dan Tanpa Denda di BFI Finance Syariah

Seiring perkembangan zaman,membuat semakin banyaknya kebutuhan yang perlu dipenuhi oleh seseorang. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, banyak cara yang dapat dilakukan, dan salah satunya dengan pembayaran secara cicilan. Pembiayaan yang saat ini sedang tren yaitu menggunakan konsep secara Islam atau dikenal dengan pembiayaan syariah. Program pembiayaan syariah ini juga d.....
Rabu, 23 Januari 2019

85 Juta Penduduk Kelas Menengah di 2020, Peluang Bagi Industri Kreatif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jumlah penduduk kelas menengah Indonesia dapat meningkat dari 60 juta orang .....
Senin, 21 Januari 2019

5 Usaha Sampingan Yang Tidak Membutuhkan Modal Besar

Saat memutuskan untuk memulai sebuah bisnis, masalah modal kerap menjadi kendala utama yang dipikirkan. Bukan hanya kamu saja, barangkali hampir semua orang yang akan memulai bisnis mereka untuk pertamakalinya, akan merasakan pemikiran yang sama. Padahal jika lebih jeli, di luar sana ada banyak sekali jenis usaha yang dapat dijalankan dengan mudah, bahkan dengan modal yang terbatas sekalipun.T.....
Kamis, 10 Januari 2019

Rupiah Masih Perkasa, Terpantau Rp. 14.100,-

Dolar Amerika Serikat (AS) sempat melakukan perlawanan, namun rupiah berhasil menahan lajunya kembali ke bawah level Rp 14.100. Pagi ini bahkan dolar AS berada di Rp 14.080-an.Mengutip Reuters perdagangan pagi ini, Kamis (10/1/2019), dolar AS dibuka di level Rp 14.095. Kemudian terus ditekan oleh rupiah hingga ke posisi Rp 14,080. Kemarin pagi, dolar AS sempat melakukan perlawanan balik hi.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35