Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Kamis, 14 April 2016 21:38 WIB
Bimbingan teknis untuk meningkat mutu produk UMKM dsn IKM
Bimbingan teknis untuk meningkat mutu produk UMKM dsn IKM
Kinciakincia.com - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) di Kota Padang diharapkan meningkatkan kualitas produknya. Apalagi saat sekarang Indonesia tengah menghadapi persaingan dunia usaha bebas atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sangat ketat.

“Untuk itu para pelaku UMKM dan IKM supaya dapat bersinergi dengan pelaku-pelaku usaha lainnya, agar hasil produknya tidak kalah saing dengan negara-negara lainnya,” ujar Mahyeldi Dt Marajo Walikota Padang, saat membuka pelatihan bimbingan teknis kelembagaan sentra bagi industri kecil menengah se-Kota Padang di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumatera Barat, Kamis, 14 April 2016.

Lebih lanjut Walikota menjelaskan, melalui bimbingan teknis tersebut, agar para pelaku usaha, dapat mempertahankan citra rasa dari produk yang dihasilkan.

“Pelatihan sentra produk makanan tradisional minang bertujuan untuk mengontrol kualitas produksi jadi supaya terstandar. Selama ini banyak produk makanan yang belum terstandarkan," katanya.

Selain itu, tambahnya, UMKM agar dapat mengkoordinasikan dan mensinergikan semua produk yang sejenis, sehingga akan lebih kuat untuk menghadapi pasar ekonomi Asean dan juga pasar global.

"Maka daya saing produk adalah sangat menentukan kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk yang ada di luar yang akan memasuki daerah kita ini,” tambahnya.

Walikota menambahkan dengan adanya sentra industry kecil menengah tersebut, para pelaku usaha akan lebih bertambah ilmu dan wawasannya.

Menurut Mahyeldi, untuk lebih dapat memasuki dunia pasar yang lebih luas, tentu tergantung dari hasil produk, kesinambungan dan kemampuan produksinya.

“Untuk segi perdagangan, dunia usaha di Kota Padang sudah cukup besar dan berada pada daerah yang memiliki potensi barang dan produk yang lebih besar,” tutur Walikota.

Walikota berkeinginan, produk Indonesia juga beredar ke negara lain. Terutama ke negara seperti di Timur Tengah. Selama ini Walikota melihat produk yang masuk ke Arab Saudi bukanlah dari Indonesia, tetapi banyak dari China. Padahal menurut Walikota, secara psikologis Indonesia dan Arab Saudi sesama Muslim.

“Kenapa bisa begitu? Karena China terorganisir dan dan paham betul dengan pasar. Ke depan kita akan siapkan tim khusus untuk bisa masuk pasar Timur Tenga dan kita perkuat posisi kita di IORA,” ujar Mahyeldi. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 693 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Rabu, 13 April 2016

Kebijakan Kemudahan Berusaha Belum Pengaruhi Pertumbuhan UMKM

Perbaikan kemudahan berbisnis atau ease of doing business dinilai tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan UMKM di dalam negeri. Hal ini karena perbaikan tersebut hanya menyederhanakan perizinan yang sasarannya adalah perseroan, sedangkan UMKM sebagian besar milik perorangan.  "Bagi kami perbaikan ease of doing business biasa saja, nggak ada pengaruhnya. Justru yang kami bu.....
Selasa, 12 April 2016

Ekonomi Kreatif, Agam Kini Punya Gedung Pusat Oleh-Oleh Serba Ikan

Agam kini memiliki gedung sebagai pusat oleh-oleh olahan. Untuk memeroleh makanan khas dan souvenir, tak perlu repot-repot karena letaknya sudah terpusat. Uniknya, oleh-oleh itu tersedia serba ikan.Selasa, 12 April 2016, gedung baru tempat pusat oleh-oleh olahan serba ikan yang terletak di Taman Wisata Danau Maninjau Muko-muko, Kecamatan Tanjung Raya ini diresmikan pemakaiannya.Dim.....
Selasa, 12 April 2016

Pemerintah Genjot Konsumsi Daging Unggas Lokal

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot konsumsi daging unggas lokal bermutu tinggi di masyarakat. Salah satu caranya yakni menyediakan ayam-ayam kampung dari bibit unggul hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Peternakan Badan Litbang Kementan. "Ini hasil penelitian kami sejak 1997-1998, saat ini menghasilkan produk be.....
Selasa, 12 April 2016

Untuk Kemudahan Berusaha, Pemerintah Siap Perbaiki 10 Indikator

Pemerintah Indonesia berupaya memperbaiki 10 indikator dalam kemudahan berusaha dan berinvestasi. "Apa yang dilakukan pemerintah melalui perbaikan kemudahan berusaha dan deregulasi ada empat tujuan yaitu agar prosesnya lebih sederhana, lebih cepat, lebih murah, dan memberi kepastian," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam dialog investasi bertajuk "Perba.....
Senin, 11 April 2016

Presiden Jokowi: Ada KUR 9 Persen, Jangan ke Rentenir

Presiden RI Joko Widodo menyadari bahwa salah satu kendala bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam meningkatkan usahanya di Indonesia adalah masalah permodalan. "Kita punya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya tidak lagi 22 persen, tapi sembilan persen pertahun. Bahkan, Gubernur Jateng sudah memiliki kredit sejenis dengan bunga tujuh persen. Gunakan itu untuk meningkatkan .....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35