Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Minggu, 13 Maret 2016 09:14 WIB
EKONOMI KREATIF
Indonesia Fashion Week 2016
Indonesia Fashion Week 2016
Kinciakincia.com - Jenahara Nasution, salah seorang perancang Indonesia mengaku mengaku masih kesulitan dalam memasarkan desain produk fesyennya.  

Untuk itu, perancang membutuhkan jalinan kerja sama dengan perusahaan garmen besar. Namun upaya menggaet dukungan dari perusahaan tersebut tidak mudah.

"Oleh karena itu, banyak perancang yang saling berlomba menghadirkan inovasi dalam desainnya masing-masing," kata Jenahara Nasution, seperti dilansir cnnindonesia.

ia mengatakan, dengan dukungan perusahaan garmen atau manufaktur fesyen tersebut barulah sang perancang bisa menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Nantinya, urusan pemasaran dan penjualan produk fesyen hasil rancangannya akan dikerjakan oleh perusahaan mitra tersebut.

Tetapi, ternyata itu bukan lah hal mudah untuk dilakukan. Bahkan, kegiatan pencarian mitra perusahaan menjadi salah satu hambatan para perancang untuk berkembang.

“Itu hal yang sulit loh untuk mendapatkan channel di Indonesia ini. Terus terang aja susah. Karena selama ini kita mainnya sendiri-sendiri,” kata Jenahara, di sela Indonesia Fashion Week (IFW) 2016, kemarin.

Lebih lanjut, perempuan yang kerap disapa Jena menjelaskan bahwa sebenarnya di Indonesia ada banyak manufaktur atau perusahaan garmen. Hanya saja selama ini mereka tidak terbiasa membuka kerjasama dengan perancang-perancang baru.

Padahal, menurutnya kalau industri fesyen nasional mau maju, maka seluruh pihak pun harus saling mendukung satu sama lain.

Praktik kerja sama antara perusahaan garmen dengan perancang-perancang berbakat sudah lama diimplementasikan di Paris dan London yang merupakan kiblat fesyen dunia.

“Karena kalau hanya salah satu saja, pada akhirnya tidak akan ada kontribusi yang besar dan tidak ada perubahan,” kata Jena.

Maka dari itu, menurutnya, para perancang Indonesia harus berusaha untuk mendapatkan cara terbaik mendapatkan channel-nya sendiri dengan strategi masing-masing.

Jena yang merupakan anak dari perancang kawakan Ida Royani pun telah memilih jalannya untuk berkolaborasi dengan salah satu perusahaan garmen terbesar di Indonesia, Delami untuk brand et cetera. Ia digandeng et cetera untuk koleksi terbaru mereka saat menjelang bulan Ramadhan mendatang.

Tak hanya Jena, ada pula desainer Hannie Hatanto dan Restu Anggraini yang turut memilih kolaborasi sebagai jalannya mendapatkan channel. Namun, berbeda dengan Jena, Hannie dan Restu bukan bergabung dengan et cetera, melainkan dengan The Executive, yang juga dalam satu grup Delami.

Brand Manager The Executive Rida Zulkadarati menyatakan, melalui kerjasama dengan perusahaan garmen maka setiap perancang memiliki eksklusivitas serta diuntungkan dari sisi penjualan karena jaringan toko fesyen milik mitra perusahaannya yang luas. Sehingga, mereka bisa menampilkan karyanya mulai dari toko utama sampai sekunder, yang mana sebelumnya belum dapat dijangkau sendiri oleh para perancang.

“Kami harus mencari sisi freshness karena pelanggan kami selalu mencari hal baru. Jadi kami cari excitement-nya dari para perancang itu,” ujar Rita. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.264 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Rabu, 09 Maret 2016

Potensi Melimpah, Kontribusi dari Maritim Ditargetkan 20 Persen

Ada dua aspek penting yang harus dibangun agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.Demikian dikatakan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Endah Murniningtyas, dalam relis resmi yang diterima kinciakincia.com, Rabu (9/3/2016. Dikatakannya, aspek yang pertama yakni aspek ekonomi kelautan dan kemaritiman, yang menjadi aset andalan.....
Jumat, 04 Maret 2016

Ketua IKAPPI: Syarat Reviltalisasi Pasar Tradisional Kurang Meyakinkan

Salah satu persyaratan yang diberikan Kementerian Perdagangan untuk revitalisasi pasar tradisionla adalah mendahulukan pasar yang terkena bencana.Syarat itu, menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, kurang tepat sasaran karena terkena bencana itu  pengertiannya masih belum jelas. "Sebetulnya kebakaran belum masuk ke bencana karena ada kemun.....
Jumat, 04 Maret 2016

Revitalisasi Pasar Tradisional Harus Penuhi Pesyaratan

Setiap pemerintah kabupaten dan kota yang mengajukan anggaran revitalisasi harus pasar tradisional ke pemerintah pusat harus melewati seleksi dan persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut di antaranya pasar berusia di atas 25 tahun, pasar yang mengalami kebakaran, bencana alam, dan pascakonflik.Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan .....
Rabu, 02 Maret 2016

JNE Luncurkan Jasa Layanan 7 Magnificent

JNE sebuah perusahaan jasa pengiriman terus melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif. Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, dengan kompetisi yang ketat di sektor jasa ini, melahirkan pola kerja yang menarik, bagi JNE jadi keniscayaan. Buktinya, beberapa waktu lalu meluncurkan tujuh inovasi baru yang dinamakan “7 Magnificent”  atau “7 yang mengagumkan”......
Senin, 29 Februari 2016

Hadapi MEA, BUMN Jangan Jago Kandang

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mengambil peran lebih banyak sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasiona dalam menghadapi pasar bebas  ASEAN. “Kita juga ingin BUMN tidak hanya berpikiran untung dan rugi tapi juga mempunyai multiplier effect yang banyak terhadap kesejahteraan rakyat,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Sen.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35