Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 09 Maret 2016 00:40 WIB
Kontribusi dari maritim ditargetkan 20 persen
Kontribusi dari maritim ditargetkan 20 persen
Kinciakincia.com - Ada dua aspek penting yang harus dibangun agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Demikian dikatakan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Endah Murniningtyas, dalam relis resmi yang diterima kinciakincia.com, Rabu (9/3/2016.

Dikatakannya, aspek yang pertama yakni aspek ekonomi kelautan dan kemaritiman, yang menjadi aset andalan pengembangan dan pembangunan Poros Maritim.

Aspek kedua yaitu aspek tata kelola, yang akan menentukan bagaimana komponen pertama tersebut dapat dikelola dan dikembangkan arahnya untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia.

"Dua hal di atas yang kemudian secara integratif penting untuk dikelola sebagai domain Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia," ujar Endah Murniningtyas.

Saat ini kontribusi sektor kelautan dan kemaritiman baru sekitar 11,8 persen dari total PDB, yang ditargetkan akan meningkat menjadi 20 persen pada 2020. Menurut Endah, aspek pembangunan kemaritiman menuju Poros Maritim Dunia mencakup berbagai hal dan isu yang kompleks.

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, diperlukan langkah memulai yang konkrit dan diawali dengan penegasan kedaulatan, pengembangan konektivitas laut, pengembangan regional, penguatan aspek-aspek yang menjadi core ekonomi, penguasaan teknologi dan penataan kelembagaan yang tepat menyongsong visi Poros Maritim Dunia.

"Untuk mewujudkan hal di atas, dibutuhkan transformasi yang menyangkut cara pandang atau paradigma, ekonomi kelautan, dan juga tata kelola," katanya.

Endah mengatakan bahwa sesuai dengan Pidato Presiden pada saat pelantikan di depan Sidang MPR tahun 2014, menyatakan bahwa Indonesia harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim.

"Laut dan kemaritiman sekarang ini ditempatkan sebagai prioritas untuk membangun Indonesia sebagai poros maritim," kata Endah.

Poros maritim memiliki lima pilar utama, yaitu membangun budaya maritim Indonesia, menjaga laut dan sumberdaya laut, pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan membangun kekuatan pertahanan maritim.

Selain itu, FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu strategis dan aspek-aspek utama dalam pengembangan Poros Maritim, memetakan tantangan utama di setiap sektor yang terkait dengan persoalan kemaritiman, menyusun rancang bangun dan agenda pembangunan di setiap sektor untuk mendukung Poros Maritim, serta menyusun kerangka kerja pengembangan Indonesia sebagai Poros Maritim. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 1.313 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Jumat, 04 Maret 2016

Ketua IKAPPI: Syarat Reviltalisasi Pasar Tradisional Kurang Meyakinkan

Salah satu persyaratan yang diberikan Kementerian Perdagangan untuk revitalisasi pasar tradisionla adalah mendahulukan pasar yang terkena bencana.Syarat itu, menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, kurang tepat sasaran karena terkena bencana itu  pengertiannya masih belum jelas. "Sebetulnya kebakaran belum masuk ke bencana karena ada kemun.....
Jumat, 04 Maret 2016

Revitalisasi Pasar Tradisional Harus Penuhi Pesyaratan

Setiap pemerintah kabupaten dan kota yang mengajukan anggaran revitalisasi harus pasar tradisional ke pemerintah pusat harus melewati seleksi dan persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut di antaranya pasar berusia di atas 25 tahun, pasar yang mengalami kebakaran, bencana alam, dan pascakonflik.Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan .....
Rabu, 02 Maret 2016

JNE Luncurkan Jasa Layanan 7 Magnificent

JNE sebuah perusahaan jasa pengiriman terus melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif. Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, dengan kompetisi yang ketat di sektor jasa ini, melahirkan pola kerja yang menarik, bagi JNE jadi keniscayaan. Buktinya, beberapa waktu lalu meluncurkan tujuh inovasi baru yang dinamakan “7 Magnificent”  atau “7 yang mengagumkan”......
Senin, 29 Februari 2016

Hadapi MEA, BUMN Jangan Jago Kandang

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mengambil peran lebih banyak sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasiona dalam menghadapi pasar bebas  ASEAN. “Kita juga ingin BUMN tidak hanya berpikiran untung dan rugi tapi juga mempunyai multiplier effect yang banyak terhadap kesejahteraan rakyat,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Sen.....
Rabu, 24 Februari 2016

Produsen Pakaian Terbesar Dunia Kerja Sama dengan Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perdagangan Thomas Lembong menerima kunjungan kehormatan delegasi H&M Global Production yang dipimpin oleh Helena Helmerson dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismer Skoog di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/2/2016). Selain bertemu dengan delegasi H&M Global Production yang merupakan perusahaan fashion internasional asal.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35