Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 24 Februari 2016 04:00 WIB
Smartphone IVO V5 produk lokal Indonesia dengan 4G LTE dan Quad Core 2
Smartphone IVO V5 produk lokal Indonesia dengan 4G LTE dan Quad Core 2
Kinciakincia.com - Pemerintah akan membuat peraturan pengadaan barang/jasa untuk meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri di kementerian/lembaga (K/L).

Menteri Perekonomian Darmin Nasution menegaskan dalam pengadaan barang/jasa, K/L harus menjelaskan mengenai standar yang dibutuhkan sehingga perusahaan-perusahaan dalam negeri dapat memenuhi standar tersebut.

“Intinya adalah, dalam proses pengadaan pemerintah akan memperjelas aturan main, bagaimana supaya produksi dalam negeri, buatan dalam negeri, itu lebih diutamakan selama dia memenuhi persyaratan standar,” ujar Darmin dalam konferensi pers usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Menko bidang Perekonomian itu mencontohkan, dalam memenuhi target listrik 35.000 MW diperkirakan pemerintah memerlukan 46.000 kilometer transmisi yang membutuhkan power dengan kabel dan peralatan yang tidak sulit untuk diproduksi sehingga bisa dihasilkan di dalam negeri.

“Tapi harus jelas standarnya, dibuka dari awal supaya investor kita juga bisa melakukannya,” tegas Darmin.

Menurut Darmin,  dalam aturan mainnya diperbolehkan pemerintah menggunakan produk dalam negeri yang lebih mahal 10% atau 12% persen asal memiliki standar yang sama sehingga sangat penting dalam pengadaan  dibuat spesifikasi yang jelas

“Kalau spek-nya ditulis yang tidak bisa dibuat di dalam negeri, sudah pasti tidak bisa menang buatan dalam negeri,” jelas Darmin.

Ditegaskan Menko Perekonomian itu, bahwa dalam proses pengaturan pengadaan barang/jasa akan ada beberapa kementerian yang akan mempersiapkan bagaimana aturan pengadaan itu dibuat, dimonitor, serta diperiksa agar taat kepada aturan yang memberi preferensi yang terukur kepada produksi dalam negeri.

“Kita yakin, dengan APBN yang makin banyak ini akan sangat banyak produksi dalam negeri bisa digunakan,” pungkas Darmin. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 871 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Rabu, 24 Februari 2016

Mendesak Standarisasi Produk Nasional

Pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang saat ini tengah didorong pemerintah, berdampak pada kebutuhan akan produk-produk dalam negeri. Namun, diakui Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di beberapa kementerian/lembaga (K/L) dan juga BUMN penggunaan produk luar negerinya masih terlalu dominan.Karena itu, dalam rapat terbatas mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TK.....
Senin, 22 Februari 2016

Tokoh Masyarakat Sumbar Temui Menteri Perindustrian Bahas Soal Gambir

Sejumlah tokoh masyarakat dari Sumatera Barat menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Kantor Kemenperin, di Jakarta, Senin (22/2/2016). Tokoh masyarakat yang terdiri Andrinof Chaniago, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kepala Bappenas, mantan Asyirwan Yunus, mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, dan Guru Besar Universitas Andalas Profesor Werry Darta Taifu.....
Senin, 22 Februari 2016

Jokowi: 15 Tahun ke Depan Ekonomi Indonesia Masih Alami Krisis

Dari sekarang hingga 15 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan tetap mengalami krisis. Hal ini disebabkan persaingan dan kompetesi bebas yang menuntut kecepatan mengambil tindakan dan mengeksekusinya agar tak tergilas dengan negara lainnya.Demikian dikatakan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Senin (22/2/2016) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. "Kita kejar-kejaran. Dan.....
Senin, 22 Februari 2016

Inovasi Kunci Kekuatan Ekonomi Digital

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menyatakan inovasi merupakan kunci kekuatan digital economy. Pernyataan ini disampaikan usai mengakhiri Roadshow Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Econimic Minister/AEM) ke Amerika Serikat (AS), di Silicon Valley, diantaranya Silver Spring Networks, Andreessen-Horowitz, Google, dan Prospect Silicon Valley. Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti tema .....
Senin, 22 Februari 2016

Koperasi Mahasiswa Ruang Menempa Jiwa Kewirausahaan

Koperasi mahasiswa berpotensi besar menjadi bisis dan ruang pembelajaran kewirausahaan. Untuk era sekarang, wirausaha di bidang teknologi digital sangat terbuka. Dengan tren bisnis e-commerce sedang tinggi, diyakini industri bisnis teknologi digital menjadi usaha masa depan.Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) dan UKM Agus Muharram,  dalam seminar bertajuk "T.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35