Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 16 Februari 2016 23:32 WIB
Potensi Laut Sumbar 565 ton setahun, baru tergarap separuh
Potensi Laut Sumbar 565 ton setahun, baru tergarap separuh
Kinciakincia.com - Perairan Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar. Potensinya mencapai 565 ribu ton setahun.

Menilik besarnya potensi dimaksud, tidak dipungkiri banyak kapal-kapal dari provinsi tetangga, bahkan asing yang berusaha masuk untuk turut menangkap ikan secara illegal di perairan Sumatera Barat.

Menyikapi kondisi tersebut, menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, perlu peningkatan pengawasan terhadap kemungkinan pencurian ikan di laut Sumatera Barat.

Maka, Untuk itu tahun ini dianggarkan dana sebesar Rp4,3 Milliar yang digunakan membuat 1 unit kapal pengawas.

“Pintu masuk laut kan luas, bisa dari sisi mana saja. Untuk itu, kita adakan kapal pengawas dengan kecepatan 20 knot, mengantisipasi pencurian ikan. Saya rasa kecepatan itu cukup untuk memburu kapal pencuri ikan. Kalau selesai, langsung patroli,” jelasnya di Padang, Selasa (16/2/2016).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Barat Yosmeri mengatakan, pengadaan pembuatan kapal patroli telah masuk dalam tahap lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kapal dengan kecepatan 20 knot dimaksud akan dibuat di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Pembuatan kapal akan diawasi secara ketat, supaya tidak terjadi penyelewengan, seperti kemungkinan penggunaan suku cadang bekas yang bisa mempengaruhi kondisi kapal sendiri. Jangan sampai kapal baru dipakai langsung rusak,” tegasnya.

Terkait potensi perikanan tangkap di laut Sumatera Barat, Yosmeri mengakui, produksi ikan tangkap belum optimal. Dari potensi sebanyak 565 ribu ton setahun, hanya mampu dicapai 200 ribu ton.

Hal tersebut dikarenakan masih banyak nelayan lokal yang menggunakan peralatan dan metode konvensional, sehingga hasilnya tidak optimal. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memberikan bantuan pada nelayan, berupa kapal, mesin tempel, alat tangkap, hingga alat pelacak keberadaan ikan. (kkc)





Kirim ke Teman jumlah akses: 1.400 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 16 Februari 2016

Jalan Menuju Trans Pacific Partnership Masih Panjang

Di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat (15/2), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa tujuan kunjungan kerja kali ini tidak ada urusannya dengan Trans Pacific Partnership (TPP).“Jadi saya ingin memberikan penegasan mengenai TPP. Pada saat kunjungan saya ke Washington DC bulan Oktober yang lalu, saya sudah menyampaikan ke Presiden Obama bahwa Indonesia bermaksud akan, int.....
Senin, 15 Februari 2016

Miris, dari 209.488 Koperasi di Indonesia, Hanya 1 yang Masuk 300 Terbaik Dunia

Menurut lembaga pemeringkatan koperasi, International Cooperative Alliance (ICA), hanya ada satu koperasi Indonesia yang masuk 300 koperasi terbesar dunia.Sementara itu, Indonesia punya 209.488 koperasi. Sayangnya, ratusan ribu koperasi tersebut rata-rata memiliki skala usaha yang kecil, beberapa bahkan dinyatakan tidak dalam kondisi yang sehat.Keprihatinan tersebut diungkapkan Men.....
Senin, 15 Februari 2016

Pasar Represntatif Akan Dibangun di Kawasan Terpadu Mandeh

Dana sebesar Rp7 miliar dialokasikan pemerintah pusat untuk membangun pasar representatif di Kawasan Terpadu Bahari Mandeh, Pesisir Selatan. Destinasi bahari yang sedang naik daun ini, akan tacelak jika pasar itu tuntas dibangun.   Menurut Hardi Darma Putra, Kasi Pasar dan UMKM, Dinas Koperindagpas, pembangunan pasar yang representatif dialokasikan dalam anggaran tugas pembantuan.....
Senin, 15 Februari 2016

Gubernur Irwan Prayitno Apresiasi Tanggap Cepat Relawan DDS pada Korban Banjir

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno  mengapresiasi dan mendukung aktivitas Dompet Dhuafa Singgalang. Seusai pelantikannya di Jakarta, Jumat (12/2/2016) lalu, ia langsung menuju Muaro Labuh, Solok Selatan, Minggu (14/2/2016) melihat secara dekat korban banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu, Gubernur juga mengunjungi Posko Peduli Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) di Muara .....
Minggu, 14 Februari 2016

PHRI Pertanyakan Asing Bisa Miliki 100 Persen Saham Restoran

Kepentingan siapa sebenarnya pemerintah mengeluarkan keputusan asing bisa memiliki restoran dan lain sebagainya sampai 100 persen.Keputusan itu mengancam sektor-sektor yang telah berkembang.  Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mempertanyakan motif pemerintah membuka pintu lebar untuk asing masuk dalam bisnis restoran di Indonesia. Kepentingan siapa yang pemerintah usung ata.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35