Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 16 Februari 2016 11:44 WIB
Jalan menuju Trans Pacific Partnership masih panjang
Jalan menuju Trans Pacific Partnership masih panjang
Kinciakincia.com - Di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat (15/2), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa tujuan kunjungan kerja kali ini tidak ada urusannya dengan Trans Pacific Partnership (TPP).

“Jadi saya ingin memberikan penegasan mengenai TPP. Pada saat kunjungan saya ke Washington DC bulan Oktober yang lalu, saya sudah menyampaikan ke Presiden Obama bahwa Indonesia bermaksud akan, intend to join dengan TPP. Tapi perlu saya sampaikan bahwa ini adalah sebuah proses yang masih panjang, mungkin bisa dua tahun, mungkin bisa tiga tahun, ini prosesnya masih panjang,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah ingin melihat terlebih dulu Free Trade Agreement (FTA) di Uni Eropa (EU). Itu pun dengan proses yang tidak mungkin dalam waktu sebulan, dua bulan, enam bulan atau setahun.

“Itu pun juga perlu waktu mungkin sampai dua-tiga tahun. Ini proses yang masih panjang,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan bahwa masih terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, namun yang paling penting adalah perlunya kehati-hatian dalam mengkalkulasi, perlu berhitung untung dan rugi untuk kepentingan nasional.

“Semuanya harus dikalkulasi, ini masih dalam proses. Jadi kita ke sini tidak ada urusannya dengan TPP, enggak ada untuk saat ini. Dalam US ASEAN Summit ini, enggak ada,” tegas Presiden Jokowi sekali lagi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menambahkan, sesuai dengan penjelasan Presiden sebelumnya, bahwa antara pernyataan bermaksud sampai dengan keputusan resmi itu diproses panjang, ada proses teknis, ada proses politis.

“Sama halnya seperti semua negara maju, di kita pun semua FTA itu harus diratifikasi oleh parlemen. Jadi itu pun harus ada proses politis,” ujar Mendag.

Menurut Mendag Thomas Lembong, pertama, negara-negara pendiri TPP juga masih belum ratifikasi, baru tanda tangan kesepakatan. Mereka pun harus melalui proses 12 parlemen nasional masing-masing untuk ratifikasi, itu pun butuh waktu 1-2 tahun.

“Kedua, mungkin sekalian saya mengoreksi ada persepsi bahwa karena ini TPP ini sudah seperti pagu, sudah dimasak oleh 12 negara pendiri. Itu enggak bisa dinego lagi, itu tidak benar,” jelas Thomas.

Hal itu pasti masih bisa dinego lagi dengan mengakomodasi tambahan anggota seperti misalnya Korea. Filipina sudah menyatakan maksudnya juga, mungkin Thailand katanya minggu ini akan menyatakan maksudnya.

Tiap negara punya keistimewaan sendiri-sendiri, punya syarat-syarat sendiri-sendiri dan yang namanya FTA itu selalu sifatnya negotiable, selalu pasti harus disesuaikan dengan anggota-anggota yang masuk.

“Jadi sekali lagi, hanya menambah detail-detail, ini prosesnya masih panjang dan pemerintah sudah pasti tidak akan serakah. Alasan kita mau masuk tentunya untuk kepentingan nasional, untuk mengangkat perekonomian kita, menciptakan lapangan kerja dan Presiden sudah sangat tegas dan jelas memerintahkan kami untuk nego yang benar, membela kepentingan nasional dan memastikan bahwa ini menguntungkan buat kita,” tegas Mendag. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 819 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Senin, 15 Februari 2016

Miris, dari 209.488 Koperasi di Indonesia, Hanya 1 yang Masuk 300 Terbaik Dunia

Menurut lembaga pemeringkatan koperasi, International Cooperative Alliance (ICA), hanya ada satu koperasi Indonesia yang masuk 300 koperasi terbesar dunia.Sementara itu, Indonesia punya 209.488 koperasi. Sayangnya, ratusan ribu koperasi tersebut rata-rata memiliki skala usaha yang kecil, beberapa bahkan dinyatakan tidak dalam kondisi yang sehat.Keprihatinan tersebut diungkapkan Men.....
Senin, 15 Februari 2016

Pasar Represntatif Akan Dibangun di Kawasan Terpadu Mandeh

Dana sebesar Rp7 miliar dialokasikan pemerintah pusat untuk membangun pasar representatif di Kawasan Terpadu Bahari Mandeh, Pesisir Selatan. Destinasi bahari yang sedang naik daun ini, akan tacelak jika pasar itu tuntas dibangun.   Menurut Hardi Darma Putra, Kasi Pasar dan UMKM, Dinas Koperindagpas, pembangunan pasar yang representatif dialokasikan dalam anggaran tugas pembantuan.....
Senin, 15 Februari 2016

Gubernur Irwan Prayitno Apresiasi Tanggap Cepat Relawan DDS pada Korban Banjir

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno  mengapresiasi dan mendukung aktivitas Dompet Dhuafa Singgalang. Seusai pelantikannya di Jakarta, Jumat (12/2/2016) lalu, ia langsung menuju Muaro Labuh, Solok Selatan, Minggu (14/2/2016) melihat secara dekat korban banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu, Gubernur juga mengunjungi Posko Peduli Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) di Muara .....
Minggu, 14 Februari 2016

PHRI Pertanyakan Asing Bisa Miliki 100 Persen Saham Restoran

Kepentingan siapa sebenarnya pemerintah mengeluarkan keputusan asing bisa memiliki restoran dan lain sebagainya sampai 100 persen.Keputusan itu mengancam sektor-sektor yang telah berkembang.  Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mempertanyakan motif pemerintah membuka pintu lebar untuk asing masuk dalam bisnis restoran di Indonesia. Kepentingan siapa yang pemerintah usung ata.....
Sabtu, 13 Februari 2016

Pantau Banjir Sumatera Barat, Kemendag: Stok dan Distribusi Bahan Pokok Terkendali

Kementerian  Perdagangan  memastikan  stok  pangan,  harga, dan distribusi bahan pangan pokok pasca banjir di sejumlah daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera  Barat,  masih aman, stabil,dan  terkendali.Demikian  ditegaskan Direktur  Bahan  Pokok dan  Barang  Strategis  Robert  James  Bintaryo  usai&.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35