Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Minggu, 14 Februari 2016 11:36 WIB
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI X
Restoran Indonesia
Restoran Indonesia
Kinciakincia.com - Kepentingan siapa sebenarnya pemerintah mengeluarkan keputusan asing bisa memiliki restoran dan lain sebagainya sampai 100 persen.Keputusan itu mengancam sektor-sektor yang telah berkembang.
 
Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mempertanyakan motif pemerintah membuka pintu lebar untuk asing masuk dalam bisnis restoran di Indonesia. Kepentingan siapa yang pemerintah usung atas keputusan tersebut?

Seperti diketahui, pemerintah dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau Daftar Negatif Investasi (DNI) memutuskan untuk memperlebar porsi asing dalam bisnis restoran di Tanah Air.

Jika sebelumnya asing hanya boleh memiliki saham maksimal 51% dalam bisnis restoran di Indonesia, kini porsinya diperbesar dan pebisnis restoran dari luar negeri boleh memiliki saham hingga 100%.

"Sekarang kita harus melihat dalam konteks kepentingan siapa ini? Pemerintah sebagai wasit harusnya jeli dan bijaksana agar tidak mematikan pengusaha lokal," ujar Direktur Eksekutif Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Cyprianus Aoer di Jakarta, Sabtu (13/2/2016) seperti dilansir Sindonews.

Jika pemerintah beralasan bahwa keputusan ini adalah untuk kepentingan wisatawan mancanegara agar mereka bisa tetap menikmati masakan khas negaranya, Cyprianus ternyata memiliki pendapat lain. Menurutnya, pemerintah seharusnya justru mengunggulkan dan menyajikan hidangan khas daerah di Indonesia. (Baca: Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X Ancam UMKM)

Sebab, mempromosikan masakan khas daerah-daerah di Tanah Air menjadi salah satu bagian dari ajang promosi pariwisata Indonesia. Karena itu, pemerintah seharusnya menyiapkan masakan khas Indonesia dengan standar internasional, bukan justru ramai-ramai mendatangkan restoran ala luar negeri.

"Jadi menginternasionalkan masakan Indonesia. Kan harus diglobalisasikan juga. Pariwisata itu mengglobalkan keunikan lokal, adat lokal itu harus diglobalkan," tegas dia.

Cyprianus menambahkan, langkah pemerintah tersebut pada dasarnya bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi para pelaku usaha restoran lokal. Revisi DNI tersebut bisa memberi kesempatan pebisnis lokal untuk bersaing dengan pebisnis restoran dari luar negeri.

"Tapi juga ancaman bahwa kita bisa kalah dalam persaingan itu. Misalnya restoran itu berarti kan dari Korea, Jepang masuk. Chef (dari luar negeri) nya juga pasti kan masuk ke sini," tandasnya. (kkc)





Kirim ke Teman jumlah akses: 1.960 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Sabtu, 13 Februari 2016

Pantau Banjir Sumatera Barat, Kemendag: Stok dan Distribusi Bahan Pokok Terkendali

Kementerian  Perdagangan  memastikan  stok  pangan,  harga, dan distribusi bahan pangan pokok pasca banjir di sejumlah daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera  Barat,  masih aman, stabil,dan  terkendali.Demikian  ditegaskan Direktur  Bahan  Pokok dan  Barang  Strategis  Robert  James  Bintaryo  usai&.....
Jumat, 12 Februari 2016

Pertahanan Terakhir Rumah Makan Padang, Asing Diizinkan Kuasai 100 Persen Saham Restoran

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah membuka peluang bagi investor asing menguasai saham 100% dalam bidang usaha restoran. Bagaimana dengan nasib rumah makan Padang dan usaha makanan lokal lainnya? Pemerintah menjamin regulasi yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X tersebut tidak akan melibas nasib pelaku usaha lokal.Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaska.....
Kamis, 11 Februari 2016

Paket Kebijakan Ekonomi X Proteksi UMKM

Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X yang berfokus pada peningkatan perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil,  Menengah, dan Koperasi (UMKMK), dan perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dalam Paket Kebijakan Ekonomi X ini, pemerintah menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK melalui revisi P.....
Kamis, 11 Februari 2016

Sepanjang Musim Hujan, Petani Jagung di Agam Kesulitan Jemur Hasil Panen

Hujan yang berkepanjangan sepekan terakhir di Sumatera Barat, khusus di Agam, menyulitkan petani jagung menjemur hasil panennya. Pasalnya, mereka tidak bisa mengeringkan jagung yang sudah dipipil.Hal itu disampaikan A. Dt. Indo Marajo, salah seorang petani sekaligus pedagang pengumpul jagung di Lubuk Basung, Kamis (11/2/2016).Menurutnya, sejauh ini petani jagung di Agam, khususnya .....
Rabu, 10 Februari 2016

Dampak Jalan Rusak Sumbar-Riau, Harga Sayuran di Pekanbaru Melonjak

Putusnya akses jalan nasional Sumatera Barat-Riau akibat musibah banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu, mempengaruhi harga sayuraan di pasaran Kota Pekanbaru yang melonjak tinggi, Rabu (10/2/2016).Kenaikan itu akibat bertambahnya ongkos angkut sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga sesuai dengan modal yang di keluarkan. Sebab, mobil pengangkut sayuran terpaksa memutar untuk samp.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35