Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Sabtu, 13 Februari 2016 17:05 WIB
Banjir Sumatera Barat, stok dan distribusi bahan pokok terkendali
Banjir Sumatera Barat, stok dan distribusi bahan pokok terkendali
Kinciakincia.com - Kementerian  Perdagangan  memastikan  stok  pangan,  harga, dan distribusi bahan pangan pokok pasca banjir di sejumlah daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera  Barat,  masih aman, stabil,dan  terkendali.

Demikian  ditegaskan Direktur  Bahan  Pokok dan  Barang  Strategis  Robert  James  Bintaryo  usai  meninjau Desa  Nagari  Gunung  Malintang,Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (11/2/2016).

Pantauan  juga  dilakukan  di Pasar  Gunung  Malintang,  Jorong  Batu  Balah yang  berlokasi sekitar enam jam dari Kota Padang.

Pasar Gunung Malintang merupakan pasar barang kebutuhan pokok yang  hanya  beroperasi  setiap  hari  Jumat  dan  menampung  sekitar  100  pedagang.  Pasar  ini terendam banjir setinggi 2 meter yang mengakibatkan 9 kios dan 3 los (1 los terdiri 14 petak) rusak parah.

“Kemendag  akan  mengusahakan  perbaikan  pasar  ini dan akan  mengoordinasikan  dengan  Dinas Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk memperbaiki fisik pasar yang  rusak di  daerah itu,” jelas Robert.

Selain  ke  pasar,  Kemendag  menyempatkan diri berkunjung ke  Koto  Mesjid  dan  Jorong  Pauh  Ano. Dalam  kunjungan  ini,  diketahui  pula  banyak  sawah  yang  terendam  akibat  bencana  banjir  dan sejumlah instalasi listrik mati total.

Antisipasi Arus Distribusi

Selain  Kabupaten  Lima  Puluh  Kota,  jajaran  Kementerian  Perdagangan  juga meninjau Kabupaten Solok. Hingga  saat  ini  harga  bahan  pangan  pokok  terpantau  stabil  dan  arus distribusi  masih  lancar.  

Namun  demikian,  akses  jalan  utama  Solok-Kerinci  (Jambi) dilaporkan tergerus  banjir  sehingga  menyebabkan  satu  jalur  mengalami  kerusakan.  Kondisi  jalan  masih  bisa dilewati  oleh  kendaraan  sedang,  namun dikhawatirkan  terputus  jika  hujan  datang dan  dapat menghambat transportasi bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut.

“Arus   distribusi   di   Kabupaten   Solok   lancar   untuk   saat   ini.   Namun,   Pemda   harus   segera memperbaiki  jalur  utama  yang  menghubungkan  Solok  Selatan  dan  Jambi,  karena  dikhawatirkan jika   ada   banjir   susulan, maka   jalur   utama   akan   terputus   total dan   jalur   distribusi   dapat terhambat,” jelas Robert.

Pantauan di Kabupaten Solok dilakukan di Pasar Muara Labuah dan Pasar Sabtu Nagari Luak Kapau Duo.

“Di  Pasar  Muara  Labuah,  Solok  Selatan  sempat  terkena  banjir,  namun  saat  ini  sudah beroperasi kembali. Aktivitas pasar hanya terganggu selama satu hari. Bangunan fisik pasar tidak rusak, namun tenda milik pedagang mengalami kerusakan,”kata Robert.

Sementara  itu di  Pasar  Sabtu  Nagari  Luak  Kapau  Duo,  terdapat  akses  jembatan  terputus  akibat banjir.  Hal  ini  sempat  berdampak pada  terhambatnya  akses  di  Nagari  Kapau  Duo  dengan  pasar. Ada  jalur  alternatif, tetapi  perlu  memutar  sepanjang  10  km.

“Kondisi  fisik  pasar  tidak  mengalami kerusakan,  hanya  perlu  pembersihan  lumpur  sisa  banjir  dan  perbaikan  sarana  pendukung  (con blok),” tuturnya.

Robert  juga  menyampaikan  bahwa Dinas  Perindag  Solok  Selatan meminta  bantuan  tenda  sekitar 100 set  untuk  mengganti  tenda  pedagang  yang  rusak.

“Kemendag akan mengusahakan  bantuan tenda ini dapat segera dipenuhi untuk para pedagang pasar di Solok Selatan,” tandasnya. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.207 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Jumat, 12 Februari 2016

Pertahanan Terakhir Rumah Makan Padang, Asing Diizinkan Kuasai 100 Persen Saham Restoran

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah membuka peluang bagi investor asing menguasai saham 100% dalam bidang usaha restoran. Bagaimana dengan nasib rumah makan Padang dan usaha makanan lokal lainnya? Pemerintah menjamin regulasi yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X tersebut tidak akan melibas nasib pelaku usaha lokal.Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaska.....
Kamis, 11 Februari 2016

Paket Kebijakan Ekonomi X Proteksi UMKM

Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X yang berfokus pada peningkatan perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil,  Menengah, dan Koperasi (UMKMK), dan perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dalam Paket Kebijakan Ekonomi X ini, pemerintah menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK melalui revisi P.....
Kamis, 11 Februari 2016

Sepanjang Musim Hujan, Petani Jagung di Agam Kesulitan Jemur Hasil Panen

Hujan yang berkepanjangan sepekan terakhir di Sumatera Barat, khusus di Agam, menyulitkan petani jagung menjemur hasil panennya. Pasalnya, mereka tidak bisa mengeringkan jagung yang sudah dipipil.Hal itu disampaikan A. Dt. Indo Marajo, salah seorang petani sekaligus pedagang pengumpul jagung di Lubuk Basung, Kamis (11/2/2016).Menurutnya, sejauh ini petani jagung di Agam, khususnya .....
Rabu, 10 Februari 2016

Dampak Jalan Rusak Sumbar-Riau, Harga Sayuran di Pekanbaru Melonjak

Putusnya akses jalan nasional Sumatera Barat-Riau akibat musibah banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu, mempengaruhi harga sayuraan di pasaran Kota Pekanbaru yang melonjak tinggi, Rabu (10/2/2016).Kenaikan itu akibat bertambahnya ongkos angkut sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga sesuai dengan modal yang di keluarkan. Sebab, mobil pengangkut sayuran terpaksa memutar untuk samp.....
Selasa, 09 Februari 2016

Ekonomi India Tumbuh 7,3 Persen, Lampaui China

Pada 2015 lalu, ekonomi India tumbuh 7% lebih, dan menjadikannya negara ekonomi utama dunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.Dilansir dari BBC, Selasa (9/2/2016), ekonomi India tumbuh secara rata-rata sebesar 7,5% di 2015. Lebih cepat dari China yang tumbuh 6,9% di tahun lalu.Ini bukan yang pertama kalinya pertumbuhan ekonomi India mengalahkan China. Menurut catatan IMF, ini per.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35