Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Jumat, 12 Februari 2016 12:17 WIB
Pertahanan Terakhir Rumah Makan Padang, Asing Diizinkan Kuasai 100 Persen Saham Restoran
Kinciakincia.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah membuka peluang bagi investor asing menguasai saham 100% dalam bidang usaha restoran. Bagaimana dengan nasib rumah makan Padang dan usaha makanan lokal lainnya? Pemerintah menjamin regulasi yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X tersebut tidak akan melibas nasib pelaku usaha lokal.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, rumah makan dengan restoran merupakan suatu hal yang berbeda. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk meratakannya.
"Beda rumah makan dan restoran adalah kalau restoran itu ada dapurnya, kalau rumah makan seperti rumah makan Padang zaman dahulu hanya dipanasin saja di situ. Nah, sekarang yang seperti itu dibuat menjadi sama-sama 100%," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Menurut Arief, terbukanya asing di bidang usaha restoran tidak akan menggilas keberadaan rumah makan padang karena yang diperbolehkan adalah yang memiliki modal usaha minimal Rp10 miliar atau dengan total investasi sekitar Rp100 miliar.

"Apa nanti akan menyerang rumah makan padang? Tidak mungkin, karena modal usahanya Rp10 miliar. Kalau modal usahanya Rp10 miliar, total investasi dia itu minimal Rp100 miliar. Jadi kita sedang bicara bisnis USD10 juta. Kalau USD10 juta boleh. Jadi jangan khawatir. Kalau dia tetap nekat masuk, maka harus bermitra dengan lokal sepanjang dia modal usahanya di bawah Rp10 miliar," terangnya.

Mantan Bos Telkom ini menuturkan, pada dasarnya alasan pemerintah untuk membuka peluang bagi asing untuk menguasai sepenuhnya bidang usaha restoran adalah untuk kepentingan wisatawan mancanegara (wisman).

"Saya contohkan, keseimbangan antara kepentingan konsumen dengan produsen. Kita datang ke Pulau Komodo, banyak orang Italia di sana, tapi di sana tidak ada restoran Italia. Jadi demi kepentingan konsumen nanti akan ada orang yang investasi di sana," imbuhnya.

Tak hanya itu, keterbukaan ini didasari asas kompetisi di mana jika Indonesia melarang asing untuk memiliki kepemilikan saham mayoritas di bidang tersebut, maka mereka akan lebih memilih membuka restoran di negara lain.

"Katakanlah orang yang sama. Ingin investasi restoran Italia, kalau kita menolak, maka dia dengan mudah investasikan ke Thailand. Dan ingat bahwa bagi investor uang itu tidak punya kewarganegaraan. Di mana yang lebih atraktif menurut dia maka akan terbang ke sana," tandasnya. (kkc)





Kirim ke Teman jumlah akses: 2.412 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 11 Februari 2016

Paket Kebijakan Ekonomi X Proteksi UMKM

Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X yang berfokus pada peningkatan perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil,  Menengah, dan Koperasi (UMKMK), dan perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dalam Paket Kebijakan Ekonomi X ini, pemerintah menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK melalui revisi P.....
Kamis, 11 Februari 2016

Sepanjang Musim Hujan, Petani Jagung di Agam Kesulitan Jemur Hasil Panen

Hujan yang berkepanjangan sepekan terakhir di Sumatera Barat, khusus di Agam, menyulitkan petani jagung menjemur hasil panennya. Pasalnya, mereka tidak bisa mengeringkan jagung yang sudah dipipil.Hal itu disampaikan A. Dt. Indo Marajo, salah seorang petani sekaligus pedagang pengumpul jagung di Lubuk Basung, Kamis (11/2/2016).Menurutnya, sejauh ini petani jagung di Agam, khususnya .....
Rabu, 10 Februari 2016

Dampak Jalan Rusak Sumbar-Riau, Harga Sayuran di Pekanbaru Melonjak

Putusnya akses jalan nasional Sumatera Barat-Riau akibat musibah banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu, mempengaruhi harga sayuraan di pasaran Kota Pekanbaru yang melonjak tinggi, Rabu (10/2/2016).Kenaikan itu akibat bertambahnya ongkos angkut sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga sesuai dengan modal yang di keluarkan. Sebab, mobil pengangkut sayuran terpaksa memutar untuk samp.....
Selasa, 09 Februari 2016

Ekonomi India Tumbuh 7,3 Persen, Lampaui China

Pada 2015 lalu, ekonomi India tumbuh 7% lebih, dan menjadikannya negara ekonomi utama dunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.Dilansir dari BBC, Selasa (9/2/2016), ekonomi India tumbuh secara rata-rata sebesar 7,5% di 2015. Lebih cepat dari China yang tumbuh 6,9% di tahun lalu.Ini bukan yang pertama kalinya pertumbuhan ekonomi India mengalahkan China. Menurut catatan IMF, ini per.....
Sabtu, 06 Februari 2016

Pemerintah Belum Umumkan Data PHK, Ancaman Gelombang PHK Terus Berlanjut

Pemerintah harus berinisiatif mencarikan solusi untuk tenaga kerja diputus. Indonesia saat ini tengah terancam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Konfederasi Sarekat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga Maret 2016 terdapat beberapa perusahaan pada sektor elektronik, migas, dan automotif yang akan melakukan PHK sebesar 10.000 tenaga kerja.Pemerintah pun ditu.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35