Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 10 Februari 2016 15:05 WIB
Dampak jalan rusak Sumbar-Riau, harga sayuran di Pekanbaru melonjak (foto RRI)
Dampak jalan rusak Sumbar-Riau, harga sayuran di Pekanbaru melonjak (foto RRI)
Kinciakincia.com - Putusnya akses jalan nasional Sumatera Barat-Riau akibat musibah banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu, mempengaruhi harga sayuraan di pasaran Kota Pekanbaru yang melonjak tinggi, Rabu (10/2/2016).

Kenaikan itu akibat bertambahnya ongkos angkut sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga sesuai dengan modal yang di keluarkan. Sebab, mobil pengangkut sayuran terpaksa memutar untuk sampai ke Pekanbaru.

Ridwan, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kodim, Pekanbaru kepada Radio Republik Indonesia menjelaskan kenaikan harga terjadi sangat tinggi. Sebab pasokan berurang drastis karena barang yang masuk tidak seperti biasanya.

"Hari ini harga sangat tinggi, karena walaupun banjir sudah terjadi sejak hari Minggu lalu, namun stok sudah menipis, sehingga pedagang menaikkan harga," jelasnya seperti dilansir rri.co.id.

Dikatakan, apalagi sayuran di Pekanbaru pada umumnya didatangkan ddari Sumbar. Sementara untuk sampai ke Pekanbaru, kendaraan pengangkut sayuran harus memutar jalan melewati Kiliran Jao, Kabupaten Kuantan singingi sehingga ongkos dipastikan bertambah.

"Kalau jalan tidak putus maka lewatnya dari jalur biasa yaitu dari Bukit Tinggi, tapi karena jalan putus maka terpaksa memutar, jadi bertambah lagi waktu diperjalan antara 4 sampai 5 jam," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan RRI di sejumlah pasar tradsional di Kota Pekanbaru, harga Daun Bawang sudah mencapai Rp 24.000,- sampai Rp 25.000,- per kilo gram dari harga sebelumnya Rp 20.000,-per kg.

Begitu juga dengan Sawi, dari harga sebelum putusnya akses jalan hanya Rp 7.000,- menjadi Rp 10.000,- per kg. Sedangkan untuk Seledri dari harga normal Rp 12.000,- menjadi Rp 20.000,- per kg.

Hal sama juga terjadi dengan harga barang kebutuhan lainnya yang mengalami keniakan diatas 20 persen. Namun meski demikian, para pedagang dan agen, menilai harga akan kembali normal dalam beberapa hari kedepan, seiring dengan akses jalan yang sudah bisa dilewati dalam beberapa hari kedepan. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.319 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 09 Februari 2016

Ekonomi India Tumbuh 7,3 Persen, Lampaui China

Pada 2015 lalu, ekonomi India tumbuh 7% lebih, dan menjadikannya negara ekonomi utama dunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.Dilansir dari BBC, Selasa (9/2/2016), ekonomi India tumbuh secara rata-rata sebesar 7,5% di 2015. Lebih cepat dari China yang tumbuh 6,9% di tahun lalu.Ini bukan yang pertama kalinya pertumbuhan ekonomi India mengalahkan China. Menurut catatan IMF, ini per.....
Sabtu, 06 Februari 2016

Pemerintah Belum Umumkan Data PHK, Ancaman Gelombang PHK Terus Berlanjut

Pemerintah harus berinisiatif mencarikan solusi untuk tenaga kerja diputus. Indonesia saat ini tengah terancam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Konfederasi Sarekat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga Maret 2016 terdapat beberapa perusahaan pada sektor elektronik, migas, dan automotif yang akan melakukan PHK sebesar 10.000 tenaga kerja.Pemerintah pun ditu.....
Jumat, 05 Februari 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Terendah Lima Tahun Terakhir

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto‎ mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 sebesar 4,79%, menjadi yang terendah sejak 2010. (Baca: Ekonomi Indonesia 2015 Hanya Tumbuh 4,79%).Namun, pria yang akrab disapa Ketjuk ini mengatakan, yang perlu digarisbawahi adalah optimisme yang tumbuh di triwulan IV/2015 sebagai pembentuk pertumbuhan eko.....
Jumat, 05 Februari 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Capai 4,79%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2015 mencapai 5,04%. Angka ini meningkat cukup tinggi jika dibanding kuartal III yang mencapai 4,73%, kuartal II sebesar 4,67% dan kuartal I tumbuh 4,7%‎. Kepala BPS Suryamin mengatakan, secara year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,79%. Maka, angka 5,04% ini, meningkat cukup tinggi lantaran.....
Kamis, 04 Februari 2016

KSPI Ungkapkan, 11 Perusahaan Akan Lakukan PHK

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan 11 perusahaan di Indonesia akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).‎ Perusahaan tersebut tidak akan memperpanjang kontrak kerja karyawannya dengan berbagai alasan.Ketua Presidium KSPI Said Iqbal mengatakan, sejumlah perusahaan tidak lagi memperpanjang kontrak kerja karyawan, serta beberapa lagi akan menutup perusahaan dan h.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35