Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 09 Februari 2016 08:27 WIB
Ekonomi India tumbuh 7,3 persen, lampaui China (Foto Net)
Ekonomi India tumbuh 7,3 persen, lampaui China (Foto Net)
Kinciakincia.com - Pada 2015 lalu, ekonomi India tumbuh 7% lebih, dan menjadikannya negara ekonomi utama dunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/2/2016), ekonomi India tumbuh secara rata-rata sebesar 7,5% di 2015. Lebih cepat dari China yang tumbuh 6,9% di tahun lalu.

Ini bukan yang pertama kalinya pertumbuhan ekonomi India mengalahkan China. Menurut catatan IMF, ini pernah terjadi di 1981, 1989, 1990, dan 1999.

Menurut perhitungan pemerintah India, dikutip dari detik.com, sepanjang Oktober-Desember 2015 atau kuartal IV-2015, ekonomi India tumbuh 7,3%.

Sebagai informasi, tahun fiskal yang digunakan India dimulai Maret setiap tahunnya. Untuk periode fiskal Maret 2015-Maret 2016, pemerintahan India yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi, memperkirakan ekonomi akan tumbuh 7,6%.

Industri manufaktur yang tengah booming menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi India. India juga mendapatkan tenaga dari murahnya harga minyak.

Meski begitu, Modi masih belum bisa mendorong parlemen India untuk menyetujui sejumlah kebijakan ekonomi yang akan dibuat. Kebijakan itu antara lain adalah perubahan pajak barang dan jasa.

Banyak pihak yang skeptis atau kurang percaya dengan angka pertumbuhan ekonomi India, semenjak pemerintah negara ini mengubah basis perhitungan pertumbuhan ekonominya pada Januari tahun lalu.

Sejumlah ekonom menyatakan, tidak melihat adanya perubahan secara nyata yang merfleksikan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Modi berkeliling dunia untuk mengajak perusahaan-perusahaan berinvestasi di negaranya. Namun India masih dinilai belum ramah terhadap investasi, dan pemerintahnya masih berusaha untuk memangkas birokrasi yang menghambat perekonomian.(kkc)





Kirim ke Teman jumlah akses: 831 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Sabtu, 06 Februari 2016

Pemerintah Belum Umumkan Data PHK, Ancaman Gelombang PHK Terus Berlanjut

Pemerintah harus berinisiatif mencarikan solusi untuk tenaga kerja diputus. Indonesia saat ini tengah terancam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Konfederasi Sarekat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga Maret 2016 terdapat beberapa perusahaan pada sektor elektronik, migas, dan automotif yang akan melakukan PHK sebesar 10.000 tenaga kerja.Pemerintah pun ditu.....
Jumat, 05 Februari 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Terendah Lima Tahun Terakhir

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto‎ mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 sebesar 4,79%, menjadi yang terendah sejak 2010. (Baca: Ekonomi Indonesia 2015 Hanya Tumbuh 4,79%).Namun, pria yang akrab disapa Ketjuk ini mengatakan, yang perlu digarisbawahi adalah optimisme yang tumbuh di triwulan IV/2015 sebagai pembentuk pertumbuhan eko.....
Jumat, 05 Februari 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Capai 4,79%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2015 mencapai 5,04%. Angka ini meningkat cukup tinggi jika dibanding kuartal III yang mencapai 4,73%, kuartal II sebesar 4,67% dan kuartal I tumbuh 4,7%‎. Kepala BPS Suryamin mengatakan, secara year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,79%. Maka, angka 5,04% ini, meningkat cukup tinggi lantaran.....
Kamis, 04 Februari 2016

KSPI Ungkapkan, 11 Perusahaan Akan Lakukan PHK

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan 11 perusahaan di Indonesia akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).‎ Perusahaan tersebut tidak akan memperpanjang kontrak kerja karyawannya dengan berbagai alasan.Ketua Presidium KSPI Said Iqbal mengatakan, sejumlah perusahaan tidak lagi memperpanjang kontrak kerja karyawan, serta beberapa lagi akan menutup perusahaan dan h.....
Selasa, 02 Februari 2016

Surplus Produksi Padi, Pesisir Selatan Pasok 221.502 Ton untuk Konsumsi Daerah Lain

Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tahun 2015 hasilkan padi sebanyaj 317.569 tonatau sebesar 1,12 persen. Jumlah produksi ini melebihi yang ditargetkan. Dengan demikian, Pesisir Selatan merupakan daerah yang konsisten pemasok beras terbesar untuk Sumatera Barat.Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Pessel, Afrizon Nazar mengatakan, seperti dila.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35