Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 26 Januari 2016 11:32 WIB
Awal Februari, BNI turunkan suku bunga (Foto Antara)
Awal Februari, BNI turunkan suku bunga (Foto Antara)
Kinciakincia.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akan segera menurunkan suku bunga kredit pada awal Februari menyusul penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-rate) dari 7,5 persen menjadi 7,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 15 Januari 2016 lalu.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menyatakan manajemen sudah memutuskan bahwa pada awal Februari 2015 ini perseroan akan menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) setelah adanya pemangkasan BI rate.

“Nanti ada penyesuian tertentu, turunnya sekitar 25 basis poin dan itu akan diikuti oleh turunnya suku bunga kredit ritel paling tidak 25 basis poin," tuturnya di kantor pusat BNI, Jakarta, Senin (25/1/2016) seperti dilansir cnnindinesia.

Achmad berharap penurunan suku bunga kredit bisa mempercepat penyaluran kredit perseroan. Hal itu seperti yang terlihat pada cepatnya penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI setelah suku bunga KUR diturunkan dari 22 persen menjadi 12 persen pertengahan tahun lalu.

"Dari Agustus sampai Desember tahun lalu kita menyalurkan KUR Rp3 triliun," ujarnya.

Kredit BNI, lanjut Achmad, tumbuh sebesar 17,5 persen menjadi Rp326,1 triliun pada tahun lalu, naik dari capaian tahun 2014 senilai Rp277,6 persen.

Tahun ini, BNI menargetkan pertumbuhan kredit bisa mencapai 16-18 persen dengan menyasar pasar perusahaan pelat merah yang banyak melaksanakan proyek infrastruktur pemerintah.

"Kita berharap kredit infrastruktur bisa mendorong kredit lainnya juga bisa tumbuh, selain itu kredit perdagangan dan konstruksi juga tumbuh," ujarnya.

Dikutip dari laman resmi perseroan, suku bunga deposito BNI ada di kisaran 4,25 - 6,25 persen tergantung pada jangka waktu dan besaran simpanan. Adapun SBDK BNI per 31 Desember 2015 tercatat 10,75 persen untuk kredit korporasi, 12 persen untuk kredit ritel, 11 persen untuk kredit konsumsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan 12,5 persen untuk kredit non-KPR.

"Ini kan yang deposito masih ada yang belum jatuh tempo, kredit yang kita berikan juga ada yang belum jatuh tempo. Jadi (penurunan suku bunga) dilakukan secara bertahap," ujar Direktur Utama BRI Asmawi Syam secara terpisah. (kkc)





Kirim ke Teman jumlah akses: 1.053 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Senin, 25 Januari 2016

2015, Total Utang Pemerintah Indonesia Rp3.098,64 Triliun

Total utang pemerintah Indonesia pada Desember 2015 terus alami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp3.098,64 triliun. Semakin besarnya angka tersebut, utang RI selama 2015 naik Rp489,86 triliun dibandingkan periode 2014 yang sebesar Rp2.608,78 triliun.Seperti dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sen.....
Sabtu, 23 Januari 2016

Swasembada Pangan, Agam Bangun Jaringan Tersier dan Saluran Irigasi

Dalam upaya mensukseskan target nasional swasembada pangan di tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Agam melakukan upaya perbaikan sarana dan prasarana irigasi pada 2016. "Pada 2016, kita akan melakukan rehab jaringan irigasi tersier sekitar 5.000 hektar lahan pertanian di 16 kecamatan," kata Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Diperthornak) Agam, Ir. Arief Re.....
Jumat, 22 Januari 2016

Agam Cetak Sawah Baru Seluas 59 Hektare

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dispertahornak) Kabupaten Agam menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) cetak sawah di wilayah Kodam I Bukit Barisan.Hal ini dilakukan Kepala Dispertahornak Kabupaten Agam Afdhal dihadapan Panglima Kodam I/BB yang pada saat itu diwakili oleh Kepala Staf Brigadir Jendral TNI Widagdo Hendro, di Makodam I/BB, Kamis (21/1/2016.....
Jumat, 22 Januari 2016

Kadin Nilai, Pemerintah Daerah Tak Jalankan PP Pengupahan PP No. 78/2015

Belum maksimalnya program perbaikan iklim usaha dan investasi pemerintah pusat oleh pemerintah daerah menyebabkan terjadinya perununan realisasi investasi industri padat karya sebesar 12% pada tahun 2015..Hal itu dikatakan Anton J. Supit, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, sepertili dilansir Bisnis.com, Kamis (21/1/2016).Menurutnya, ken.....
Kamis, 21 Januari 2016

Pekerja Bukan Penerima Upah Bisa Manfaatkan BPJS Ketenagakerjaan

Pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan, terutama mereka yang mengantongi kartu BPJS Ketenagakerjaan, tentunya sudah yakin bahwa dirinya terlindungi dari resiko yang mungkin terjadi selama aktif menjalani pekerjaan. Selain itu hari tua setelah pensiun pun terjamin. Tapi bagaimana dengan mereka yang bekerja di sektor informal?Sudah 38 tahun hadir melayani masyarakat pekerja, BPJS Ketenaga.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35