Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Jumat, 20 Maret 2015 21:04 WIB
Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun
Padang, Kinciakincia.com - Sejarah panjang kopi di Nusantara sudah menjadi bagian dari kebiasaan atau tradisi dalam masyarakat. Namun, sekarang ini perkembangan perkebunan kopi di Indonesia masih terbilang lambat sehingga berpengaruh pada nilai ekspor secara umum. Sehingga, diprediksi ekspor kopi pada tahun 2015 akan mengalami kemerosotan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Hal tersebut diamini oleh Wakil ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Pranoto Soenarto di Jakarta (01/03). Seperti dilansir dari website resmi kemenperin.go.id bahwa faktor menurunnya eskpor disebabkan ketidakseimbangan antara tanaman kopi yang sudah tua dengan tanaman kopi yang baru. Perbandingan keduanya berkisar 80:20. Hal itulah yang mengakibatkan.sulitnya angka produksi dalam negeri meningkat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Namun, pentolan AEKI tersebut juga menggarisbawahi bahwa penurunan ekspor kopi di tahun 2015 disebabkan karena konsumsi dalam negeri yang meningkat. Produksi kopi kebanyakan dihabiskan di dalam pasar domestik.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Meski begitu, Pranoto masih menyayangkan tidak bertambahnya nilai ekspor tersebut. Pasalnya, ia meyakini bahwa kebutuhan pasar dunia akan kopi diprediksi meningkat hingga 24% dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Sebagai catatan, International Coffee Organization (ICO) memperkirakan permintaan biji kopi ditaksir mencapai 175,8 juta kantong pada tahun 2020. Sementara, produksi kopi dunia diperkirakan hanya sebesar 141 juta kantong. Angka tersebut menurun dibandingkan produksi dunia tahun lalu yang mencapai 146,7 juta kantong.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Catatan lain dari ICO juga menunjukkan bahwa faktor cuaca mengambil peran penting dalam mempengaruhi produksi kopi dunia. Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, tidak saja melanda produksi dalam negeri, tetapi juga melanda beberapa negara penghasil kopi lainnya seperti Brazil.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Catatan ekspor kopi Indonesia sendiri pada tahun 2014 juga telah mengalami penurunan sekitar 39% dari volume ekspor kopi di tahun 2013 sebesar 534 ribu ton.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Lain halnya dengan Sumatera Barat. Walaupun secara nasional angka produksi kopi menurun, tetapi Sumbar tetap bergairah membidik pasar ekspor kopi. Dua jenis komoditi kopi andalan Sumatera Barat siap diterjunkan ke pasaran dunia.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Jenis tersebut antara lain kopi arabika dan kawa daun. Yang terakhir disebutkan itu merupakan kopi khas yang hanya dimiliki oleh Sumatera Barat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Seperti dilansir dari covesia.com, kawa daun telah dikirim ke Kota Santiago, Chile, sebagai sampel. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat, Fajaruddin yang berharap tahun ini ekspor kawa daun tersebut dapat terwujud.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Sebelumnya, kopi jenis Arabika khas Sumbar juga telah dilempar ke pasar internasional seperti Italia, Thailand, Australia, Norwegia dan Tiongkok karena cita rasanya yang unik dan khas. Menurut Fajaruddin, cita rasa unik tersebut bersumber dari kualitas dan kandungan tanah yang berbeda-beda. Sehingga, tidak mengherankan jika rasa kopi bercampur dengan rasa-rasa yang lain seperi lemon, dan rempah-rempah lainnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Ekspor Kopi Menurun, Sumbar Andalkan Arabika dan Kawa Daun: https://kinciakincia.com/berita/1723-ekspor-kopi-menurun-sumbar-andalkan-arabika-dan-kawa-daun.html
Sehingga, Fajaruddin optimis, kedua komoditi kopi tersebut dapat bersaing dan menjadi andalan Sumatera Barat terutama saat pasar MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dibuka per Desember tahun ini. (berbagai sumber/man/red)



Kirim ke Teman jumlah akses: 1.370 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2015

Minggu Depan, Indonesia Punya Badan Ekonomi Kreatif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jawaban atas rencana pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Kepada wartawan yang mencegatnya di sela-sela kunjungan ke Kampung Kreatif, Bandung, Senin (12/1) malam, Presiden mengisyaratkan badan tersebut akan terbentuk minggu depan.“Maksimal minggu depan sudah. Bentuknya nanti tanya ke Pak Andi (Seskab, red),” jelas Jokowi.Menurut Presiden, .....
Selasa, 13 Januari 2015

Harga Karet di Agam Turun Drastis, Petani Mengeluh

Sejak dua pekan terakhir, harga karet di tingkat petani di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, turun hingga ke level Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per kg. Kondisi ini membuat petani kurang bergairah dan diperparah harga kebutuhan sehari-hari semakin merangkak naik.Sebelumnya, harga karet mencapai Rp 13 ribu hingga Rp15 ribu. Sejauh ini petani belum mengetahui penyebab turunnya harga karet. Salah seoran.....
Kamis, 08 Januari 2015

Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu

Pemerintah diminta melakukan revitalisasi dan koordinasi yang lebih baik untuk menyusun kebijakan daulat gula nasional. Kemendag, Kementan, Kemenperin sertai instansi terkait lainnyanya perlu duduk besama menetapkan kebijakan yang lebih memihak kepada pelaku utama yaitu petani tebu."Pemerintah perlu serius menyusun kebijakan daulat gula nasional, beri subsidi dan insentif yang sunguh-sung.....
Kamis, 18 Desember 2014

Petani Harus Berjiwa Pengusaha

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sutriono Edi terus melakukan terobosan untuk menggenjot kesejahteraan petani dan pedagang.Satu per satu daerah mulai mengembangkan Pasar Lelang Komoditas (PLK) agar rantai perdagangan makin pendek dan para petani berubah pola pikirnya agar menjadi petani modern, yakni sebagai petani sekaligus pengusaha......
Rabu, 17 Desember 2014

ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memangkas pertumbuhan Indonesia tahun ini menjadi 5,1% dari sebelumnya 5,3%, mengacu pada perlemahan investasi dan ekspor yang melaju di bawah ekspektasi.Selain memangkas pertumbuhan tahun ini, ADB pun memangkas pertumbuhan tahun depan menjadi 5,6% dari semula 5,8%, cukup optimistis dibanding ketetapan institusi internasional lain. Adapun, UBS.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35