Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Kamis, 08 Januari 2015 02:38 WIB
Kementerian Terkait Duduk Bersama
Kebijakan daulat gula harus berpihak pada petani tebu
Kebijakan daulat gula harus berpihak pada petani tebu
Jakarta, Kinciakincia.com - Pemerintah diminta melakukan revitalisasi dan koordinasi yang lebih baik untuk menyusun kebijakan daulat gula nasional. Kemendag, Kementan, Kemenperin sertai instansi terkait lainnyanya perlu duduk besama menetapkan kebijakan yang lebih memihak kepada pelaku utama yaitu petani tebu.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
"Pemerintah perlu serius menyusun kebijakan daulat gula nasional, beri subsidi dan insentif yang sunguh-sungguh pada petani, hitung ulang kapasitas yang bisa dipasok oleh pabrik dalam negeri, lakukan pengetatan terhadap importasi gula," kata Wakil Ketua Komisi VI Heri Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/1/2015) seperti dilansir dpr.go.id
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
Ia menekankan kebijakan menaikan harga gula, bukanlah solusi yang tepat pada saat ini karena harga gula yang tinggi hanya menguntungkan untuk pabrikan gula yang telah efisien dan pedagang bukan petani.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
Pada bagian lain wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat IV meminta pemerintah mencermati dugaan perembesan gula rafinasi ke pasaran.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
"Kemendag harus menghitung ulang dan mengevaluasi kebutuhan gula refinasi, kalau terbukti terjadi perembesan gula rafinasi, izin importir harus dicabut," tekannya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
Politisi FP Gerindra ini mengkhawatirkan tanpa disadari kebijakan gula nasional saat ini  merupakan bagian dari skenario 'tata kelola pangan global' yang ujungnya menghancurkan petani dan Indonesia pada akhirnya bergantung dari impor. Itulah sebabnya dalam tahun 2015 ini pemerintah perlu meningkatkan efisiensi pabrik gula lokal.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
Menurutnya, dengan rata-rata rendemen hanya 7,2 persen, biaya produksi gula berbasis tebu di dalam negeri mencapai Rp 8.500/kg. Sedangkan, gula mentah impor yang diolah menjadi gula rafinasi dapat dijual dengan harga hanya Rp 6.000-7.500/kg. Berarti gula refinasi lebih murah Rp1.000-Rp2.000 per kg.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Daulat Gula Nasional, Kebijakan Pemerintah Harus Memihak Petani Tebu: https://kinciakincia.com/berita/1584-daulat-gula-nasional-kebijakan-pemerintah-harus-memihak-petani-tebu.html
Sementara, willingnes to pay (daya beli) konsumen hanya Rp 6.000-Rp7.500 per kg. Ini yang harus diantisipasi pada tahun 2015 dengan meningkatkan  efisiensi pabrik gula lokal minimal sampai 10 persen.(kc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 1.988 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2014

Petani Harus Berjiwa Pengusaha

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sutriono Edi terus melakukan terobosan untuk menggenjot kesejahteraan petani dan pedagang.Satu per satu daerah mulai mengembangkan Pasar Lelang Komoditas (PLK) agar rantai perdagangan makin pendek dan para petani berubah pola pikirnya agar menjadi petani modern, yakni sebagai petani sekaligus pengusaha......
Rabu, 17 Desember 2014

ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memangkas pertumbuhan Indonesia tahun ini menjadi 5,1% dari sebelumnya 5,3%, mengacu pada perlemahan investasi dan ekspor yang melaju di bawah ekspektasi.Selain memangkas pertumbuhan tahun ini, ADB pun memangkas pertumbuhan tahun depan menjadi 5,6% dari semula 5,8%, cukup optimistis dibanding ketetapan institusi internasional lain. Adapun, UBS.....
Kamis, 11 Desember 2014

Ichsanuddin Noorsy: Dua Tahun ke Depan, Ekonomi Indonesia Tetap Sakit

Dalam sebuah diskusi yang digelar pekan lalu, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebutkan, perekonomian Indonesia masih akan tetap sakit dalam dua tahun ke depan, meskipun pada saat ini sudah berganti Presiden Joko Widodo (Jokowi).Pasalnya, hingga saat ini Presiden Jokowi belum menunjukkan tanda-tanda  keseriusannya untuk melakukan pembenahan di bidang ekonomi, dan malah menaikkan har.....
Senin, 01 Desember 2014

Cabai Merah di Pasar Raya Padang Masih Kisaran Rp70.000 Per Kg

Harga cabai merah (keriting) hingga Senin (1/12/2014) di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, dan pasar-pasar satelit seperti di Lubuk Buaya, Alai, Banda Buek, dan lainnya, masih bertahan pada harga Rp70.000 per kg.Beberapa pedagang pengecer menyebutkan, masih bertahannya harga cabai di kisaran Rp70 ribuan per kg karena pasokan cabai dari pedagang pengumpul terbatas dan harga masih tinggi.  .....
Jumat, 28 November 2014

Hortikultura Indonesia Siap Masuki MEA 2015

Tidak terasa, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan dihadapai Indonesia kurang dari 2 bulan lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, atau siap tidak siap, para pelaku usaha lokal harus bersiap-siap menghadapi masa perdagangan bebas dengan negara-negara yang tergabung dalam kelompok ASEAN. Menyambut hal ini, Kementerian Pertanian RI menyatakan bahwa subsektor Hortikultura sudah cukup siap menyambut MEA .....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35