Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 17 Desember 2014 12:30 WIB
2015 Tahun Suram Ekonomi Indonesia
ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen
Kinciakincia.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memangkas pertumbuhan Indonesia tahun ini menjadi 5,1% dari sebelumnya 5,3%, mengacu pada perlemahan investasi dan ekspor yang melaju di bawah ekspektasi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
Selain memangkas pertumbuhan tahun ini, ADB pun memangkas pertumbuhan tahun depan menjadi 5,6% dari semula 5,8%, cukup optimistis dibanding ketetapan institusi internasional lain. Adapun, UBS Bank, World Bank, dan OECD memprediksi Indonesia tumbuh 5,2% tahun depan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
“Di Indonesia, hanya konsumsi domestik yang akan menopang pertumbuhan, kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto lebih kecil dari ekspektasi ADB sebelumnya,” ungkap ekonom ADB untuk Indonesia Edimon Ginting di Jakarta, Rabu (17/12/2014) seperti dilansir bisnis.com. .
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
Edimon menuturkan, ekspor yang berperan penting mendongkrak pertumbuhan, diprediksi akan meningkat tipis tahun depan, namun belum cukup kuat menopang pertumbuhan. Alasan ini lah yang menurut Edimon akan tetap membebani ekspansi 2015.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
Berbeda dengan sejumlah ekonom dan institusi yang memprediksi investasi akan stagnan, Edimon berpendapat pertumbuhan mendatang juga dapat bergantung pada investasi, karena situasi ekonomi dan politik akan mulaipredictable.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
“Sepanjang tahun ini, investor itu melihat situasi domestik kita tidak terprediksi,kan itu kuncinya untuk mereka. Investasi akan mulai pulih paruh kedua tahun depan. Pada paruh pertama itu mereka akan memantau arah kebijakan pemerintah,” jelasnya, merujuk pada investasi domestik dan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
Sepeti diketahui, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebelumnya menyampaikan bahwa untuk mengejar pertumbuhan 5,8% tahun depan, pemerintah akan bertumpu pada investasi langsung yang ditargetkan tumbuh 15% tahun depan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): ADB Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 5,1 Persen: https://kinciakincia.com/berita/1460-adb-memangkas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-menjadi-51-persen.html
Edimon menegaskan peran kebijakan pemerintah amat penting dalam mengejar target pertumbuhan tahun depan sesuai ketetapan APBN yaitu 5,8%. “Kalau pemerintah mampu menciptakan kebijakan yang akomodatif, investor akan menilai Indonesia ini prospektif,” katanya.(kc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 1.004 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2014

Ichsanuddin Noorsy: Dua Tahun ke Depan, Ekonomi Indonesia Tetap Sakit

Dalam sebuah diskusi yang digelar pekan lalu, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebutkan, perekonomian Indonesia masih akan tetap sakit dalam dua tahun ke depan, meskipun pada saat ini sudah berganti Presiden Joko Widodo (Jokowi).Pasalnya, hingga saat ini Presiden Jokowi belum menunjukkan tanda-tanda  keseriusannya untuk melakukan pembenahan di bidang ekonomi, dan malah menaikkan har.....
Senin, 01 Desember 2014

Cabai Merah di Pasar Raya Padang Masih Kisaran Rp70.000 Per Kg

Harga cabai merah (keriting) hingga Senin (1/12/2014) di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, dan pasar-pasar satelit seperti di Lubuk Buaya, Alai, Banda Buek, dan lainnya, masih bertahan pada harga Rp70.000 per kg.Beberapa pedagang pengecer menyebutkan, masih bertahannya harga cabai di kisaran Rp70 ribuan per kg karena pasokan cabai dari pedagang pengumpul terbatas dan harga masih tinggi.  .....
Jumat, 28 November 2014

Hortikultura Indonesia Siap Masuki MEA 2015

Tidak terasa, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan dihadapai Indonesia kurang dari 2 bulan lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, atau siap tidak siap, para pelaku usaha lokal harus bersiap-siap menghadapi masa perdagangan bebas dengan negara-negara yang tergabung dalam kelompok ASEAN. Menyambut hal ini, Kementerian Pertanian RI menyatakan bahwa subsektor Hortikultura sudah cukup siap menyambut MEA .....
Rabu, 26 November 2014

Atom Center Pasar Raya Padang Jadi Sentra Batu Akik

Pembenahan Pasar Raya yang ditargetkan tuntas dalam dua tahun memaksa Walikota Padang Mahyeldi terus ngotot memantau kawasan tersebut. Selain melakukan penertiban para pedagang yang menyesaki jalan, perbaikan terhadap fisik jalan di kawasan itu juga tengah dikerjakan."Penataan Pasar Raya memang kita targetkan tuntas dalam dua tahun ini. Untuk melanjutkan pembangunannya, pedagang yang mene.....
Selasa, 25 November 2014

Lithuania Borong Kopi Luwak 5 Ton, 3.000 Ayam Potong

Target pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla seolah dibayar tunai oleh Duta Besar RI untuk Denmark dan Lithuania Prof Dr Bomer Pasaribu. Pemerintahan baru menginginkan setiap duta besar juga mempromosikan produk dalam negeri hingga realisasi ekspor.Setelah diadakan pertemuan bisnis oleh Atase Perdagangan dan ALPK (Lithuanian Confederetion) di wilayah Klaipeda Free Economic Zone, kopi Luwak .....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35