Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Senin, 15 Desember 2014 01:53 WIB
ENTREPRENEURSHIP
Gibran-Chuzaefah-Amsi.
Gibran-Chuzaefah-Amsi.
Kinciakincia.com - kinciakincia.com—Memberikan makan ikan melalui SMS? Terdengar aneh, memang. Toh, bukan sulap bukan sihir, dengan perangkat berbasis software bernama e-Fishery yang dikembangkan Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, pemberian pakan untuk ikan dan udang dapat dikontrol via ponsel. Menurut Gibran, pengelola tambak ikan atau udang dapat memantau jumlah dan waktu pemberian pakan dari mana saja. Bahkan, pria kelahiran Jakarta 31 Desember 1989 ini mengklaim, dengan menggunakan e-Fishery, mereka dapat lebih efisien 20% dalam pemberian pakan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
Gibran menceritakan, awal mula ia menciptakan aplikasi e-Fishery ketika mengobrol dengan petani ikan. Ternyata, masalah utama dalam budi daya ikan dan udang adalah feeding cost (biaya pakan)yang besarnya mencapai 70% dari biaya total.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
“Tidak semua orang bisa memberikan pakan (ikan) sesuai prosedur. Apalagi bila mereka memiliki kolam banyak. Ini jadi masalah besar,” ungkapnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
Dari sisi aspek makro, pada 2012, rata-rata kenaikan rate of investment di sektor perikanan nasional hanya 5%. Padahal, peningkatan konsumsinya sebesar 30%. Bila disparitas antara konsumsi dan produksi tidak terpenuhi, Indonesia akan impor terus. Terbukti, pada 2013, Indonesia impor ikan lele dari Malaysia. Salah satu penyebab rendahnya kenaikan investasi ini karena bidang ini dinilai tidak bisa dikontrol.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
“Teknologi yang sudah ada di (industri) perikanan sangat rendah. Tidak ada teknologi baru yang membuat perikanan semakin akuntabel,prediktabel dan convenience. Itulah alasan saya mengembangkan e-Fishery,” kata Gibran, yang mengembangkan aplikasi e-Fishery dengan mendirikan PT Multidaya Teknologi Nusantara.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
Teknologi yang digunakan Gibran adalah Network Operation Centre yang dihubungkan dengan Supervisory Control and Data Acquisition– sistem kontrol yang biasa digunakan di industri besar. Komponen tersebut terhubung dengan kontainer food yang telah dilengkapi dengan perangkat mekanik untuk pengeluaran pakan secara otomatis dan sensor kuantitas pakan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Gibran Chuzaefah Amsi, Kreator Alat Pakan Ikan Otomatis: https://kinciakincia.com/berita/1442-gibran-chuzaefah-amsi-kreator-alat-pakan-ikan-otomatis.html
Melalui perangkat e-Fishery, proses kontrol otomatis dapat dilakukan mulai dari penjadwalan pemberian pakan, pengaturan kuantitas pakan yang diberikan, hingga sistem keamanannya. Untuk yang terakhir disebut, tindak pencurian dapat terdeteksi dari jarak jauh dan aplikasi ini dapat langsung berhubungan dengan nomor telepon kantor kepolisian setempat.





Kirim ke Teman jumlah akses: 1.259 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2014

Premanisme dan Mentalitas Pengelola Wisata Hambat Pariwisata

kinciakincia.com--Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago menyayangkan kondisi pariwisata Indonesia hanya mampu mendatangkan tak sampai 9 juta wisatawan asing per tahun. Pariwisata Indonesia berada diposisi di papan paling bawah kalah dengan Thailand, Malaysia, Singapura.“Masalahnya bukan di objek wisatanya, tapi ada di masalah mental pengelola pariwisata, tidak.....
Minggu, 14 Desember 2014

Bisnis Online Rugikan Indonesia

kinciakincia.com--Ciber Park Indonesia, menyatakan bisnis online telah merugikan Indonesia miliaran dolar karena pengawasan pajak dari transaksi online belum tersentuh sama sekali."Jika Kementerian Perdagangan menyatakan transaksi perdagangan melalui online mencapai ratusan miliar dolar, bisa dihitung berapa pajak atau Ppn transaksi sebesar 10 persen yang hilang sebagai pendapatan .....
Minggu, 14 Desember 2014

Pemda Sumbar Kurang Respons Pengolahan Kakao

kinciakincia.com—Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan kakao sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan melalui program hilirisasi, sehingga ditetapkan empat fasilitas sebagai komitmennya.Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin di Gresik, pada saat meresmikan pabrik kakao milik PT Cargill Indonesia.Em.....
Minggu, 14 Desember 2014

Kalau Mau, Indonesia Bisa Jadi Produsen Rumput Laut Terbesar Dunia

kinciakincia.com—Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, bahwa Indonesia sedang menuju ke arah menjadi produsen komoditas rumput laut terbesar di tingkat internasional.Hal ini didukung dengan potensi pengembangan lahan budidaya rumput laut yang masih terbuka lebar, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.Slamet S.....
Sabtu, 13 Desember 2014

Produksi Journey of Java Minor, Industri Kreatif Perfilman Mulai Tumbuh di Padang

kinciakincia.com—Pemutaran perdana Journey of Java Minor, film fiksi indie besutan sutradara muda Sumatera Barat, David Darmadi, Sabtu (13/12/2014) dalam dua sesi pukul 13.00 dan 20.30 WIB di Bioskop Karya Padang disambut antusias pencinta film Kota Padang. Kendati tak semua kursi terisi, tapi spirit kebangkitan film di Kota Padang, sudah terlihat.“Cukup terobati juga.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35