Dampak Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan terhadap Perekonomian, Pariwisata dan Ekologi Indonesia

Kamis, 12 April 2018 11:40 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) -
31 maret lalu telah terjadi kejadian luar biasa di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur yaitu tumpahan minyak mentah PT. Pertamina. Setelah dilakukan investigasi, penyebab kejadian ini adalah patahnya pipa penyalur minyak mentah yang sudah berumur sekitar 20 tahun di kilangan Teluk Balikpapan.

Kejadian ini menjadi perhatian penuh oleh Pemerintah RI beberapa hari belakangan. Sekitar 12 hektare kawasan di Teluk Balikpapan dengan panjang pantai terdampak mencapai sepanjang 60 km tercemari tumpahan minyak yang menyebabkan kerusakan ekologi laut serta berdampak pada situasi ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. tragedi ini memakan korban 5 orang nelayan setempat dan kobaran api di laut menyebabkan kapal nelayan banyak yang terbakar.


Titik Api di Laut Teluk Balikpapan
  • Pengaruh terhadap Pasokan Minyak Nasional
Pihak Pertamina menjelaskan bahwa, terdapat sekitar 80 ribu barel minyak tumpah yang mengurangi 5% total minyak Indonesia. Berdasarkan berhitungan cnnindonesia.com, dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret 2018 mencapai US$61,87 per barel maka potensi kerugian Pertamina dari tumpahnya minyak tersebut setidaknya mencapai US$2,47 juta atau sekitar Rp34 miliar (kurs Rp13.700 per dolar AS)

Lokasi Kilangan Minyak di Teluk Balikpapan
  • Pengaruh terhadap Ekologi Perairan
Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan berdampak besar terhadap kondisi ekologi biota laut seperti kepiting, ikan dan bahkan binatang endemik Balikpapan.Hingga saat ini terdapat satu ikan pesut yang mati akibat pencemaran dan banyakikan yang mati. Dugaan sementara ceceran minyak mentah telah mempengaruhi biota laut yang ada disekitar perairan Selat Makassar.

Dilansir dari Tribun kaltim, selain kepiting, Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto mengatakan, belum bisa menghitung berapa banyak ikan dilaut mati, dan dampak lainnya. Namun yang paling disayangkan banyaknya Plankton yang rusak.

"Kalau plankton rusak susah untuk dikembalikan, butuh waktu cukup lama, karena Plankton lebih berharga dan merupakan makanan ikan,"katanya

Selain terhadap biota laut, pencemaran mempengaruhi hutan mangrove. Berdasarkan fakta lapangan ditemukan ekosistem terdampak berupa hutan tanaman mangrove 34 ha di kelurahan Karingau, dan ribuan tanaman mangrove di Kampung Atas Air Margasari.
Hutan Magrove yang Terkena Dampak
  • Pengaruh terhadap Ekonomi Nelayan[/i][/i][/i]
[/i][/i][/i]
Tragedi ini tentunya mempengaruhi pendapatan masyarakat sekitar terutama nelayan. kerugian ekonomi yang dialami nelayan tangkap dan nelayan budidaya yang kehilangan atau mengalami penurunan pendapatan pasca insiden ceceran minyak di Teluk Balikpapan. Sedangkan dari segi ekonomi sendiri nelayan kesulitan untuk mencari ikan karena ribuan ikan banyak yang mati akibat tumpahan minyak tersebut. Tak hanya nelayan, tumpahan minyak dari pipa Pertamina Refinery Unit V Balikpapan juga berdampak pada ratusan lubang keramba para peternak kepiting. Sebanyak 10 orang petani kepiting keramba di Balikpapan gagal panen dan merugi. 10 petani kepiting ini tersebar di wilayah Kariangau Balikpapan. Para petani terpaksa memindahkah kepitingnya dari tambak karena tambak milik petani ikut tercemar
  • Pengaruh terhadap sektor pariwisata
Tumpahan minyak di teluk ini menyebakan jarangnya turis berkunjung ke pantai yang biasa dijadikan lokasi wisata sekitar teluk. hal ini menyebabkan kerugian bagi pelaku bisnis wisata yang ada disana.


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4245-dampak-tumpahan-minyak-di-teluk-balikpapan-terhadap-perekonomian-pariwisata.html