Tingkatkan Promosi Wisata untuk Capai Kunjungan 15 Juta Turis Asing

Selasa, 03 Oktober 2017 08:12 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Jumlah wisatawan mancanegara alias turis asing yang berkunjung ke Indonesia dari waktu ke waktu, sampai awal bulan Oktober 2017, terus memperlihatkan peningkatan. Setidaknya target kunjungan turis asing ke Indonesia pada tahun ini tercapai.

“Malah bisa lebih dari angka 15 juta wisman, wisatawa mancanegara. Apa yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia ialah seringnya mengikuti pameran di luar negeri untuk mempromosikan destinasi Indonesia. Untuk perlu menyinergikan promosi pariwisata di pusat dan daerah. Melalui sinergi itu pemerintah daerah dapat mengetahui pasar wisatawan mancanegara yang paling potensial,” jelas I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia, beberapa waktu lalu.

Apa yang diperbuat Kemenpar memang serius. Semua itu untuk mewujudkan target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Sedangkan promosi yang digelar di sejumlah negara Asia, meliputi misi penjualan, pameran, festival dan wisata pengerak.

“Daerah harus terjun langsung mempromosikan destinasinya. Nah, lewat promosi di luar negeri, maka daerah juga mendapat masukan mengenai pembenahan yang diperlukan,” imbuh I Gde Pitana.

Sampai Agustus 2017, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, terbanyak dari Tiongkok, Australia, Singapura, Malaysia dan Jepang kendati turis dari Negeri Sakura ini menurun.

Mengatasi turunnya turis Jepang ke Indonesia, namun sudah terdapat indikasi grafik naik, maka pada akhir September 2017, Indonesia pun ikut pameran pariwisata yang terbesar di Jepang, diadakan di gedung Exhibition Center Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang. Japan Tourism Expo ini diikuti 150 negara dan digelar 1.100 stan serta dikunjungi 175 ribu penggiat pariwisata, termasuk pembeli dan penjual.

Kenyataan lapangan, stand Indonesia paling ramai dikunjungi. Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif menyempatkan berkunjung ke stand Indonesia di Japan Tourism Expo yang sudah ke 25 kali diadakan. Delegasi Indonesia yang ikut ekspo itu terdiri 35 pelaku industri pariwisata, dan 11 perwakilan dinas pariwisata daerah, juga 45 penggiat pariwisata.

“Warga Jepang memang tahunya Bali dan Jakarta. Karenanya kami dari daerah, yakni dari provinsi Bangka Belitung, mempromosikan habis-habisan. Kami menjelaskan Bangka Belitung tidak jauh dari Jakarta. Kami pun menjelaskan pantai Bangka Balitung sangat indah, pasirnya putih bersih dan pemandangan elok, seperti Tanjung Kelayang,” cerita Sansan Arya Lukman pemilik travel Bella Wisata, pelaku industri pariwisata asal Bangka yang ikut pameran Japan Tourism Expo.

Di satu pihak, pengusaha travel dari Indonesia yang lain, yakni Priyadi Pribadi, pemilik travel yang kantornya di Tangerang, Banteng, memasarkan distinasi Bogor yang memiliki Kebun Raya Bogor, kota Garut (Jawa Barat) dan kuliner Chochodot Garut, yaitu cokelat asli produksi Garut yang sudah mendunia. Pemilik utama produk Chochodot Garut ini mengamini bahwa produknya masuk pasar Eropa, Asia, khususnya Jepang.

Singkat kata, promosi wisata Indonesia di Japan Tourism Expo begitu sukses. Warga Jepang, teristimewa masyarakat kota Tokyo betul-betul memberikan apresiasi yang luar biasa. Paling tidak mengetahui Indonesia tidak hanya Bali semata dan Jakarta. Tapi ada distinasi baru seperti Bangka Belitung, Bogor dan Garut. Maka, meski demi target, tidak sia-sia apabila Kemenpar melakukan sinergi pusat daerah, dalam menggenjot promosi wisata ke luar negeri. (KKC)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4221-tingkatkan-promosi-wisata-untuk-capai-kunjungan-15-juta-turis-asing.html