Padang Pariaman Jadi Sentra Cokelat di Sumatera Barat

Minggu, 16 April 2017 22:45 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Padang Pariaman diproyeksikan sebagai sentra utama cokelat di Sumatera Barat. Hal ini sesuai dengan kesepakatan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui Millenium Challenge Cooporation (MCC) yang menjalin kerja sama dalam persiapan pengembangan kakao berkelanjutan di Sumatera Barat.

Kerja sama ini dikelola oleh Millenium Callenge Account (MCA)-Indonesia di bawah kendali Kementerian PPN/ Bappenas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara usai pembuatan video klip Cokelat Padang Pariaman di Anai Resort, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

"Alhamdulillah, Cokelat Padang Pariaman dilirik Pemerintah Amerika untuk dikembangkan lebih baik lagi," kata Hendra Aswara, jebolan STPDN Angkatan XI itu.

Bentuk keseriusan kerja sama itu didahului dengan peninjauan dua pabrik cokelat yang berada di Sikucur Kampung Dalam dan Sintuk Toboh Gadang. Kemudian juga peninjauan persiapan sentra cokelat Sumatera Barat yang rencannya dipusatkan di Anai Resort Kayu Tanam, Padang Pariaman.

Dijadwalkan utusan dari Kementrian PPN/Bappenas dan Pemerintah Amerika akan berkunjung pada hari Jumat tanggal 21 April mendatang

"Saya kira Kementerian PPN/Bappenas sudah tepat menunjuk Padang Pariaman sebagai lokus kerja sama dengan Pemerintah Amerika," ujar Mantan Kabag Humas itu.

Dikatakannya bahwa Padang Pariaman memiliki potensi perkebunan terluas di Sumatera Barat yang mencapai 20 ribu hektare. Saat ini Padang Pariaman telah memiliki produksi dari hulu ke hilir. Artinya, kakao yang ditanam masyarakat bisa langsung diolah dan dipasarkan secara langsung kepada konsumen.

Ke depan, kata Hendra, menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan sentra cokelat di Sumatera Barat yang terletak di pinggir jalan nasional Padang-Bukittinggi, yaitu di Anai Resort, Kayu Tanam. Adapun biaya yang diajukan kepada Kementerian Perindustrian sebesar Rp15 miliar.

"Status tanah clear and clean seluas 5 hektare merupakan tanah negara. Mohon doa dan dukungan, semoga bisa dimulai pembangunannya tahun depan," ujar Hendra didampingi Kabid Industri Trisna Junaili.

Terpisah, Bupati Ali Mukhni mengatakan cokelat Padang Pariaman memiliki keunggulan dan rasa yang enak. Cokelat olahan murni petani Padang Pariaman memiliki kadar lemak yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Seperti mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, diabetes, kolesterol, menghambat penuaan, menurunkan berat badan dan antidepresi.

Peraih Satya Lencana Pembangunan itu mengatakan cokelat Padang Pariaman banyak diminati konsumen dari dalam dan luar negeri. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan kakao khususnya pengadaan pabrik, sarana prasarana kemasan dan lain sebagainya.

"Persiapan kerja sama dengan Pemerintah Amerika bisa diartikan sebagai pengakuan dunia terhadap Cokelat Padang Pariaman," ujar Ali Mukhni, alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu. (kkc)

Lokasi rencana pembangunan sentra kakao Sumatera Barat di Anai Resort, Kayu Tanam.



Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4204-padang-pariaman-jadi-sentra-cokelat-di-sumatera-barat.html