Kemenpar Gelar Workshop Mobile Positioning Data Pariwisata

Jumat, 17 Maret 2017 11:51 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Go Digital benar-benar mendarah daging di Kementerian Pariwisata. Menpar Arief Yahya sangat serius mendigitalisasi semua lini, semua kedeputian. Karena hanya dengan cara itu, semua bisa dihitung dengan standar akurasi maksimal.

"If you can not measure, you can not manage! Kalau tidak bisa mengukur, maka tidak akan bisa memanage," sebut Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Maka, kalau tidak bisa menghitung dengan akurat, tidak akan bisa mengukur. Angka-angka ukuran dan hitungan itu harus benar. Karena itu, biarkan mesin, teknologi dan sistem yang menghitung, sehingga bisa meminimalisasi pengaruh manusia.

Dari soal branding dan advertising, menggunakan lebih banyak digital media, seperti Google, Baidu, TripAdvisor, Ctrip, dan sebangsanya. Lalu soal selling, juga menggunakan platform ITX, digital market place.

Project Management System
di pengembangan 10 Bali Baru, yakni dengan transformer yang dikendalikan secara digital. Dashboard M-17 di lanati 16 Gedung Sapta Pesona, Big data, dan data warehouse-nya, serba digital.

Kini yang sedang dikerjakan adalah Big Data untuk Mobile Positioning Data (MPD), untuk menghitung wisman dan wisnus yang sangat akurat.

Mantan Dirut Telkom ini memang meyakini, tanpa data yang akurat, real time, dia tidak bisa menganalisa dan membuat evaluasi cepat. Padahal, keputusan-keputusan penting, harus diambil dalam ritme cepat dan tidak boleh eror.

"Itulah yang membuat korporasi itu lincah dan terus maju dengan teknologi digital," kata Arief Yahya.

Karena itu, Kemenpar bakal menggelar Workshop Nasional Pemanfaatan Mobile Positioning Data untuk Mendukung Statistik Pariwisata yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2017, mendatang. Tentu dengan standar dunia, trend global yang dipakai di belahan bumi manapun.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar Profesor I Gde Pitana yang juga didampingi Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Ratna Suranti mengatakan, workshop ini perlu digelar karena menggunakan teknologi Mobile Positioning itu penting untuk Penyediaan Data Pariwisata itu saat ini.

”Poinnya adalah workshop ini untuk lebih memahami tren pemanfaatan kecanggihan teknologi dalam rangka mendukung penyusunan statistika nasional dan tentunya statistika pariwisata. Kita akan bahas hal ini lebih detail,” ujar Pitana.

Rencananya, Kemenpar akan mengundang pembicara-pembicara yang kompeten di bidang ini. Nama-nama seperti Mr. John Kester (Director Of The Tourism Market Trends Programme, UNWTO), Mr. Carlos Romero (Director Of Tourism Research, Development, And Innovation, SEGITTUR), Mr. Sasmito Hadiwibowo (Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa BPS/Statistics Indonesia), Mrs. Honggang Xu (Expert Of Monitoring Centre For Unwto Sustainable Tourism Observatories, China), dan Mr. Siim Esko (Researcher Of Mobile Big Data, Positium, Estonia) dipastikan akan hadir di acara yang akan digelar di Hotel Inaya, Putri Bali Resort Kawasan Wisata Nusa Dua, Lot S-3, Bali.

Kata Pitana, nantinya dalam workshop tersebut akan mengupas terkait apa perkembangan terkini di bidang teknologi infomasi dan komunikasi terutama di sektor pariwisata. Selain itu juga mencari lebih detail apa peluang dan keuntungan menggunakan mobile positioning data untuk membuat statistik pariwisata. Selain itu informasi apa saja yang dapat Kemenpar peroleh dari big data untuk sektor pariwisata.

”Kita juga harus tahu bagaimana kita dapat memaksimalkan pemanfaaatan big data ini di semua lini pembangunan pariwisata ke depan. Kita harus bisa mendapatkan manfaatnya dengan baik terkait metode ini,” ujar pria yang biasa disapa Prof Pit itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta agar dalam menggunakan penghitungan big data ini semua pihak dapat mengambil sisi positifnya.

Kata Menpar, tujuan dari Workshop ini adalah pelaku pariwisata harus tahu apa tren dan perkembangan terbaru yang sedang terjadi di indsutri pariwisata saat ini, bagaimana teknologi berperan membentuk tren tersebut, bagaimana kita memanfaatkan big data untuk kegiatan promosi.

”Workshop ini sangat penting. Karena nantinya akan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta tentang pentingnya mobile positioning data untuk menghitung jumlah kunjungan wisman. Memberikan keyakinan bahwa metode ini valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai sumber data statistik resmi, memperkuat komitmen para pemangku kepentingan nasional untuk turut menyukseskan pembangunan pariwisata dengan cara menarik lebih banyak Wisman datang ke Indonesia,” beber Menpar. (kkc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4134-kemenpar-gelar-workshop-mobile-positioning-data-pariwisata.html