Ikan Keramba Danau Maninjau Sulit Didapatkan

Sabtu, 04 Februari 2017 17:01 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Ikan keramba jala apung (KJA) jadi barang langka di beberapa pasar tradisional Kabupaten Agam, terutama di pasar yang berada di Agam belahan barat.

Seperti di Pasar Balai Satu Manggopoh, Kecamasasn Lubuk Basung, pada hari pekan, Sabtu (4/2/2017), ikan KJA tidak ditemukan. Posisinya digantikan ikan dari “kampung ikan” Ulu Banda. Namun ikan dari kampung ikan itu berukuran besar. Paling kecil berat 9 ons. Ikan produksi kampung ikan itu jenis nila.

Ikan KJA, biasanya ukuran 3 ekor sampai 4 ekor/kg. Ikan berukuran lebih kecil itu, cita rasanya lebih manis dan gurih, ketimbang ikan ukuran berat 1 kg/ekor.

“Ikan keramba tidak ada lagi, Pak, sudah pada mati. Ini ikan dari Ulu Banda,” ujar salah seorang pedagang ikan.

Harga ikan pun naik dari biasa. Ketika ikan KJA belum musnah, harga ikan nila Rp25.000/kg. Kini harga ikan kolam, jenis nila Rp30.000/kg.

Menghilangnya ikan KJA di pasaran, tidak menyebabkan harga ikan air tawar dan air payau meningkat. Ikan lele, masih tetap pada kisaran Rp80.000 sampai Rp100.000/kg. Ikan gabus Rp40.000/kg. Udang air tawar Rp80.000/kg.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Hermanto, S.Pi, M.Si, membenarkan kalau ikan KJA sudah tidak ada. Kalau pun ada, hanya untuk konsumsi warga salingka Danau Maninjau. Kondisi air Danau Maninjau menyebabkan ikan tidak bsia hidup lagi dalam KJA. (MIA)



Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/4001-ikan-keramba-danau-maninjau-sulit-didapatkan.html