Pengrajin Sulaman dan Bordir Kota Pariaman Dilatih 18 Hari

Selasa, 17 Januari 2017 11:19 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Sebanyak 70 perajin sulaman dan bordir di Kota Pariaman, mengikuti pelatihan di Balai Diklat Padang. Tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para perajin dalam menghasilkan produk unggulan industri kecil dan menengah (IKM).

Perajin sulaman dan bordir tersebut akan mendapatkan pelatihan selama 18 hari dengan berbagai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Balai Diklat Padang.

"Kota Pariaman sangat serius untuk membantu mengembangkan industri kecil dan menengah yang ada, oleh karena itu diharapkan setelah pelatihan ini para perajin semakin lebih berinovasi dalam menghasilkan produk," kata ," kata Wakil Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Selasa (17/1/2017).

Para perajin itu terdiri dari perajin sulaman dan bordir yang merupakan utusan dari lima desa sentra kerajinan di Kecamatan Pariaman Utara yaitu Desa Mangguang, Desa Nareh Hilia, Desa Nareh Satu, Desa Balai Nareh, dan Desa Padang Biriak-Biriak.

Pemko Pariaman setiap tahunnya kemampuan dan keterampilan pelaku usaha IKM terus ditingkatkan lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya.

Kota Pariaman merupakan salah satu daerah penghasil kerajinan sulaman dan bordir di wilayah Sumbar. Oleh karena itu, sebutnya pelaku usaha harus lebih siap dan kompetitif menghadapi persaingan dengan perajin daerah lainnya seperti Kota Sawahlunto, Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan daerah lainnya.

Menurutnya, jika pelaku IKM tidak melakukan inovasi produk, maka kerajinan lokal seperti Sulaman Nareh, Sulaman Benang Emas dan lainnya bisa ditinggalkan oleh konsumen.

"Oleh sebab itu para perajin terus kita pacu meningkatkan kualitas barang dengan memberikan pelatihan melalui program Kementerian Perindustrian," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Diklat Industri Padang Joni Afrizon mengatakan tujuan pelatihan tersebut agar melahirkan perajin siap pakai dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Pelatihan tersebut dilaksanakan beberapa hari dan didanai langsung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan untuk periode 2017 pihak BDI Padang menyediakan kuota pelatihan sebanyak 1.500 perajin bordir dan fesyen.

Dia mengimbau seluruh masyarakat agar memanfaatkan peluang tersebut.

Para peserta nantinya akan memperoleh dua sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, tidak tertutup kemungkinan, sulaman dan bordir yang semula hanya menghiasi mukena serta pakaian-pakaian formal, dengan ide kreatif pengrajin seharusnya mampu berkreasi guna mengaplikasikan bordir untuk pakaian kasual atau pakaian sehari-hari, sehingga perputaran produk akan semakin cepat.

"Pelaku IKM agar benar-benar serius mengikuti pelatihan, dan jangan sesekali malu bertanya kepada instruktur karena pelatihan ini akan menjadi modal pengrajin untuk masuk dalam dunia pasar," kata Genius Umar. (kkc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/3934-pengrajin-sulaman-dan-bordir-kota-pariaman-dilatih-18-hari.html