Menikmati Keunikan Talua Barendo

Jumat, 13 Januari 2017 06:24 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Rumah makan di Sumatera Barat tak pernah kehabisan ide. Ada-ada saja ide kreatif yang muncul dalam olah-mengolah makanan atau kuliner, dan selalu rasanya enak dan penamaanya pun menarik.

Sebut saja talua barendo atau telor berenda, yang merupakan telur dadar, yang biasanya telur bebek, yang digoreng dengan minyak panas maksimal di wadah kuali. Saat matang, telur dadar itu terlihat berenda-renda tepinya. Bentuknya tipis dibandingkan telur dadar biasa. Aromanya memang mengundang selera makan. Talua barendo enak sekali dilahap saat masih panas, dan di kawasan berhawa dingin, makan pakai talua barendo lahap sekali.

Rumah-rumah makan di Bukittinggi dan Padang Panjang, menu ini biasanya jadi andalan, banyak diburu konsumen. Tapi, entah mengapa, talua barendo ini jarang ditemukan di rumah-rumah makan di Padang.

Di Kota Bukittinggi ada rumah makan Ni Ir yang spesial menyediakan talau barendo. Setiap makan siang, rumah makan yang bernuasa kampung ini ramai dikunjungi.

"Biasanya untuk talua barendo, setelah dipesan, baru digoreng agar tetap garing dan enak. Jika dingin talua barendo kurang menarik,' kata Ir yang akrab disapa Ni Ir in.

Ia jelaskan, untuk mengoreng dan mencapai hasil talua barendo yang lezat dan gurih harus menggunakan minyak panas. "Telurnya telur bebek dicampur cabai giling halus dan irisan daun bawang membuat rasa telur barendo menjadi lengkap. Gurih, sedikit pedas," ujarnya

Dijelaskan Ni Ir lagi, telur dikocok setelah dicampur berbagai bumbu hingga berbusa. Setelah ini, telur adukan itu siap dimasukkan ke minyak panas.

"Setelah menguning, kecilkan api kompor agar telur masak sempurna. Saat goreng berwarna keemasan, kurangi minyaknya," tambahnya lagi.

Tujuan mengurangi minyak, agar telur benar-benar kering. Inilah membuat telor barendo berbeda dengan telor dadar.

"Hasil sempurnanya berwarna coklat, terdiri dari beberapa lapis tipis yang saling berangkaian dan di bagian pinggir rendo.

Talua barendo ini tidak dihidangkan dalam pajangan hidangan seperti di rumah makan padang kebanyakan. Talua barendo disajikan kalau ada permintaan langsung dari pelanggan karena memang memakannya enak dalam kondisi panas setelah dimasak.

Butuh waktu sekiatar 5 sampai 10 menit bila kita meminta hidangan talua barendo dengan harga Rp12 ribuan. (kkc)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/3915-menikmati-keunikan-talua-barendo.html