Menikmati Katan Durian, antara Sensasi Rasa dan Kualitas Durian

Jumat, 06 Januari 2017 10:59 WIB

Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) - Ketika musim durian tiba, para pemburu buah-buahan kulit berduri tajam beriang gembira karena saatnya merasakan durian enak dan lezat.

Sumetera Barat termasuk salah satu daerah penghasil durian legendaris. Durian montong di Agam, durian Kayu Tanam, durian Pesisir Selatan, dan seterusnya.

Saat musim durian tiba, pedagang buah-buahan musiman memenuhi pinggir jalan di Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan ruas jalan Padang-Bukittinggi.

Untuk Kota Padang, jika Anda penggila durian dapat menemuinya di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, kawasan Alang Laweh, Jalan Adinegoro Air Tawar, dan beberapa sudut jalan lainnya.

Jika Anda sedang meluncur ke arah Kota Bukittinggi-Padang Panjang-Payakumbuh, sepanjang jalan di antara Sicincin-Kayu Tanam, juga terbentang lapak-lapak durian. Kawasan ini sejak dulu sudah terkenal dengan beragam dagangannya, antara lain manggis, pisang, dan lain sebagainya. Para pedagang durian biasanya juga menyediakan ketan untuk "teman" makan durian.

Muasal (35), penjual durian di Jalan Sisingamangaraja Padang menceritakan, ia sudah berdagang sejak 7 tahun lalu.

"Karena ini sudah saya lakukan setiap musim durian, maka lokasinya saya tata sedikit. Ada tikar untuk tempat duduk bagi yang mau makan di tempat. Juga dilengkapi dengan katan," kata Muasal kepada kinciakincian.com, Kamis (5/12/2017).

Dikatakan Muasal, ia dapat pasokan durian dari pelbagai daerah penghasil durian di Sumatera Barat, antara lain Kayu Tanam, Pesisir Selatan, dan Malalak Agam. "Malah ada dari Mentawai."

Pria asal Pariaman yang mengaku sudah 7 tahun jualan durian di kawasan Ganting ini menjelaskan, durian Pesisir Selatan, biasanya memiliki aroma tajam dan ada rasanya manis, duriannya agak sedikit pahit.

"Namun jangan salah, inilah rasa durian yang banyak dicari pencinta durian. Biasanya durian rasa agak pahit ini untuk es durian dan es campur," terangnya.

Durian dengan rasa pahit tapi lezat dan kamek ini merupakan kualitas durian yang baik dan banyak dicari para pedagang es durian dan es campur.

"Biasanya harganya beda dengan surian lainnya. Setelah diblender, langsung disiram es campur menjadi toppingnya. Aroma dan rasanya yang mantap yang membuat durian ini cocok sebagai es durian," tambahnya lagi.

Nanun demikian, durian Pesisir Selatan ini mendapat "lawan" berat durian berasal dari Kepulauan Mentawai.

"Durian asal Kepulauan Mentawai ini sedang jadi incaran para penggila durian dan juga pedagang es durian. Rasanya agak beda dan aromanya lebih keras serta harum. Harganya agak mahal dibanding dengan durian lainnya. Mungkin jauh ya, biayanya besar," terang Muasal.

Memang, kebanyakan para penggemar durian, ada yang suka memakan langsung, ada juga dengan kawannya berupa ketan. Semua tergantung pilihan.

Ketan ini dari beras ketan putih atau beras pulut yang dikukus. Biasanya ketan sudah disediakan penjual durian bagi yang ingin menikmatinya di tempat.

Pedagang durian biasanya sudah menyediakan tikar untuk lesehan dan juga kadang meja kecil. Kini di perbagai sudut Kota Padang banyak terlihat pedagang durian dengan beragam harga.

Harga durian ini berkisar Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per buah, tergantung besar kecilnya. Dan sepiring ketan hanya Rp10 ribu. (kkc/wk)


Berita ini dicetak dari: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
http://kinciakincia.com/berita/3894-menikmati-katan-durian-antara-sensasi-rasa-dan-kualitas-durian.html