Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Sabtu, 08 April 2017 07:09 WIB
Bekraf Financial Club (BFC) Subsektor Desain Interior, Desain Produk, dan Desain Komunikasi Visual: Foto bersama narasumber BFC ke empat di Hotel Aryaduta Bandung Jumat (7/4/2017)
Bekraf Financial Club (BFC) Subsektor Desain Interior, Desain Produk, dan Desain Komunikasi Visual: Foto bersama narasumber BFC ke empat di Hotel Aryaduta Bandung Jumat (7/4/2017)
Kinciakincia.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor Desain Produk, Desain Interior, dan Desain Komunikasi Visual dengan perbankan pada acara Bekraf Financial Club (BFC) di Hotel Aryaduta, Bandung Jumat (7/4/2017). Acara ini bertujuan mendapatkan pola pembiayaan perbankan yang sesuai untuk pelaku ekonomi kreatif.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
BFC di Bandung ini adalah acara ke-empat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada 21 Februari 2017 terkait subsektor animasi dan film dan 28 Februari 2017 tentang subsektor sektor aplikasi dan game. BFC ketiga pada 17 Maret 2017 perihal subsektor kriya, seni rupa dan seni pertunjukan diselenggarakan di Yogyakarta.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
“Kami berharap, perbankan mengetahui dan memahami nature business dari rantai nilai subsektor desain produk, interior, dan komunikasi visual. Sehingga, perbankan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi sub sektor ekonomi kreatif,” ucap Restog K. Kusuma, Direktur Akses Perbankan Bekraf.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
Bekraf menyadari bahwa pemodalan adalah salah satu kendala dalam mengembangkan usaha kreatif dan perbankan masih belum mengenal nature business dari subsektor ekonomi kreatif. BFC di Bandung mempertemukan keperluan pelaku ekonomi kreatif dan 50 peserta dari kalangan perbankan konvensional dan syariah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
“BFC merupakan salah satu fasilitasi Bekraf untuk bisa mengetahui angka realisasi jumlah modal yang disalurkan perbankan kepada pelaku ekonomi kreatif,” tegas Restog.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
Ismet Inono selaku Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat salah seorang keynote speaker pada acara ini.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
Narasumber dari subsektor desain interior yang dihadirkan yaitu Imelda Astri Rosalin, Anwar Subkiman, dan Aing R. Nayadilaga, narasumber dari subsektor desain produk adalah Adhi Nugraha dan Damang Sarumpaet, dan Hastjarjo Boedi Wibowo dan Dahlia Zinnia Nizar adalah narasumber dari subsektor desain komunikasi visual (DKV). Direktur Akses Perbankan Restog K. Kusuma memimpin acara ini.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
Salah satu narasumber dari subsektor DKV Hastjarjo Boedi Wibowo menjelaskan, jika DKV unik karena mendukung subsektor lainnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
“DKV support desain lainnya, misalnya desain arsitektur pada environment design, dan fashion pada tekstil printing yaitu motif-motif grafis,” ungkap Has.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
Has mengakui jika kebanyakan dari sumber permodalan DKV adalah modal pribadi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
“Kebanyakan modal sendiri melalui freelance. Saat usahanya berkembang, merekrut orang untuk menjadi tim dalam melaksanakan pekerjaan,” imbuh Has.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Bekraf Pertemukan para Pelaku Kreatif dengan Perbankan: http://kinciakincia.com/berita/4184-bekraf-pertemukan-para-pelaku-kreatif-dengan-perbankan.html
DKV merupakan subsektor berbasis pelayanan, bukan produk. Kebutuhan pembelian software adalah modal utama dalam menjalankan pekerjaan. Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang ditawarkan perbankan bisa mendukung pelaku ekonomi kreatif subsektor DKV bagi yang belum masuk ranah produksi, misalnya konsep, supervisi, dan desain. Sedangkan bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor DKV yang bergerak di ranah produksi, membutuhkan modal kerja besar. Harapan Has kedepan yaitu Surat Perintah Kerja (SPK) bisa dijadikan jaminan bank. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 356 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Jumat, 07 April 2017

Inilah Kota yang Paling Diburu Pencari Properti

Sepanjang tahun 2016 lalu, situs jual beli properti Lamudi melakukan riset untuk mengidentifikasi wilayah hunian yang paling dicari konsumen. Dari hasil riset tersebut muncul lima kota yang paling diincar oleh pengunjung Lamudi.Berdasarkan data.....
Rabu, 05 April 2017

250 Pelaku Ekonomi Kreatif Tanah Datar Dikenalkan Model Pembiayaan

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar “Sharia Banking for Creative Business Matching” di Batusangkar, Tanah Darat, Selasa (4/4/2017). Kegiatan ini dikesankan mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan pihak perbankan syariah untuk permodalan."Kita mencoba memfasilitasi untuk mempertemukan sekitar 250 pelaku ekonomi kreatif di Tanah Datar dengan 13 perbankan syariah," kata Fadjar H.....
Selasa, 04 April 2017

‘White Gold’, Produk Susu Premium dari Pusat Benua Eropa

Lima perusahaan produk susu dari Belgia: Agral, Eurofit. Milcobel, Olympia dan Solarec mewujudkan pesan kampanye ‘White gold from the heart of Europe’. Mereka menawarkan berbagai produk susu, dengan fokus pada kualitas, keberlanjutan, dan nilai-nilai nutrisi di acara Food & Hotel Indonesia 2017 (5-8 April 2017, Jakarta International Expo), dengan menghadirkan produk terbaru yang disesuaika.....
Selasa, 04 April 2017

30 Calon Pencari Kerja di Agam Dilatih Keterampilan

Pemerintah Kabupaten Agam menggelar pelatihan keterampilan bagi calon pencari kerja agar siap bersaing dengan pencari kerja lainnya. Pelatihan dimaksud diikuti 30 peserta yang terbagi dalam dua jurusan, yaitu Kejuruan Mekanik Junior Sepeda Motor, dan Juru Las SMAW 3G. Pelatihan akan berlangsung selama 45 hari."Setiap pencari kerja harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang bagus dan mu.....
Selasa, 04 April 2017

Go-Jek Sudah Beroperasi di Kota Padang

Sepekan belakangan, Go-Jek sudah mulai terlihat beroperasi di Kota Padang. Jaket seragam berwarna hijau dengan paduan hitam melintasi beberapa ruas jalan di kota ini. Beberapa warga sudah memanfaatkan ojek aplikasi daring ini untuk keperluannya. "Saya senang Go-Jek beroperasi di Kota Padang. Selain nyaman juga bersih. Helemnya harum. Saya sudah dua kali menggunakan Go-Jek untuk beragam keper.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 644.000 560.000
2 gr 1.228.000 1.120.000
2,5 gr 1.515.000 1.400.000
3 gr 1.802.000 1.680.000
4 gr 2.376.000 2.240.000
5 gr 2.995.000 2.800.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.513,00 13.534,00
EUR 15.963,00 16.000,00
SGD 9.926,00 9.968,00
JPY 119,37 119,69
AUD 10.594,00 10.627,00
Update Tgl: 20-10-2017 pukul 10:57