Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Senin, 13 Maret 2017 07:52 WIB
DARI DISKUSI DPP IKA UNAND
Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan
Kinciakincia.com - Entah apa sebabnya, hingga kini Provinsi Sumatera Barat belum memiliki cetak biru (blue print) kepariwisataan kendati Sumbar punya regulasi terkait pariwisata. Selain itu, saat ini pada APDB Sumbar 2017, dialokasikan dana sebesar Rp35 miliar untuk membeli lahan 10 hektare di Kawasan Wisata Terpadu Mandeh, Pesisir Selatan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
"Mandeh itu juga menjadi komitmen pemerintah pusat. Sumbar bagian pengadaan lahan. Dalam APBD disiapkan Rp35 miliar untuk pembelian lahan 10 hektare di Mandeh. Sisanya Rp27 miliar lebih untuk pembiayaan program Dinas Pariwisata dan termasuk biaya pegawai selama 2017," kata HM Nurnas, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar dalam diskusi bulanan yang digelar DPP IKA Unand, di kantornya, Jalan Kis Mangunsarkoro, Padang, Minggu (12/3/2017).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Diskusi yang merupakan program Bidang Humas DPP IKA Unand ini, mengangkat tema "Sumbar sebagai Tujuan Wisata Halal Dunia dan Raihan Kunjungan Wisatawan".
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Tahun ini anggaran, tambah Nurnas, Dinas Priwisata Sumbar totalnya Rp57 miliar lebih. Dana itu sebagian disedot untuk pembelian lahan di kawasan Mandeh karena destinasi Mandeh menjadi destinasi plus dari 10 destinasi di Sumbar.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Selain itu, Nurnas mengatakan, Sumatera Barat hingga kini belum memiliki cetak bitu kepariwisataan kendati Sumbar punya regulasi terkait pariwisata.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
"Tanpa cetak biru (blueprint) pariwisata, sebenarnya Pemerintah Provinsi Sumbar tidak bisa berbuat apa-apa walau ada di RPJMD Sumbar jadi destinasi utama berbasiskan agama dan budaya," ujarnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Menurut Nurnas, apapun bentuk dukungan pemerintah provinsi pasti akan berbenturan dengan kewenangan.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
"Bagaimana mau bantu pembangunan destinasi karena pemiliknya adalah kabupaten dan kota, dibantu lewat APBD sulit terealisasikan," ujar HM Nurnas.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Solusinya bagaimana Pemprov bisa ikut memajukan destinasi milik kabupaten dan kota, yakni setelah blueprint haris diikuti dengan MoU antara gubenur dengan wali kota atau bupati pemilik destinasi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Benturan kewenangan provinsi dan kota kabupaten, seperti APBD 2016 dana APBD sebesar Rp6 miliar yang tak bisa digunakan. Uang sebanyak itu tidak bisa dipakai karena dicoret saat evaluasi APBD oleh Kemendagri, karena terbentur kewenangan. Menurut Kemendagri pembenahan di Danau Diateh dan Dibawah, yakni Guest House tidak kewenangan Pemprov.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Pengembangan Masih Normatif
Sementara itu, Rahayu (Yayuk) Purwanti, anggota Komisi I DPRD Sumbar, yang juga salah seorang narasumber diskusi, mengatakan, kepariwisataan Sumatera Barat masih minim kreasi dan improvisasi. Masalah ini terkait dengan infrastruktur yang belum mendukung sepenuhnya. Jika dikaitkan dengan pendapatan asli daerah, sektor ini masih belum memberi pemasukan yang signifikan. Kendati begitu, soal regulasi, dinilai Sumbar sudah siap.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
"Untuk regulasi kepariwisataan, Sumbar sangat siap. Masalahnya bukan pada regulasi, tapi kesiapan pada sumber daya yang dimiliki organisasi perangkat daerah atau Dinas Pariwisata. Sejauh mana mereka mampu berinovasi secara kreatif. Begitu juga dengan pelaku wisata. Yang pasti, Juni nanti kinerja OPD itu akan kita evaluasi," kata sosok perempuan dari PKS ini.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Menurutnya, yang perlu dipahami bersama itu ialah bahwa pariwisata sebagai industri. "Pengelolaan pariwisata itu tidak bisa lagi secara tradisional dan sambilan. Ke depan itu tantangan terberat pelaku wisata, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta. Sumbar harus siap masuk ke sana," katanya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Pengembangan Pariwisata Sumbar Masih di Simpang Jalan: http://kinciakincia.com/berita/4118-pengembangan-pariwisata-sumbar-masih-di-simpang-jalan.html
Selain belum itu, masalah menyusunan agenda iven pariwisata juga belum tergarap rapi. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 280 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Senin, 13 Maret 2017

Destinasi Pariwisata Halal Sumbar Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan mancanegara dari Timur Tengah ke Sumatera Barat dari data 2016, hanya 0,01 persen dari total 47 ribu wisatawan. Setengah dari jumlah itu, didominiasi wisatawan dari Malaysia. "Tidak ada kaitan wisata halal dengan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah (Timteng) yang hanya 0,01 persen saja," kata Sari Lenggogeni, Direktur Pusat Kajian Pariwisata Unand Padang, dalam diskusi be.....
Jumat, 10 Maret 2017

BI Kembangkan Virtual Market UMKM

Analis Senior Divisi Pengembangan dan Pengaturan Pasar Keuangan Syariah Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Kantor Pusat Bank Indonesia (BI) Rifki Ismal mengatakan BI akan mengembangkan virtual market bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pengembangan virtual market UMKM ini akan dilakukan di Sulawesi Utara (Sulut)."Kami melihat potensi pasar UMKM di Sulut sangat besar, ke depan akan dik.....
Minggu, 05 Maret 2017

Objek Wisata Bandar Mutiara Tiku Belum Terusur Serius

Salah satu objek Wisata Bandar Mutiara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, kini terkesan tak terurus. Ibaratnya seperti tak bertuan. Kondisi lapangan pada objek wisata ini terlihat kotor. Tak tampak lagi keindahan, sebagaimana layaknya sebuah objek wisata, seperti terlihat Minggu (5/3/2017).Bangunan dan fasilitas umum yang dulu ada, kini tak terlihat utuh lagi, seperti bangunan permain.....
Kamis, 02 Maret 2017

Padang Miliki Aplikasi Petunjuk Wisata Digital

Baru-baru ini Pemko Padang meluncurkan aplikasi penunjuk wisata berbasis android maupun IOS. Aplikasi ini akan memberikan informasi lengkap tentang Padang bagi pelancong.Tujuannya agar wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Padang nyaman dan tak ribet mencari objek wisata yang menarik. Aplikasi ini, pada Kamis (2/3//2017), diperkenalkan Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo kep.....
Rabu, 01 Maret 2017

Perlu Dicatat, Inilah Iven Penting Sepanjang 2017 di Padang

Pemerintah Kota Padang terus gencar mempromosikan daerahnya. Salah satunya dengan menggelar iven berskala besar agar Padang dikunjungi banyak orang.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi menyebut, sebanyak 15 iven besar akan digelar di Padang sepanjang 2017 ini.“Benar, kita akan menggelar sebanyak lebih kurang 15 iven besar sepanjang tahun ini,” kata Medi Iswan.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 660.000 545.000
2 gr 1.220.000 1.090.000
2,5 gr 1.500.000 1.362.500
3 gr 1.780.000 1.635.000
4 gr 2.340.00 2.180.000
5 gr 2.935.000 2.725.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.343,00 13.367,00
EUR 15.677,00 15.717,00
SGD 9.773,00 9.818,00
JPY 122,02 122,37
AUD 10.565,00 10.605,00
Update Tgl: 21-08-2017 pukul 08:32