Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Rabu, 18 Januari 2017 01:21 WIB
SAAT MUSIM HUJAN TIBA
Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering
Kinciakincia.com - Setiap musim hujan, petani jagung di Kabupaten Agam sering menderita kerugian akibat tidak memiliki alat pengering. Setiap musim hujan pula, mereka mengeluh, namun tidak tahu herus mengeluhkan penderiaan mereka ke mana. Hal ini terlihat di sentra di sentra penghasil jagung di Kabupaten Agam.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Menurut beberapa petani jagung di Kecamatan Ampek Nagari dan Palembayan, setiap musim hujan, panen mereka rusak. Pasalnya, biji jagung yang sudah dilepas darsi tongkolnya, sering membusuk. Penyebabnya, mereka tidak bisa mengeringkannya karena mereka masih menggantungkan upaya pengeringan biji jagung pada panas matahari.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
“Matoari indak mancogok doh, Pak, baanyo kami,” ujar petani yang mengaku bernama Adi di Bawan, Selasa (17/1/2017).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Hal yang sama disampaikan St. Palimo, salah seorang petani jagung di Palembayan, dan Lena, petani jagung di Kecamatan Tanjung Mutiara.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Kondisi demikian diakui seorang petani, yang juga pedagang pengumpul, A. Dt. Indo Marajo. Menurutnya, saat ini petani di Agam lagi bergairah menanam jagung. Penyebabnya, harga jagung relatif stabil, perawatannya tidak rumit, dan tidak membutuhkan biaya tinggi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Namun, pada musim hujan, petani mengeluh karena banyak biji jagung mereka rusak. Bagi yang gigih, bisa menyelamatkan kerusakan, namun tetap dibeli pedagang dengan harga rendah dari pasaran.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
“Kami petani jagung sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, agar pada musim hujan panen kami tidak rusak,” ujarnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Upaya Pemkab Agam, melalui Dinas Pertanian, meminta bantuan Pusat, untuk pengadaan mesin pengering biji jagung, sudah dilakukan. "Namun sampai saat ini, realisasinya belum ada, seperti disampaikan Sekretearis Dinas Pertanian Agam, Ir. Arief Restu, M.Si, Selasa (17/1/2017).
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Ia menyebutkan, untuk mempercepat mendapatkan bantuan, diharapkan petani membentuk kelompok tani, atau koperasi berbadan hukum. Kelompok berbadan hukum diyakini akan lebih diperhatikan Pemerintah Pusat, bila mereka mengajukan permohonan, yang dilengkapi dengan proposal.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Di Agam, Petani Jagung Keluhkan Tak Punya Alat Pengering: http://kinciakincia.com/berita/3935-di-agam-petani-jagung-keluhkan-tak-punya-alat-pengering.html
Sayangnya, menurut pantauan sumbarsatu.com, petani jagung belum ada yang membentuk kelompok yang berbadan hukum. (MIA)




Kirim ke Teman jumlah akses: 355 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 17 Januari 2017

Pengrajin Sulaman dan Bordir Kota Pariaman Dilatih 18 Hari

Sebanyak 70 perajin sulaman dan bordir di Kota Pariaman, mengikuti pelatihan di Balai Diklat Padang. Tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para perajin dalam menghasilkan produk unggulan industri kecil dan menengah (IKM).Perajin sulaman dan bordir tersebut akan mendapatkan pelatihan selama 18 hari dengan berbagai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Balai Diklat.....
Selasa, 17 Januari 2017

Kombinasi Songket Silungkang dengan Kaos dan Kemeja

Setengah tahun belakangan, kombinasi motif songket silungkang dengan kaos dan kemeja mulai terlihat di tengah masyarakat, baik di Sawahlunto maupun di kota-kota lainnya.“Sejak Agustus mulai ada yang pesan, baik kombinasi motif songket dengan kemeja, maupun kombinasi dengan kaos, tapi pertengahan tahun lalu sudah mulai dirasakan semaraknya,” ujar Tya Hermoza, pemilik konveksi Asli Kota Aran.....
Minggu, 15 Januari 2017

Mulai 2017, Program Wirausaha Pemula Melalui Pola Proposal Elektronik

Mulai tahun 2017, program wirausaha pemula (WP) akan diberlakukan dengan pola proposal elektornik. Pengajuan WP melalui website. ‎"Sesuai dengan arah kebijakan alokasi WP 2017 terdapat tiga fokus, yaitu daerah tertinggal dan perbatasan, daerah kawasan ekonomi khusus (KEK), serta daerah antarkelompok pendapatan (berpendapatan rendah/masyarakat miskin)," kata Braman Setyo, Deputi Bidang Pembia.....
Minggu, 15 Januari 2017

LPDB KUMKM Salurkan Dana Bergulir Skeman Syariah Rp600 Miliar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) mengalokasikan dana pinjaman atau pembiayaan dengan skema syariah sebesar Rp600 miliar. Hal itu untuk disalurkan kepada mitra binaan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan rencana LPDB membentuk Direktorat syariah pada 2017. "Manfaatkan kesempatan emas ini dengan baik. Apabila ada yang tidak tah.....
Sabtu, 14 Januari 2017

Pemberian Lahan pada Koperasi Wujud Pemerataan Kesejahteraan

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan pemberian lahan kepada koperasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tentunya akan meningkatkan lapangan kerja.Selain itu juga menurunkan kemiskinan, menurunkan kesenjangan pendapatan masyarakat sehingga terwujud pemerataan kesejahteraan."Pertumbuhan ekonomi yang meningkat harus diikuti oleh pemerataan kesejahteraan," tegas Menteri Puspayo.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 660.000 545.000
2 gr 1.220.000 1.090.000
2,5 gr 1.500.000 1.362.500
3 gr 1.780.000 1.635.000
4 gr 2.340.00 2.180.000
5 gr 2.935.000 2.725.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.325,00 13.350,00
EUR 15.740,00 15.790,00
SGD 9.780,00 9.825,00
JPY 121,85 122,35
AUD 10.580,00 10.625,00
Update Tgl: 22-08-2017 pukul 08:14