Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 22 November 2016 20:42 WIB
Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang
Kinciakincia.com - Industri hilir pengolahan kakao masih minim di Indonesia. Padahal produksi kakao melimpah di sepanjang tahun. Minimnya industri hilir tersebut membuat kakao masih banyak diimpor ke negara penghasil produk olahan kakao.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, pihaknya telah berkomitmen memacu pengembangan hilirisasi industri pengolahan kakao di dalam negeri karena akan meningkatkan nilai tambah, struktur industri, dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
"Pengembangan hilirisasi industri pengolahan kakao diarahkan untuk menghasilkan bubuk coklat, lemak coklat, makanan dan minuman dari coklat, serta suplemen dan pangan fungsional berbasis kakao," kata Panggah pada Peringatan Hari Kakao Indonesia ke-4 (Cocoa Day Expo 2016), Selasa (22/11/2016) seperti dilansir republika.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Menurut Panggah, peluang manis dari hiliriasi industri masih tinggi didukung potensi Indonesia sebagai produsen biji kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, dengan jumlah produksi biji kakao mencapai 370 ribu ton pada 2015.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Dengan kondisi tersebut, pemerintah mendorong hilirisasi industri berbasis kakao melalui pembentukan unit-unit pengolahan di sentra biji kakao yang bertujuan untuk menumbuhkan para wirausaha baru skala kecil dan menengah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Dalam rangka itu, Kemenperin memberikan bantuan mesin dan peralatan pengolahan kakao di daerah penghasil biji kakao sejak 2012 seperti di Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan bea keluar melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 tahun 2010 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
“Adanya kebijakan tersebut, pasokan kakao untuk industri di dalam negeri makin besar dan kami berharap agar ke depannya ekspor kakao olahan terus meningkat dengan kualitas yang makin baik,” paparnya.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Panggah menyampaikan, pemberlakuan bea keluar itu turut mendukung program hilirisasi dan telah berdampak manis pada penurunan ekspor biji kakao. Kemenperin mencatat, ekspor biji kakao pada 2013 sebesar 188.420 ton menurun sekitar 63.334 ton pada 2014 dan pada 2015 turun kembali menjadi 39.622 ton.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Sebaliknya, volume ekspor produk olahan kakao meningkat dari tahun 2013 sebesar 196.333 ton, naik pada 2014 menjadi 242.080 ton dan pada 2015 mencapai 287.192 ton.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Program hilirisasi industri berbasis kakao telah berhasil menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun pabrik kakao serta mendorong ekspansi kapasitas produksinya. Selain itu juga mampu menumbuhkan industri coklat skala kecil dan menengah di beberapa daerah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
“Meningkatnya sektor hilir kakao perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi kakao di dalam negeri,” ungkap Panggah.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Produksi Kakao Melimpah Tapi Industri Olahan Kurang: http://kinciakincia.com/berita/3728-produksi-kakao-melimpah-tapi-industri-olahan-kurang.html
Saat ini, konsumsi kakao masyarakat Indonesia rata-rata sekitar 0,4 kg per kapita per tahun. Sedangkan, konsumsi negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia sudah mencapai 1 kg per kapita per tahun, bahkan beberapa negara di Eropa konsumsinya lebih dari 8 kg per kapita per tahun. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 483 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 17 November 2016

Pelaku Ekonomi Kreatif Bertumpu pada Kemudahan Akses Modal

Romanus Sumaryo dari subsektor periklanan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyampaikan bahwa sektor padat modal yaitu pembelian media pada iklan televisi dengan kenaikan 10% tiap tahunnya. Biro iklan yang diperlukan kontrak dari awal tahun hingga akhir tahun.“Tercatat di P3I terdapat 394 biro iklan, 1.200 perusahaan periklanan, 36.000 pekerja average revenue per company Rp108 miliar. Peran pe.....
Kamis, 17 November 2016

Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia Besar, tapi "Tenaga Kurang"

Dalam rangka mencari solusi kendala akses permodalan terhadapsektor industri ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)menyelenggarakan simposium nasional "Membangun Komitmen Perbankan bagi Ekonomi Kreatif", Selasa (15/11/2016), di Hotel Pullman, Jakarta. Sebanyak 300 undangan dari kalangan perbankan, pebisnis ekonomi kreatif, serta regulatorakan hadir untuk membangun komitmen bersama bag.....
Selasa, 15 November 2016

‘E-commerce’ di Tokopedia Gunakan Sistem ERP

Di zaman sekarang ini, berbelanja online sudah bukan lagi hal yang baru. Hampir semua orang pernah membeli atau setidaknya mengintip barang apa saja yang dijual dalam situs perbelanjaan.Konsep yang hampir sama dengan mal atau toko fisik yang ada, para pembeli dapat melihat barang serta harga dari sebuah produk yang diinginkan. Mulai dari gadget, perlengkapan rumah, hingga makanan semua sudah b.....
Jumat, 11 November 2016

PT Pos Jadi Andalan Pemerintah untuk Logistik E-Commerce

Pemerintah akan mereposisi PT Pos Indonesia (Persero) menjadi perusahaan yang menangani layanan logistik bagi seluruh transaksi e-commerce. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, kebijakan itu akan mentransformasi Pos Indonesia menjadi tulang punggung logistik e-commerce Indonesia."Itu bertahap. Nanti Menteri BUMN yang menyiapkan. Tapi di luar itu, saya sebagai regulator aka.....
Jumat, 11 November 2016

93 Juta Pengguna Gawai, Indonesia Targetkan 1.000 Technopreneurs

Pemerintah memiliki visi untuk menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Indonesia adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia, mencapai 93,4 juta orang dan pengguna gawai (smartphone) mencapai 71 juta orang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan potensi yang begitu besar, p.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 646.000 563.000
2 gr 1.232.000 1.126.000
2,5 gr 1.520.000 1.407.500
3 gr 1.808.000 1.689.000
4 gr 2.384.000 2.252.000
5 gr 3.005.000 2.815.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.490,00 13.520,00
EUR 15.875,00 15.920,00
SGD 9.945,00 9.995,00
JPY 120,15 120,55
AUD 10.585,00 10.625,00
Update Tgl: 18-10-2017 pukul 10:57