Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 19 April 2016 18:39 WIB
OJK beri perhatian pada pembiayaan sektor pariwisata
OJK beri perhatian pada pembiayaan sektor pariwisata
Kinciakincia.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas dalam pembiayaan. Salah satu bentuk dukungan OJK dalam pariwisata yaitu lewat Indonesia Investment Club.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Dumoly Pardede mengatakan, dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata, khususnya pengembangan 10 destinasi baru, akan direalisasikan antara asosiasi perusahaan di lingkungan OJK dengan PHRI di bawah binaan Kementerian Pariwisata.

Selain itu, lewat Indonesia Investment Club akan dialokasikan Rp 10 triliun untuk investasi di sektor pariwisata.

"Bisa lewat penyertaan saham, reksadana, real state yang bersifat pembiayaan. Nilai penghitungan kami dari Investment Club ini Rp 10 triliun," jelas Dumoly Pardede dalam penandatangan kerjasama dengan Menteri Pariwisata di Kementerian Pariwisata, Selasa, 19 April 2016 seperti dilansir republika.co.id.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menambahkan, pihaknya akan mendorong lembaga jasa keuangan untuk pembiayaan sektor pariwisata. Diharapkan kerjasama dengan Kementerian Pariwisata ini akan membantu sektor pariwisata berkembang.

"Kami harap tidak hanya mudah aksesnya tapi juga murah, syukur dua-duanya. Yang penting akses dulu, kita akan buka opsi terutama dorong potensi yang ada. Di Indonesia Investment Club ada perusahaan-perusahaan yang punya dana jangka panjang. Jadi bisa cari sumber alternatif mana yang bisa dibiayai secara feasible. Jadi semoga makin terbuka opsi-opsi pembiayaan," jelas Muliaman.

Opsi - opsi pembiayaan tersebut, kata Muliaman, termasuk upaya membangun resort, infrastuktur, dan penyediaan kapal-kapal wisata. Selain itu, ada juga supplier cinderamata dari sektor UMKM.

"Semoga jadi bagian yang terintegrasi. Jadi kami sangat hargai asosiasi perusahaan pembiayaan," ujarnya.

Ia pun berharap dengan ini sektor pariwisata dapat menjadi penyumbang terbesar devisa di tengah situasi perekonomian yang masih akan sama dalam 1-2 tahun ke depan.

Selain itu, OJK juga akan membuka opsi pasar modal seperti resort income yang bisa dijadikan underline aset dan bisa diperjualbelikan di pasar modal.

"Kalau mau buat waterboom atau apa, yang jelas income ada, industri keuangan akan dengan senang mereview," katanya. (kkc)



Kirim ke Teman jumlah akses: 1.362 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Senin, 18 April 2016

Dianggarkan Rp2,7 Triliun, Jalur Kereta Api di Sumbar Dihidupkan Kembali

Jalur kereta api yang selama ini digunakan warga di Sumatera Barat akan disterilkan. Sebagian rel itu akan dihidupkan kembali dan dilewati kereta api. Untuk itu, Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo mengimbau kepada warga agar tidak lagi menggunakan tanah di sepanjang rel kereta api.“Agar kereta api kembali lancar, kami harapkan warga mengembalikan fungsi rel sebagai jalur bagi.....
Senin, 18 April 2016

Akhir 2016 Beroperasi, Kereta Api ke Stasiun BIM Tidak Komersil

Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, akan terkoneksi dengan transportasi kereta api.  Kereta api akan beroperasi pada akhir 2016."Setelah selasai langsung beroperasi. Diperkirakan pada akhir 2016," ujar  Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Istana Negara di Jakarta.Rute yang akan dilalui oleh kereta ini adalah dari Stasiun Padang (Simpang Haru) menuj.....
Minggu, 17 April 2016

Kopi Arabika Secara Ekonomis Lebih Menjanjikan daripada Kopi Robusta

Pemerintah Kabupaten Agam akan terus mengembangkan komoditas kopi arabika. Alasannya, kini kopi yang merajai pasar kopi dunia itu  sangat cocok ditanam di Kabupaten Agam, khususnya Agam belahan timur yang berhawa sejuk.“Kopi arabika merupakan kopi yang paling disukai pengopi di seluruh dunia. Bahkan, saat ini menguasai sekitar 70 persen perdagangan kopi dunia,”  kata Kepala D.....
Kamis, 14 April 2016

Pemprov Sumbar Bentangkan Karpet Merah untuk Investor Serius

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan kemudahan bagi investor yang serius untuk berusaha dan membuka peluas seluas-luasnya. "Jika investor sungguh-sungguh kami akan berikan semua kemudahan yang bisa diberikan sesuai aturan yang ada kepada para investor. Mulai dari perizinan, pembebasan lahan, dan studi amdalnya akan kami segerakan," kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat .....
Rabu, 13 April 2016

Hasil Survei GCI, Digitalisasi Ekonomi Indonesia Kurang Baik

Dalam laporan hasil survei yang dilakukan Global Connectivity Index (GCI) asal Chuna, menyebutkan, Indonesia masih tergolong ke dalam negara yang belum mampu menciptakan digitalisasi ekonomi menggunakan infrastruktur digitalnya dengan baik. "Bangsa-bangsa yang berada dalam tahap awal digitalisasi ekonomi harus mengembangkan rencana teknologi jangka panjang yang mencakup broadband dan .....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda

Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 636.000 564.000
2 gr 1.222.000 1.128.000
2,5 gr 1.507.500 1.410.000
3 gr 1.793.000 1.692.000
4 gr 2.364.000 2.256.000
5 gr 2.990.000 2.820.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.540,00 13.575,00
EUR 16.030,00 16.080,00
SGD 10.040,00 10.100,00
JPY 120,10 120,55
AUD 10.375,00 10.410,00
Update Tgl: 14-12-2017 pukul 08:35