Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Minggu, 17 April 2016 00:24 WIB
Makanan olahan berbahan rinuak satu-satunya di dunia
Makanan olahan berbahan rinuak satu-satunya di dunia
Kinciakincia.com - Rinuak ternyata satu-satu jenis ikan yang hidup di Dana Maninjau Agam. Jenis ikan kecil yang lebih kecil dari teri merupakan kekayaan alam Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang tiada duanya di dunia.

“Saya juga baru mengetahui, kalau rinuak jenis ikan terkecil dan hanya ada di Danau Maninjau,” ujar Y. St. Sarialam, pemuka masyarakat Kecamatan Tanjung Raya, Sabtu (16/4/2016).

Selama ini warga salingka Danau Maninjau telah memanfaatkan rinuak untuk berbagai masakan. Yang paling terkenal adalah palai rinuak. Palai atau pepes rinuak telah banyak dikenal, dan peminatnya bukan hanya orang Indonesia,tetapi turis asing pun banyak yang menyukainya.

Karena hanya ada di Danau Maninjau, sudah selayaknya rinuak mendapat porsi lebih dari ikan jenis lainnya. Yang jelas, rinuak bukan ikan sembarangan, karena tidak semua bangsa di dunia memilikinya.

Rinuak, dalam perkembangan zaman, tidak lagi hanya dipalai,tetapi sudah banyak jenis masakan berbahan dasar rinuak. Sebut saja peyek rinuak, pergedel rinuak, dendeng rinuak, rinuak goreng, dan lainnya.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto, S.PI, M.Si, anak nagari Salingka Danau Maninjau terus berupaya membuat masakan dari rinuak, dengan resep baru. Mereka berinovasi,agar rinuak bisa dinikmati dalam berbagai bentuk dan rasa.

“Semua jenis makanan dari rinuak bisa diperoleh pada kedai dan outlet di sepanjang pinggir jalan raya di kawasan Nagari Bayur dan Maninjau, Tanjung Raya, dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Di rumah makan dalam Kecamatan Tanjung Raya pun, masakan dari rinuak banyak disajikan. Masing-masing rumah makan berlomba menyediakan rasa yang berbeda.

Karena rinuak merupakan kekayaan alam Tanjung Raya, yang tiada duanya di dunia, maka sudah selayaknya keberadaannya dipelihara agar tidak punah.

“Jangan menangkap rinuak menggunakan racun, sengatan listrik, dan bom, karena bisa menyebabkan ikan kecil itu punah,” ujarya pula. (MIA)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.547 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Rabu, 13 April 2016

100 Juru Masak Kapal Perang Peserta Komodo 2016 Memasak Randang Tuna

Lebih kurang seratus juru masak kapal perang angkatan laut (AL) dari 36 negara-negara peserta Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 ikut terlibat langsung memasak randang berbahan ikan tuna di Pantai Puruih, Padang, Rabu, 13 April 2016. Pemerintah Kota Padang menyediakan 100 lebih tungku untuk memasak kuliner khas Minang yang sudah mendunia ini. Biasanya randang berbahan daging sa.....
Rabu, 06 April 2016

Festival Kuliner Nusantara Digelar, Kontribusi Bruto Kuliner Rp208,6 Triliun

Menteri Pariwisata Arief Yahya telah meluncurkan Festival Kuliner Nusantara, pekan lalu. Festival kali bertema “Kuliner Nusantara Kekayaan Budaya Bangsa”. Kontribusi nilai tambah bruto sektor kuliner sebesar 208,6 triliun pada tahun 2015.Sudah dijadwalkan, Festival Kuliner Nusantara dilaksanakan pada 14 – 16 April  2016 di Mall Artha Gading Jakarta. "Festival Kuliner Nus.....
Selasa, 05 April 2016

Randang Jadi Incaran Peserta Komodo 2016

Perwira tinggi salah satu negara peserta Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 kepincut dengan makanan khas Minang. Randang yang rasanya cukup "nendang" itu ditanyakan perwira tinggi tersebut kepada Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI, Ade Supandi.“Ada perwira tinggi yang tanyakan randang dan dirinya kepincut ingin mencoba rendang hasil racikan masyarakat asli Sumat.....
Jumat, 18 Maret 2016

Usaha Kuliner dari Semur Sapi sampai Rendang Jengkol

Bisnis kuliner masih terbuka lebar, termasuk makanan khas Nusantara. Beragam inovasi dilakukan agar makanan dan masakan tradisi Nusantara bisa dinikmati tanpa menunggu lama. Kini, di Bogor telah muncul masakan khas Nusantara yang diolah secara kreatif dalam kemasan cepat saji.Adalah Nova Aditya Pambudi, seorang pengusaha makanan siap saji asal Bogor, Jawa Barat, membuat terobosan b.....
Kamis, 10 Maret 2016

Inilah 24 Restoran dan Rumah Makan yang Direkomendasikan Pemko Padang

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padangmenyebutkan, dari 512 industri kuliner atau restoran yang ada di kota ini, tapicuma sebanyak 126 restoran yang beroperasi. Dari jumlah 126 ini, hanya 24 restoran dan rumah makan yang direkomendasikanlayak untuk dijajal pemburu kuliner di Kota Padang. Sedangkan restoran yanglainnya, masih harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa menjadi res.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 660.000 545.000
2 gr 1.220.000 1.090.000
2,5 gr 1.500.000 1.362.500
3 gr 1.780.000 1.635.000
4 gr 2.340.00 2.180.000
5 gr 2.935.000 2.725.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.325,00 13.350,00
EUR 15.740,00 15.790,00
SGD 9.780,00 9.825,00
JPY 121,85 122,35
AUD 10.580,00 10.625,00
Update Tgl: 22-08-2017 pukul 08:14