Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Jumat, 18 Maret 2016 01:02 WIB
Rendang semur sapi produksi Djava Sukses Abadi Bogor
Rendang semur sapi produksi Djava Sukses Abadi Bogor
Kinciakincia.com - Bisnis kuliner masih terbuka lebar, termasuk makanan khas Nusantara. Beragam inovasi dilakukan agar makanan dan masakan tradisi Nusantara bisa dinikmati tanpa menunggu lama.

Kini, di Bogor telah muncul masakan khas Nusantara yang diolah secara kreatif dalam kemasan cepat saji.

Adalah Nova Aditya Pambudi, seorang pengusaha makanan siap saji asal Bogor, Jawa Barat, membuat terobosan baru dalam usahanya. Pria yang telah menekuni usahanya sejak tahun 2014 lalu ini, membuat makanan kemasan siap saji yang terdiri dari berbagai pilihan.

Djava Sukses Abadi, nama usaha makanan kemasan siap saji yang dimiliki Nova mengangkat beberapa menu Nusantara untuk diperkenalkan ke publik. Usaha yang ditekuninya fokus terhadap menu Nusantara siap saji yang dikemas dan mampu bertahan hingga lebih dari setahun.

"Ini usaha boga kita bikin makanan siap saji seperti rendang sapi, semur sapi, kare, opor, dan rendang jengkol. Makanan ini bisa langsung dimakan dan tahan sampai 14 bulan dalam suhu normal," terang Nova seperti dilansir kepada detikFinance, Minggu (13/03/2016).

Nova memulai usahanya sejak tahun 2014 lalu dengan riset pasar, hingga pada akhirnya pada awal tahun 2016 kemarin, merk dagangnya resmi terdaftar dan diizinkan untuk beroperasi.

"Awalnya tahun 2014 saya riset pasar dulu, terus di tahun 2015 saya coba mulai pasarkan, karena perlu izin usaha dan yang lainnya juga saya urus dan akhirnya terdaftar awal tahun 2016 ini," ujar Nova.

Jenis makanan yang ditawarkan saat ini terdiri dari 5 jenis makanan khas nusantara dengan kisaran harga Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Di tahun ini, Nova berkeinginan untuk menambah varian produknya yang lebih ekonomis.

"Untuk saat ini baru 5 jenis saja yang kita jual dari Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Kalau rendang sapi ya Rp 40 ribu, kalau daging ayam dan jengkol itu Rp 30 ribu, itu bisa buat 2 sampai 3 orang. Kita juga mau bikin produk baru nanti ada arem-arem kemasan ekonomis buat 1 orang saja kita jual Rp 15 ribu," jelas Nova.

Omzet yang didapatkan Nova tiap bulannya bisa mencapai Rp 8 juta sampai Rp 15 juta. Untuk saat ini, produk yang menjadi unggulan ialah rendang sapi.

"Untuk sekarang karena kita baru terdaftar izin baru bisa dapat Rp 8 juta sampai Rp 15 juta. Kalau yang paling laku rendang sapi," jelas Nova.

Usaha yang dijalankan Nova ini akan memperbanyak jumlah produksinya pada tahun ini. Dirinya juga berharap, di tahun 2018 mendatang hasil produksinya dapat diekspor ke luar negeri.

"Untuk tahun ini kita mau pindah ke tempat baru yang lebih besar buat nambah jumlah produksi. Pengennya nanti bisa produksi 5.000 pieces/hari supaya bisa diekspor, kita target di Asia dulu dengan menyasar jemaah umroh, PJTKI, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di luar karena kan mereka yang tau iklim di sana seperti apa," jelas Nova. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.186 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Kamis, 10 Maret 2016

Inilah 24 Restoran dan Rumah Makan yang Direkomendasikan Pemko Padang

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padangmenyebutkan, dari 512 industri kuliner atau restoran yang ada di kota ini, tapicuma sebanyak 126 restoran yang beroperasi. Dari jumlah 126 ini, hanya 24 restoran dan rumah makan yang direkomendasikanlayak untuk dijajal pemburu kuliner di Kota Padang. Sedangkan restoran yanglainnya, masih harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa menjadi res.....
Kamis, 10 Maret 2016

Pemko Padang Umumkan 24 Rumah Makan dan Restoran Layak Dijajal

Data yang dilansir Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, hampir 55 persen wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang cenderung ingin menikmati kuliner khas Minangkabau. Tentu saja, potensi besar di sektor ekonomi kreatif kuliner ini sangat terbuka dikembangkan lebih luas. Namun, perlu penataan ke arah yang lebih baik terhadap pengelola restoran dan rumah-rumah kuliner agar tidak semba.....
Sabtu, 27 Februari 2016

Menikmati Lompong Sagu Bagulo Lawang di Senja yang Jatuh

Belum ditemukan referensi yang meyakinkan, apakah penganan lompong sagu itu merupakan makanan khas masyarakat Kota Padang. Sejauh ini, lompong sagu masih dijumpai sepanjang Jalan Ampang dan  sebagian By Pass di Kota Padang. Di kota-kota lainnya di Sumatera Barat, makanan yang diturunkan dari generasi ke generasi ini, tak ditemukan. Makanya, ada yang mengklaim, lompong sagu adalah .....
Sabtu, 20 Februari 2016

Ikan Lele Asap Pasaman Barat: Cicipi Sensasi Bumbunya, Selanjutnya Pesan Langsung

Ranah Minang, semua orang sudah tahu, memiliki kekayaan makanan khas dengan beragam variasi yang kreatif. Dan semuanya lezat dan pas dengan lidah siapa saja. Adalah lele asap, yang banyak dihasilkan masyarakat Pasaman Barat, secara tradisional, merupakan satu dari sekian banyak jenis makanan olahan. Lele asap berasal dari ikan lele jenis ikan air tawar yang banyak hidup di rawa-raw.....
Sabtu, 20 Februari 2016

Kuliner Sop Buntut Rendang, Menu Spesial di HW Hotel

Adalah Mulyadi, seorang Chef HW Hotel Padang, kerap memanjakan lidah tetamunya dengan masakan olahan berbasis kekayaan kuliner ranah Minang.  Ada tiga menu unggulannya di HW Hotel ini. Salah satunya terispirasi dengan kekayaan kuliner ranah Minang. Mulyadi berinovasi meracik olahan rendang yang jadi andalan utama di Satoo Restoran di Lantai 5 hotel bintang tiga ini.“Untuk me.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 660.000 545.000
2 gr 1.220.000 1.090.000
2,5 gr 1.500.000 1.362.500
3 gr 1.780.000 1.635.000
4 gr 2.340.00 2.180.000
5 gr 2.935.000 2.725.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.325,00 13.350,00
EUR 15.740,00 15.790,00
SGD 9.780,00 9.825,00
JPY 121,85 122,35
AUD 10.580,00 10.625,00
Update Tgl: 22-08-2017 pukul 08:14