Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Minggu, 06 Maret 2016 08:37 WIB
Laju inflasi di Sumbar dipicu cabai
Laju inflasi di Sumbar dipicu cabai
Kinciakincia.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumbar mencatat, laju inflasi bulanan Februari sebesar 0,73 persen (mtm). Lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2016 sebesar 0,05 persen (mtm).

Wakil Ketua Tim Teknis TPID Provinsi Sumbar, Bimo Epyanto mengungkapkan, secara tahunan, laju inflasi Sumbar berada pada level 5,95 persen (yoy). Sementara secara tahun berjalan mencapai 0,78 persen (ytd).

"Besaran inflasi itu, Sumatra Barat tercatat sebagai provinsi dengan inflasi bulanan (mtm) tertinggi secara nasional," kata Bimo Epyanto, Minggu (6/3/2016) seperti dilansir Republika.co.id.

Hal tersebut, ujar Bimo, menunjukkan secara historis inflasi Sumbar cenderung memiliki fluktuasi yang tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi anomali di tengah kondisi nasional yang umumnya mengalami deflasi bulanan sebesar -0,09 persen (mtm). Sedangkan kondisi regional Sumatra yang juga mengalami inflasi yang rendah.

Kemudian, ia berujar, secara spasial, inflasi Kota Padang bertolak belakang dengan Bukittinggi. Kota Padang, Bimo menjelaskan, mengalami inflasi sebesar 0,86 persen (mtm) dan berada pada posisi kedua dari seluruh kota yang mengalami inflasi secara nasional. Sementara Bukittinggi, tercatat deflasi -0,21 persen (mtm) atau berada pada posisi ke-30 dari seluruh kota yang mengalami deflasi secara nasional.

Komoditas kelompok pangan atau volatile food, Bimo mengatakan, menjadi sumber utama tingginya tekanan inflasi di Sumbar. Inflasi bulanan akibat kelompok pangan ini sebesar 1,51 persen. Sementara inflasi kelompok harga barang-barang yang diatur pemerintah  sebesar 0,87 persen dan inflasi inti sebesar 0,28 persen.

“Komoditas beras dan cabai merah kembali memberikan sumbangan tinggi, seiring dengan curah hujan yang tinggi dan banjir yang terjadi di beberapa sentra produksi di Sumbar,” kata dia. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 5.385 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Sabtu, 05 Maret 2016

Tren Harga Karet Dunia Menurun, Indonesia Hentikan Ekspor

Tren menurunnya harga karet dunia, memaksa tiga negara produsen karet terbesar dunia yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia mengurangi ekspor terhitung 1 Maret. Penahanan ekspor total mencapai 615 ribu ton hingga 31 Agustus 2016."Pengurangan ekspor secara serempak itu diharapkan bisa menaikkan harga karet," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet (Gapkindo ) Sumut Edy Irwansya.....
Jumat, 04 Maret 2016

Mendag: Indonesia Masih Kalah Bersaing dalam Perdagangan Bebas

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menilai Indonesia masih kalah bersaing dalam perdagangan bebas.Untuk itu, kata Thomas, kini pihaknya sedang mengadakan beberapa pertemuan antarkementerian untuk persiapan mengenai CEPA dengan Uni Eropa. Sebab Indonesia harus menimbang betul manfaat dalam keikutsertaan ini."Sekarang ini kita lagi mengumpulkan masukan dari semua kementerian tek.....
Jumat, 04 Maret 2016

Pendataan DKP: Jumlah KJA Danau Maninjau Rentang 4 Tahun Bertambah 5.566 Petak

Hasil pendataan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam terhadap keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, bertambah sebanyak 5.566 petak. Penambahan itu terjadi dalam rentang  empat tahun terakhir."Dari pendataan KJA pada 2016, jumlah KJA sebanyak 23.566 petak. Sementara pendataan 2012 sebanyak 18.000 petak. Dari data ini terjadi peningkatan sebanyak 5.666 petak dalam w.....
Jumat, 04 Maret 2016

Kemenaker Terapkan Pelayanan Terpadu Satu Atap Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan dalam waktu dekat segera meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Ketenagakerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara integrasi dari unit-unit kerja di Kemnaker.  Dengan adanya PTSA tersebut, pelayanan seputar ketenagakerjaan diharapkan akan lebih cepat, mudah dan transparan. "PTSA Kemnaker yang melayani berbagai jenis layanan keten.....
Jumat, 04 Maret 2016

Menaker, Mendikbud dan Mendag Bersinergi Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan dan meningkatkan tenaga kerja yang kompeten sehingga siap memenuhi kebutuhan pasar kerja.Sinergisitas tersebut meliputi pengembangan standar kompetensi Kerja sesuai kebutuhan pasar kerja  serta pemberdayaan B.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr
2 gr
2,5 gr
3 gr
4 gr
5 gr
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.300,00 13.310,00
EUR 14.851,00 14.868,00
SGD 9.568,00 9.581,00
JPY 119,64 119,78
AUD 10.042,00 10.056,00
Update Tgl: 22-06-2017 pukul 11:30